Mohon tunggu...
diyah
diyah Mohon Tunggu... Freelancer - Dee

lulusan antropologi

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Menikmati Kota Bukittinggi di Sumatera Barat

18 Mei 2017   00:17 Diperbarui: 18 Mei 2017   00:59 615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kota Bukittinggi, dikenal sebagai salah satu kota yang harus dikunjungi ketika kita berwisata ke Sumatera Barat. Banyak tempat menarik di kota ini selain udaranya yang sejuk karena terletak di perbukitan. Ini beberapa tempat wisata yang layak untuk dikunjungi.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan.

Dua tempat ini dihubungkan oleh jembatan gantung ini. Didalam Taman Margasatwa ini terdapat berbagai jenis hewan khas Indonesia yang sudah mulai punah seperti gajah, burung merak, orangutan, kancil dan lain-lain. Selain itu juga ada museum zoologi, berisi replika hewan-hewan yang sudah penuh atau hampir punah dan akuarium ikan hias berisi koleksi ikan hias. Sedangkan di dalam Taman Budaya Kinantan terdapat rumah adat Minangkabau. Dua lokasi ini dibuka sejak pagi sampai sore hari saja.

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh merupakan jembatan gantung yang menghubungkan Taman Margasatwa dan Taman Budaya Kinantan. Meskipun jembatan gantung namun tidak perlu khawatir jatuh karena jembatan ini sudah terbuat dari besi. Di tengah-tengah jembatan terdapat ruang yang bisa dipakai untuk beristirahat dan memberi makan burung merpati yang berada di dalam ruangan tersebut. Kita juga bisa berfoto di sepanjang jembatan dengan latarbelakang pemandangan kota Bukittinggi.

Benteng Fort De Kock

Sebetulnya benteng yang didirikan pada 1826 ini memiliki nama asli ‘Sterreschans’ atau benteng Bukit Jirek, lokasi tempat benteng berdiri. Nama De Kock kemudian disematkan kepada benteng Belanda ini sebagai penghormatan kepada komandan benteng bernama Hendrik Merkus Baron De Kock. Bangunan benteng ini sudah tidak seperti aslinya, hanya tersisa meriam dan parit-paritnya. Tidak dikenakan biaya apapun untuk memasuki benteng dan menaiki tangga besi berputar ke atas nya.

benteng-de-kock-591c8562117b61c30c5f9f9b.jpg
benteng-de-kock-591c8562117b61c30c5f9f9b.jpg
Istana Banjuang

Didalam Taman Budaya Kinantan terdapat rumah adat bernama Istana Banjuang. Istana berbentuk rumah adat Minangkabau ini sebetulnya museum etnografi yang berisi koleksi barang-barang budaya Minangkabau. Bangunan istana didirikan pada 1 Juli 1935 oleh orang Belanda bernama Mondelar Controlleur. Didepan istana terdapat taman dengan kolam berisi burung-burung sejenis bebek. Istana ini tutup pada jam 3 sore.

istana-banjuang-591c857a7fafbd8d7abc102c.jpg
istana-banjuang-591c857a7fafbd8d7abc102c.jpg
Taman Panorama

Berlokasi tepat di tengah kota Bukittinggi, taman ini pun menjadi salah satu tujuan utama masyarakat yang berkunjung ke Bukittinggi. Dari dalam taman ini kita bisa menikmati pemandangan Ngarai Sianok dari kejauhan. Didalam taman kita juga dapat menjelajah gua Jepang, yaitu gua-gua yang dibuat oleh Jepang untuk bersembunyi pada masa penjajahan Jepang. Untuk memasuki Taman Panorama dikenakan biaya 5000 rupiah saja. Taman hanya buka dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun