40 Semifinalis Duta Lingkungan Hidup Balikpapan ke Yayasan Boss

18 Mei 2017 23:06:44 Diperbarui: 18 Mei 2017 23:23:54 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
40 Semifinalis Duta Lingkungan Hidup Balikpapan ke Yayasan Boss
1-591dc99e7fafbdb07fd1fbf8.jpg

2-591dc9c9757a61d431eb75f0.jpg
2-591dc9c9757a61d431eb75f0.jpg
Setelah melakukan proyek sosial selama 1 minggu, pada hari Kamis 18 Mei 2017, para ke 40 semifinalis melakukan kegiatan berkunjung ke Yayasan BOSS. Apa sih BOSS itu :  Yayasan BOSS adalah singkatan dari Borneo Solidaritas Sosial yang kini berada di Jl. Cempaka No 111 RT-81 Kel. Karang Rejo – Balikpapan Kaltim. Yayasan BOSS adalah organisasi yang fokus terhadapat bidang sosial dan lingkungan. Yayasan BOSS bekerja sama dengan brand Plastikmu, yaitu brand yang memproduksi berbagai tas dan dompet yang bahan bakunya adalah sampah anorganik seperti kantong plastik hingga yang berbentuk sachet. langsung di dampingi oleh ibu Dwi ida dan Sdr. Gilang dalam kegiatan tersebut.

Yayasan BOSS yang dikelola oleh ibu Dwi Ida Cahyawati selaku direktur menjelaskan bahwa dengan maraknya sampah yang menggunung janganlah dipandang sebelah mata sebagai kerugian saja, tapi pandang dengan sisi positif nya yaitu sampah yang menggunung tersebut dapat diolah dan dijadikan bahan baku kerajinan tangan, ataupun bahan baku tas sebagai pengganti kain. Ibu Dwi juga memberi pengertian bahwa dengan mendaur ulang sampah kita dapat meraup keuntungan juga berkah dan tentunya ikut beraksi untuk menjaga lingkungan.Yayasan BOSS memang belum terlalu populer di telinga masyarakat, tetapi yayasan BOSS sudah terpandang di lingkup pemerintahan dan aktivis-aktivis lingkungan.

Tujuan BOSS adalah membangun kesadaran masyarakat sekitar mengenai permasalahan lingkungan khusus nya sampah. Banyak yang telah dilakukan oleh BOSS untuk mewujudkan tujuan tersebut, seperti melakukan penyuluhan ke ruang lingkup sekolahan. Ibu Dwi berkata bahwa Yayasan BOSS telah melakukan penyuluhan tentang pentingnya mengurangi sampah dengan cara mendaur ulang ke berbagai tingkat dari TK hingga SMA, beliau menambahkan Yayasan BOSS telah melakukan pelatiha daur ulang sampah sampai ke Kutai dan nyatanya aktivis di Kutai tersebut sudah berkembang dan berani untuk membagi ilmu kepada masyarakat sekitarnya. Tidak hanya lingkup sekolah, tetapi Yayasan BOSS ini juga telah melakukan pergerakan di lingkungan masyarakat. Ibu Dwi menjelaskan bahwa tidak semua daerah dapat digerakkan untuk menjadi daerah ramah sampah. Contohnya, pemerintah pernah memberikan tawaran ke daerah Karang Rejo utuk menjadi daerah yang bergerak dalam pendaur-ulangan sampah, tapi ditolak, karena karang Rejo adalah daerah yang mayarakatnya adalah pekerja. Beda hal dengan kawasan Kampung Warna Warni yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan. Ibu ida berkata “Nelayan kan tidak mempuyai jam kerja, nah di waktu singkat itulah kami gerakkan mereka untuk mendaur ulang sampah.”.

 Cara penyuluhan yang di berikan oleh Yayasan BOSS cukup menarik dengan menampilkan video pendek yang menampilkan ribuan sampah mencemari lautan sehingga organisme didalam lautan berkurang dan menjadikan banyak burung yang mati akibat banyak dari mereka mengkonsumsi sampah dari lautan. Dari video tersebut kita dapat memahami betapa pentingnya membuang, mengurangi dan mengolah sampah dengan baik, karena hanya disebabkan oleh sampah kita banyak organisme yang terrancam kelangsungan hidupnya, dan nantinya akan berdampak langsung kembali kepada kita.Dalam penyuluhan Ibu Dwi menjelaskan bahwa dengan brand Plastikmu, Yayasan BOSS berusaha membuat model-model tas dari plastik tersebut sesuai dengan remaja masa kini karena tujuan utamanya adalah menarik perhatian generasi muda untuk ikut serta dalam gerakan mengurangi sampah.

Dijelaskan juga cara membuat limbah anorganik agar dapat menjadi bahan pembuatan tas, yaitu dengan cara plastik bekas di bersihkan kemudian dicacah dan selanjutnya dipress atau dipanaskan dengan menggunakan setrika. Setelah itu limbah anorganik yang tadinya tidak berguna kini telah berubah serupa kain warna warni yang sama sekali tidak terlihat bahwa sebelumnya adalah plastik.Yayasan BOSS tidak kesulitan untuk mendapatkan limbah plastik, karena Yayasan BOSS telah bekerja sama dengan berbagai cafe. Di cafe-cafe tersebut sampah anorganik sudah terpilah dan kemudian pihak Yayasan BOSS akan mengangkut kemudian di olah. Ibu Dwi berpesan, apabila kita mempunyai sampah anorganik, maka kumpulkanlah kemudian daur lah, namun apabila tidak sempat beliau menyarankan sampah anorganik tersebut dikumpulkan di bank sampah. Sehingga dengan begitu, setidaknya kita dapat membantu mengurangi penumpukan sampah. Kata kata Ibu Dwi di akhir penyuluhannya adalah “Untuk membantu menjaga lingkungan tidak sulit kok! Tidak perlu usaha yang besar atau yang tidak mungkin kita lakukan dengan segera. Tapi mulai lah dengan hal kecil yang bisa kita lakukan.” (

Semoga dengan berjalanya kegiatan seperti ini semakin banyak generasi muda yang peduli bagaimana sebagai generasi muda tidak cuek akan lingkungan yang bersih dan mengerti apa yang harus di lakukan di masa muda mereka, lakukan kegiatan positif dimana pun kalian berada, tanamkan jiwa peduli terhadap lingkungan jangan biarkan lingkungan hancur karna keegoisan kita. (LV&T)

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article