Dody Kasman
Dody Kasman pegawai negeri

Orang Indonesia yang tinggal di daerah. \r\n \r\n\r\nTwitter : @Dody_Kasman

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Stormtrooper Invasi Kraksaan, Bumblebee & Gundam Datang Membasmi

12 Agustus 2017   15:24 Diperbarui: 12 Agustus 2017   15:34 201 3 0
Stormtrooper Invasi Kraksaan, Bumblebee & Gundam Datang Membasmi
Stormtrooper (Dokumentasi Pribadi)

Siang itu, Sabtu (5/8/2017) cuaca Kota Kraksaan sudah mulai panas menyengat. Meski cukup terik panas, beberapa ruas jalan di Ibu Kota Kabupaten Probolinggo itu nampak ramai penuh sesak dengan kerumunan massa.

Tetiba suasana yang memang sudah hiruk pikuk itu menjadi makin gaduh dengan kehadiran segerombolan pasukan berbaju pelindung dengan persenjataan lengkap. Kehadiran pasukan bersenjata yang tiba-tiba itu cukup mengejutkan warga. Terlebih ketika mereka memprovokasi dengan mengarahkan senjata ke arah kerumunan massa.

Di tengah kegaduhan itu muncul dua sosok robot yang juga bersenjata. Satu berwarna dominan putih dan merah, satu lagi yang berukuran lebih tinggi berwarna dominan kuning. Layaknya pahlawan pembela kebenaran, dua robot itu langsung menghalau pasukan bersenjata.

Bumblebee muncul di tengah kerumunan warga siap menghalau Stormtrooper (Dokumentasi Pribadi)
Bumblebee muncul di tengah kerumunan warga siap menghalau Stormtrooper (Dokumentasi Pribadi)

Saat pertempuran sengit berlangsung, warga yang ada di dekat medan perang itu bukannya lari menyelematkan diri. Mereka malah semakin mendekat, terlebih anak-anak yang nampak sangat antusias berebut untuk foto bersama. Lho! Perang kok malah foto bersama? 

Terang saja warga apalagi anak-anak justru berhamburan mendekat sebab kegaduhan tersebut hanyalah happening act dari salah satu peserta pawai pendidikan Awal Tahun Pelajaran (ATP)  2017 yang digelar oleh pemerintah daerah setempat.

Robot Gundam siap bergabung dengan Bumblebee menghalau pasukan Stormtrooper (Dokumentasi Pribadi)
Robot Gundam siap bergabung dengan Bumblebee menghalau pasukan Stormtrooper (Dokumentasi Pribadi)

Bagaimana mereka tidak berebut mendekat, sebab yang sedang berjibaku itu adalah karakter film yang sangat populer. Sebut saja Stormtrooper, pasukan penjajah antar galaxy anak buah Darth Vader yang sangat populer sebagai ikon "Star Wars." Sementara dua sosok lawannya adalah Bumblebee, salah satu karakter terkenal "Transformers" dan Robot Gundam yang populer di kalangan penggemar komik dan film kartun Jepang.

Robot Gundam hasil karya anak muda kreatif dari komunitas 879 Project, Gondanglegi Malang (Dokumentasi Pribadi)
Robot Gundam hasil karya anak muda kreatif dari komunitas 879 Project, Gondanglegi Malang (Dokumentasi Pribadi)

Selidik punya selidik, ternyata sekelompok Stromtrooper, Bumblebee dan Robot Gundam itu merupakan peserta dari kontingen salah satu kecamatan. Terus terang awalnya saya mengira peserta ala parade cosplay itu adalah kontingen khusus yang sengaja didatangkan panitia untuk memeriahkan pawai.

Warga khususnya anak-anak berebut untuk foto bersama Bumblebee (Dokumentasi Pribadi)
Warga khususnya anak-anak berebut untuk foto bersama Bumblebee (Dokumentasi Pribadi)

Munculnya Stromtroopers dan kawan-kawan sebagai bagian kontingen kecamatan membuat saya terheran-heran. Sungguh luar biasa level kecamatan di Kabupaten Probolinggo bisa mengusung tema futuristik lengkap dengan happening act memikat. Tapi benarkah itu semua hasil karya kecamatan yang bersangkutan?

Untuk menjawab rasa penasaran itu, sambil berjalan mengikuti kontingen atraktif itu saya mencoba bertanya pada salah satu anggota rombongan. Mansur demikian nama seorang laki-laki paruh baya yang nampak terus menempel sosok Bumblebee dan Robot Gundam bersama rekan-rekannya yang berseragam ala "League of Gods."

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Dari hasil investigasi kilat terungkap bahwa pasukan heboh itu sengaja diundang (baca : dikontrak) untuk tampil sebagai bagian dari kontingen kecamatan. Yang membuat saya berdecak kagum, ternyata kostum Stromtrooper, Bumblebee, Robot Gundam dan beberapa karakter anime itu bukanlah made in Japan, tapi kreasi sekelompok anak muda kreatif dari Gondanglegi Malang.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Mereka menamakan komunitasnya 879 Project. Dari beberapa akun media sosial yang mereka miliki terungkap bahwa 879 Project merupakan komunitas multitalent mulai dari komunitas cosplayer, kostum (cosplay) desainer, happening act hingga event supported. 879 Project memang sering mengikuti event fashion carnival dan parade cosplay di beberapa daerah.

Begitu detailnya kostum hasil karya mereka plus happening act atraktif yang ditampilkan siang itu sempat membuat saya berpikir itu semua produk impor Jepang atau setidaknya hasil karya studio kreatif Ibu kota yang terbiasa membuat kostum dan efek khusus untuk keperluan syuting film.

Ternyata karya luar biasa yang kalau boleh saya bilang sangat detail dan mendekati aslinya itu justru dibuat oleh anak-anak muda dari pelosok negeri yang sangat jauh dari hingar bingar Ibukota. Sekedar informasi, Gondanglegi adalah salah satu kecamatan yang terkenal sebagai daerah penghasil tebu, letaknya di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Apa yang telah dilakukan anak muda Gondanglegi itu setidaknya membuktikan bahwa tinggal di daerah pelosok bukanlah halangan untuk berkreasi. Sebutan "ndeso" bukan berarti kampungan tapi mereka justru punya ide dan pemikiran jauh ke depan, lebih kota dari orang-orang kota yang terbiasa dengan hal-hal instan.

Terus terang saya merasa beruntung bisa menyaksikan langsung dan ikut mengapresiasi hasil karya anak bangsa berkelas internasional itu. Sebagai sesama "wong ndeso" saya ikut bangga ternyata masih ada sekelompok pemuda dari pelosok desa mampu berkreasi untuk kebanggaan negeri.