Ayam Cemani, Benarkah Memiliki Kekuatan Magis?

19 Mei 2017   10:16 Diperbarui: 19 Mei 2017   10:35 71 1 0
Ayam Cemani, Benarkah Memiliki Kekuatan Magis?
Ayam Cemani, sumber : lh4.ggpht.com

Ayam Cemani itu tidak ubahnya seperti primadona dunia ayam. Satu ekornya saja tega dijual dengan harga berjuta-juta. 

Bagaimana bisa?

Sejarah Ayam Cemani

Ayam berwarna hitam ini merupakan jenis ayam lokal asli Indonesia. Namanya diambil dari Bahasa Sansekerta, dimana kata ‘cemani’ berarti ‘hitam legam’. Sehingga yang disebut ayam cemani adalah ayam yang sekujur badannya berwarna hitam.

Konon, warna hitam ini membalut sempurna. Bukan hanya dari bulu atau jenggernya saja. Tetapi sampai ke daging, tulang, darah dan jeroan ayam tersebut.

Bila didasarkan dari kepercayaan turun temurun masyarakat, ayam cemani telah menjadi idola sejak jaman Majapahit. Dimiliki oleh para pembesar hingga kaum bangsawan. Maka wajar bila kemudian ayam hitam ini dianggap membawa hoki dan kekayaan. Lha wong mereka yang tidak kaya hampir tidak mungkin memilikinya.

Ayam Cemani, Pelengkap Upacara Adat dan Pembawa Keberuntungan

Selain dimiliki sebagai peliharaan bernilai tinggi, ayam cemani juga digunakan dalam berbagai ritual adat sebagai pelengkap. Misalnya dalam kegiatan bersih desa, sekatenan dan grebeg maulud.

Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa ayam berwarna hitam total tersebut memiliki kekuatan magis yang dapat menangkal bala atau perbuatan jahat. Sekaligus menjauhkan gangguan makhluk halus.

Khusus bagi mereka yang meyakini ayam hitam sebagai hewan berdaya magis, cemani dikenal dalam tiga jenis. Pertama adalah Cemani Widitra, merupakan jenis ayam hitam dengan sapuan garis di leher, dada, paruh dan selangkangan. Fungsi magisnya adalah sebagai perantara ilmu asmara dan penolak nasib buruk.

Kedua adalah Cemani Warastratama, yang digunakan sebagai pelengkap upacara adat. Sedangkan cemani ketiga adalah Cemani Kaiyaki, yang bulu hitamnya berpadu sedikit warna biru laut. Konon, jenis yang ketiga ini dapat melunturkan santet.

Cemani Si Ayam Langka

Sayang beribu sayang, jenis ayam eksotis asli Indonesia ini makin hari makin tidak kelihatan. Orang enggan membudidayakannya, karena dianggap bertentangan dengan agama.

Bukan salah mereka pula, pasalnya mitos ayam cemani sudah terkenal sebagai pelengkap ritual mistis. Sedangkan hal-hal yang mistis cenderung dianggap menghantarkan diri pada kesesatan.

Warna Hitam Ayam Cemani

Menurut penelitian, warna hitam legam pada ayam ini diakibatkan oleh kondisi genetik yang disebut fibromelanosis. Kondisi ini menyebabkan mutasi gen endothelian-3 (EDN-3) yang membuat lapisan epidermis ayam menghasilkan pigmen hitam.

Semakin dewasa, jumlah gen ini meningkat hingga sepuluh kali lipat dibanding ayam biasa.

Jadi pada awalnya telur ayam cemani masih berwarna putih, dengan sedikit bintik merah muda. Warna hitam baru akan nampak setelah embrio ayam muncul, yang sekaligus merupakan pertanda bahwa ayam tersebut sudah siap menetas.