Makin murah tarif telekomunikasi = makin banyak korban berjatuhan?

26 Mei 2011 16:46:53 Dibaca :
Makin murah tarif telekomunikasi = makin banyak korban berjatuhan?

Well, akibat dari perkembangan industri telepon selular di indonesia yang luar biasa pesatnya menjadikan persaingan apapun baik handset, penyedia jaringan, bahkan hingga servis nonresmi kian memanas. Contohnya nih, coba kita ingat ingat beberapa waktu yang lalu ketika iklan operator a secara frontal menyindir b dan c, kemudian operator b membalasnya dengan membuat iklan yang juga frontal ke operator , dsb. Tujuan dari "fenomena" tersebut tidak lain untuk menggaet konsumen, meskipun caranya seolah olah padu (bertengkar :D).

Disini saya tidak akan membahas betapa panasnya persaingan operator selular untuk merajai pasar, tapi saya akan membahas tentang hubungan antara tarif telekomunikasi terhadap keselamatan berkendara (baik motor, mobil, truk, dll). Seperti yang kita ketahui, tarif telekomunikasi sekarang dan tarif 5 tahun yang lalu sangatlah berbeda sekali. Bila dahulu untuk telepon selama 1 menit mahalnya minta ampun (apalagi beda operator), sekarang para operator selular menawarkan tarif hingga gratis. Tidak hanya tarif telepon saja, tarif sms dan internetpun kini makin murah. Nah ini nih yang buat bahaya, pernahkah anda sesekali melihat seseorang ngobrol di jalan sendirian/smsan sambil mengendarai kendaraan?atau malah anda pernah melakukannya? :D. Saya kira dengan tren HP qwerty, pengendara yang punya nyawa lebih tersebut bakal berkurang jumlahnya. Elhadalah, ternyata pepatah banyak jalan menuju Roma sangatlah applicable bagi pengendara tersebut =.=

http://4.bp.blogspot.com/_d_sQs1qzHe8/TEsLrooMaBI/AAAAAAAAAgg/g2ZM9EGUcv8/s320/dijalan-sms-an.jpg

Tahukah anda bila kelakuan yang "mengasyikan" tersebut sangatlah membahayakan orang tersebut dan orang di sekitarnya, dan tahukah anda tiap harinya 100 orang meninggal sia-sia di indonesia karena kelalaian dalam berkendara? Jengkel? iya, lha wong kita yang insya Allah tertib di jalan raya, eeeh malah ada orang yang bicara/ketawa-ketawa sendiri atau malah senam leher lihat pandangan di layar hp dan di depannya, yang secara ga sadar menghalangi kita. Parahnya, makin hari makin buaanyak orang yang melakukan hal tersebut. Yah, semoga pada sadar deh para pemain sirkus, risk taker, ahli debus, dll (baca : pengendara sambil telepon/smsan). Ingat mas/mbak/pak/bu/om/tante/dik:

  • keluarga menanti di rumah
  • jalan bukan milik anda saja
  • jangan sia siakan hidup anda hanya karena sebuah handphone

Buat pengendara tersebut, mbok iyao kalau dirasa penting untuk menjawab telepon atau mendapat sms ketika berkendara, segera mencari tempat yang aman dan pastinya tidak di badan jalan agar anda selamat, saya selamat, dan semua orang selamat. Jangan jadi egois dong, masa orang timur yang dikenal humble kok cuma mikirin kepentingannya sendiri sewaktu di jalan =.=

Kalau tarifnya dikembalikan lagi seperti 5 tahun yang lalu, mungkin bakal sedikit pengendara kaya gitu kali ya? who knows :D

samudro dipo aji prabowo

/diposedicigp8

Automotive, Gadget, & Photography enthusiasts and also Automotive Blogger (http://aluvimoto.wordpress.com)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?