Dr.Ari F Syam
Dr.Ari F Syam Dosen UI

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri)\r\n\r\n-Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan headline

Dua Mitos Seputar Daging Kambing

31 Agustus 2017   18:36 Diperbarui: 1 September 2017   05:51 2168 1 2
Dua Mitos Seputar Daging Kambing
Foto: Kompas.com

Besok kita akan berhari raya Kurban. Di hari raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan  dari hewan kurban yang mengandung unsur daging berkaki empat atau red meat antara lain seperti kambing, sapi, atau kerbau.  Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya.

Adapun mitos yang beredar ditengah masyarakat antara lain:

  • Makan daging kambing menaikkan tekanan darah

 Masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60) akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik. Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum, sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur. Tensi yang  rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahka gagal jantung. Tapi pada sebagian masyarakat tanpa melihat kenapa TDnya rendah langsung menkonsumsi daging kambing secara berlebihan. Kalau tensi turun karena gangguan jantung makan daging kambing justru akan fatal dan memperburuk keadaan.

  • Torpedo kambing meningkatkan Gairan Seksual

Mitos kedua  yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa "torpedo" atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual. Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar, memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetap sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.

Daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi  mengandung  tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita. Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama Hari Raya Kurban mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita.

Dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Kalau kebetulan penyakit GERD. maka GERDnya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah.

Oleh karena itu hal penting yang harus diperhatikan buat suadara-saudara kita yang siap-siap mengosumsi daging kurban, silahkan mengosumsi daging kurban asal jangan berlebihan. Dan jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.

Salam sehat, selamat makan daging kurban dan tetap sehat.

Dr. Ari F Syam