Antara Masa Lalu (nya) dan Masa Depan Cinta Kita

27 Januari 2012 11:55:38 Dibaca :
Antara Masa Lalu (nya) dan Masa Depan Cinta Kita
-

Cerita ini terinspirasi dari pengalaman nyata yang sebenarnya. Dan saya yakin, kalian para pelaku cinta pasti mengalaminya. Pergumulan batin antara ketetapan hati untuk perjalanan masa depan dan kerisauan bayang-bayang masa lalu pasangan anda. Hai, para pelaku cinta... Sadarkah kalian bahwa dalam menjalani sebuah hubungan, kalian selalu dibayang-bayangi oleh masa lalu pasangan anda? Yak, tepat sekali. Sadarlah bahwa masa lalu mau tidak mau selalu mewarnai perjalanan kisah cinta anda dengannya. Namun tahukah anda sekalian, bahwa masa lalu dapat menjadi pengalaman yang berharga secara positif dan malapetaka dan bumerang di dalam hidup anda bersamanya secara negatif? Mungkin sedikit ilustrasi di bawah ini dapat membuka mata anda para pelaku cinta untuk tetap mempertimbangkan, bahwa masa lalu adalah pedang bermata dua yang siap mengancam hidup percintaan anda dengan pasangan sewaktu-waktu. Waspadalah bahwa tidak hanya masa lalu anda yang mengintai anda, namun juga masa lalu pasangan anda. Saya mempunyai seorang wanita yang hendak saya nikahi beberapa waktu ke depan. Di awal hubungan, saya mengerti bagaimana kehidupannya sebelum bersama saya dulu. Banyak sekali lelaki yang menghiasi hidupnya. Bukan hanya mantan pacarnya saja, namun juga teman-teman lelakinya yang sangat akrab dengannya. Begitu juga saya yang bercerita, bahwa saya sempat beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa wanita. Kami tidak mempermasalahkan masa lalu yang pernah kita lalui. Kami menjalani hubungan ini dengan baik dan dewasa. Namun ada sedikit permasalahan kecil yang sempat mengusik hubungan kami. Dan hal itu datang saat beberapa orang dari masa lalunya, yang kembali mencoba menjalin hubungan dengan pasangan saya. Pada awalnya, saya cuek-cuek saja. Toh, itu hanya masa lalunya yang ingin kembali mendapatkan perhatiannya lagi. Herannya, semakin dikasih hati, mereka meminta lebih. Meminta wanita yang telah bersama saya itu untuk kembali merajut kasih dengannya suatu saat nanti. Secara tidak langsung, itu membuat posisi saya jadi tidak bernilai apa-apa di mata mantannya itu. Inilah yang bisa membuat saya menjadi tidak nyaman. Dari ilustrasi diatas, dapat ditarik pendapat sebagai berikut,

  • Mantan kekasih tidak dipungkiri bahwa memang kadang membuat kita merasa rindu yang sangat.
  • Mereka kadang datang kembali disaat kita sudah bersama dengan orang lain.
  • Mantan kekasih kadang berusaha menginginkan keadaan seperti dahulu lagi disaat kita (pernah) bersamanya.
  • Secara tidak langsung mantan kekasihlah yang bisa membuat hubungan kita kacau dengan pasangan.
  • Mantan kekasih adalah masa lalu yang seharusnya tidak perlu kita bawa dalam hubungan masa depan kita dengan pasangan.

Memang, tidak semua mantan pacar itu adalah orang yang menjadi andil dalam rusaknya hubungan seseorang. Namun, setidaknya mantan pacar tidak perlu dimasukkan dalam pembicaraan dan tidak merubah perlakuan dalam menjalani hubungan. Oleh karena itu, mungkin solusi yang bisa saya tawarkan untuk melanggengkan hubungan adalah :

  • Setidaknya bisa dibedakan antara perlakuan kita untuk pasangan dengan perlakuan kita terhadap mantan kekasihkita.
  • Janganlah membuka dokumen-dokumen lama anda dan pasangan anda yang memuat tentang kisah perjalanan cinta anda ataupun pasangan anda dengan mantan kekasih.
  • Janganlah mencoba-coba untuk bermain api dengan cara kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasih anda.
  • Hindari perbincangan yang intens yang secara tidak langsung dapat memicu perasaan kita dan memori-memori lama kita dengan mantan kekasih.
  • Posisikan mantan kekasih kita hanya sebagi teman saat ini dan memori masa lalu kita saja, sehingga hubungan kita dengan kekasih menjadi kuat dan semakin awet.
  • Janganlah sedikitpun ada rasa untuk membanding-bandingkan perlakuan pasangan anda dan perlakuan mantan kekasih anda kepada anda dahulu. Karena pada intinya, pasangan kita adalah orang pilihan kita saat ini. Dan kita wajib untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki. Karena secara mendasar, tidak ada perlakuan dua orang yang sama persis dan hendaknya kita tidak menuntut pasangan kita untuk memperlakukan kita sama dengan perlakuan mantan kekasih kita dahulu. Toh, sebenarnya pasangan kita mempunyai cara sendiri yang tidak kita duga untuk memperlakukan kita dengan baik dan penuh cinta.

Kesimpulannya, kita hendaknya memposisikan masa lalu kita sebagai hal-hal yang telah kita lewati sebelumnya, dan tidak akan pernah kembali lagi untuk diulangi. Karena yang akan kita jalani adalah apa yang ada didepan kita, dalam arti masa depan kita. Dan itulah yang akan kita perjuangkan untuk hidup kita ke depannya. Jangan pernah mencampurkan masa lalu kita dalam hubungan kita dengan pasangan kita saat ini dan ke depannya. Karena itu yang akan bisa menjadi bumerang bagi kita nantinya. Biarkanlah masa lalu itu berlalu dengan sebagaimana mestinya. Apabila seseorang yang dahulu pernah mengisi hidup anda ingin kembali pada anda disaat anda sudah memilih yang lain, berdoalah dan ikuti kata hati anda. Jangan karena pemikiran sesaat saja, namun pemikiran dan perenungan yang matanglah yang akan menuntun anda pada tujuan hidup anda di masa depan kelak. Lupakan masa lalu dan songsong kehidupan masa depan anda. Janagn coba-coba membuka lembaran lama yang akan membuat anda menjadi bimbang. Semoga anda semua dapat memahami dan menghapus keraguan anda..:))

Eduarduz Fridolin Bentano Vigrando

/dona_eduarduz06

Born in Malang, March 6th 1990 | Communication Science at University of Muhammadiyah Malang | Goalkeeper | Guitarist | really love Jazz Music
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?