PILIHAN HEADLINE

Jangan Lengah pada Kanker Meski Baru Stadium 1

21 April 2017 09:12:44 Diperbarui: 23 April 2017 04:40:59 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Jangan Lengah pada Kanker Meski Baru Stadium 1
Ilustrasi. Thinkstock
Harapan Hidup pasien kanker

Mendengar kata kanker maka kita akan langsung berpikir tentang kematian. Di sisi lain jumlah pasien kanker tertentu juga meningkat ditengah masyarakat kita. Penyakit kanker bisa  membuat sesorang menjual harta bendanya untuk berobat kankernya tersebut.
Penyakit kanker juga sudah menyita pembiayaan besar bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Kanker tidak selalu berhubungan dengan kematian, karena sebenarnya banyak pula  pasien yang pernah divonis kanker ternyata masih bisa hidup bertahun-tahun bahkan bisa sesehat orang tanpa penyakit kanker. Di dalam dunia medis memang penyakit kanker tidak bisa dikatakan sembuh. Istilah yang digunakan adalah remisi atau relaps. 

Istilah remisi, pasien kanker tersebut sudah di terapi dan sudah dievaluasi bahwa pasien tersebut tidak mengandung sel kanker lagi di dalam tubuhnya atau kita sebut remisi. Pada masa remisi tersebut si pasien harus tetap kontrol secara teratur dan tetap menjaga tubuhnya agar selalu sehat. Istilah remisi berbeda dengan sembuh total. 

Beda dengan penyakit infeksi misal infeksi demam thypoid bisa kita  katakan sembuh total.  Secara psikologis istilah remisi seperti mengingatkan kepada pasien tersebut bahwa dirinya harus kontrol secara teratur dan tetap dengan gaya hidup sehat. Salah satu cara hidup sehat adalah istirahat cukup dan tetap menjaga makan, usahakan perbanyak mengosumsi sayur dan buah agar tetap sehat. Buah dan sayur mengandung anti oksidan yang dibutuhkan untuk menetralkan racun didalam tubuh kita. Istirahat cukup dan hidup tidak ngoyo. Selain itu stress baik stress fisik maupun psikis bisa memperburuk perjalanan kanker seseorang. 

Bagaimana kalau sudah divonis kanker stadium 4. Kanker stadium 4 menunjukkan bahwa perjalanan kanker sudah lanjut dan sudah ditemukan penyebaran kanker ke organ lain. Adapun organ  yang sering terkena penyebaran kanker adalah paru, liver atau otak. Sering juga perjalanan kanker menginfiltrasi organ sekitarnya. Misal kanker serviks bisa menginfiltrasi keorgan sekitarnya seperti usus besar atau kandung kencing. 

Kanker stadium 4 juga berhubungan dengan survival rate yang rendah. Hitungan survival rate berhubungan dengan bertahan hidupnya seseorang dengan penyakit kankernya. Biasanya terapi yang diberikan pada pasien yang sudah stadium 4 bersifat paliatif supportif. Nyeri kankernya dikurangi, nafsu makannya  diperbaiki gejala mual dan muntah dikurangi. Pasien bisa melakukan aktifitas sehari-harinya secara mandiri. Prinsip terapi paliatif hanya mengurangi dampak dari perjalanan kanker yang ada. Walau perkembangan tehnologi dan temuan obat-obat baru kanker akan memperbaiki kualitas hidup dan survival rate pasien kanker tersebut.

Untuk kanker usus besar stadium 4 survival rate untuk 5 tahun hanya 11% artinya lebih kurang hanya  1 dari 10 pasien kanker stadium 4 tersebut yang bertahan hidup dalam 5 tahun kedepan. Sebaliknya pada kanker usus besar stadium 1 survival rate 5 tahunnya bisa mencapai 90%. Artinya 9 dari 10 pasien kanker usus besar stadium 1 bisa bertahan sampai 5 tahun. Bahkan bisa saja lebuh dari 5 tahun.

Memang ada penyakit kanker yang walaupun ditemukan di stadium awal tapi prognosisnya buruk misal pada pasien kanker pankreas yang ditemukan pada stadium 1 A saja angka bertahan hidup 5 tahunnya hanya 14% sedang kanker pankreas yang ditemukan sudah stadium 4, survival rate 5 tahunnya hanya 1 %. 
Jadi bertahan hidup seseorang dengan penyakit kanker juga tergantung jenis kankernya.

Pada prakteknya dokter tidak bisa menyebut berapa lama lagi seseorang bisa bertahan hidup karena sakit kankernya tetapi yang dinilai adalah kesempatan pasien tersebut  tetap bertahan hidup dalam 5 tahun kedepan. Bagi pasien kanker dan keluarga mengetahui angka survival rate penting. 

Tetapi mengetahui angka survival rate juga bisa membuat pasien kanker lengah. Misal seseorang yang diketahui hanya menderita kanker stadium 1 yang sudah diobati menjadi lengah karena merasa harapan hidupnya lebih baik dan meninggalkan gaya hidup sehat. 

Misalnya kembali merokok atau tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsinya  atau kerja terus tanpa peduli waktu makan dan istirahat. Pekerjaan dan masalah keluarga yang membuat pasien tersebut selalu dalam kondisi stress berkepanjangan.Maka kondisi ini akan membuat penyakit kankernya menjadi kambuh atau relaps dan pada akhirnya memperburuk kualitas hidup pasien teesebur selanjutnya. Oleh karena itu tetap harus diperhatikan bahwa survival rate atau angka bertahan hidup ini juga tergantung dari banyak faktor.

Akhirnya survival rate adalah angka-angka yang keluar dari perhitungan statistik, angka ini menujukkan probabilitas yang pada akhirnya pasien kanker harus tetap kontrol teratur dan tetap bergaya hidup sehat agar berumur panjang dengan kualitas hidup yang baik.
 
Salam sehat,
 
Dr.Ari F Syam

Dr.Ari F Syam

/doktorari

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri)
-Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL kesehatan

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana