Puisi Dokter Hewan

01 Juni 2010 01:41:00 Dibaca :

Untukmu Pejuang Veteriner......

Karya: Iwan Berri Prima

Langkahmu berat, menahan ngilu tulang yang kesat

Tertatih dengan rongga mata yang semakin melebar

Urat syaraf dan Dada yang terus berdebar

Senyuman simpul pertanda pahit getirnya idealis

Meski kenyataan dunia kita teriris

Seakan veteriner adalah golongan egois

Padahal perjuangan ini untuk mengikis zoonosis

Suara lantangmu masih terdengar

Merobek keramaian sejuta kelakar

Kami bukanlah peternakan

Kami bukanlah perikanan

Kami bukanlah kehutanan

Kami juga bukan biologi, pemangsa lahan kawan

Kami adalah kedokteran hewan....

Sayup-sayup setiap doamu terucapkan, Tuhan...

Kami satu sistem kesehatan hewan

Peternakan adalah jantung kami

Perikanan adalah urat nadi kami

Kehutanan adalah paru kami

Biologi, kedokteran adalah hati dan ginjal kami

Kerusakan dari mereka pasti menyiksa kami

Dalam keluh semangatmu terdengar lirih

Cukuplah kami seakan tersisih

Tapi tidak untuk kehilangan sebagian jantung, urat nadi, paru, ginjal

Dan organ semua...

Tuhan, kami sadar, ada ciptaan-Mu yang menurut sebagian umat najis

Tapi apakah mereka harus disiksa habis

Jika sakit tidak perlu pertolongan mendapat medis

Layaknya orang pinggiran yang semakin terkikis

Untukmu pejuang...

Optimis, pantang menyerah menyatu dalam jiwa raga

Untuk terus berjuang dan berkarya

Tegaknya manusya mriga satwa sewaka

Di bumi nusantara Indonesia raya..

Bogor, diakhir masa kuliah 2009

Iwan Berri Prima

/dokterhewan

Dibesarkan di pulau Sumatera (Jambi), pernah kuliah di IPB Bogor dan saat ini tinggal di Kota Tanjungpinang mengabdi sebagai PNS di Bintan, Kepulauan Riau. Menulis merupakan hobi sejak mahasiswa dan tercatat sudah sedikitnya 198 judul tulisan dimuat diberbagai media massa, baik media lokal maupun media nasional. Gelar Dokter Hewan (drh) disandangnya sejak di ambil sumpah Dokter Hewan, Hari Selasa, tanggal 19 Mei 2009 di Gedung Auditorium JHH IPB.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?