HIGHLIGHT

Presentasi yang Memukau

10 September 2012 05:21:56 Dibaca :


Pada hari Sabtu tanggal 8 September 2012, saya menghadiri The 3rd NLP Conference yang dilaksanakan di Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok. Banyak ilmu baru yang didapat, namun pada kesempatan kali ini saya ingin sharing salah satu materi yang dipaparkan oleh pakar NLP di Indonesia, Bapak Ronny Furqoni Ronodirdjo. Materinya sangat menarik dan saya yakin akan sangat bermanfaat bagi kita semua yang sering melakukan presentasi.



Topik yang dibahas tentang instant presentation : tetap memukau walau dengan persiapan terbatas. Materi ini termasuk dalam Business Communication Skill, yang sangat tak ternilai harganya. Ada rumus ABCD, yang harus diperhatikan untuk melakukan presentasi yang sukses, berkesan dan memberikan manfaat maksimal bagi para audience. Rumus ABCD tersebut yaitu :


A = Aha !


B = Benefit Cost Analysis


C = Ceritakan ide secara sistematis dan impresif


D = Dengan demikian



Istilahnya menggunakan gabungan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tetapi tak mengapa, yang penting mudah diingat dan akan sangat membantu presentasi impromptu kita. Akan kita bahas satu demi satu rumus sederhana tersebut, sebagai berikut :



A. Aha! adalah bagaimana kita meng-capture audience. Bagaimana kita mendapatkan perhatian dari pendengar, yaitu dengan opening yang menarik. Gunakan pattern interrupt, stop effect atau wow effect, yaitu terputusnya suatu pola sehingga perhatian beralih sepenuhnya pada kita. Caranya dengan :


1. Pancing Curiosity (rasa ingin tahu).


Ada pepatah yang mengatakan : curiosity kill the cat. Kucing saja bisa mati karena penasaran, apalagi manusia. Dia akan berusaha untuk memenuhi rasa penasarannya, sehingga akan sangat berhasil memancing perhatian audience dengan menumbuhkan rasa penasaran mereka.


2. Pertanyaan kejutan.


Dengan memberikan pertanyaan yang tak terduga, maka perhatian audience akan teralih pada pertanyaan tersebut.


3. Pertanyaan partisipasi.


Dengan mengajukan pertanyaan yang melibatkan peserta, seperti “Siapa yang pernah …..”, maka respon terhadap pertanyaan tersebut, otomatis membuat perhatian audience akan beralih pada kita.


Hal tersebut di atas akan membuat critical factor terbuka, sehingga pemikiran audience akan siap dimasuki oleh ide-ide kita.



B. Benefit Cost Analysis


Sampaikan mengapa presentasi ini penting, yaitu dengan menyebutkan :


1. Apa manfaat mendengarkan informasi ini


2. Apa ruginya jika tidak mengerti informasi ini


Diri kita dipengaruhi oleh Pain dan Pleasure. Kita akan menghindari segala sesuatu yang bersifat menyakitkan atau merugikan dan mencari sesuatu yang bersifat menyenangkan atau menguntungkan. Pain ini merupakan sesuatu yang stupid not to go, sangat rugi jika tidak dihindari. Sementara pleasure adalah nice to have. Orang yang berpikiran rugi jika tidak mengambil kesempatan, maka tanpa berpikir panjang lagi ia akan segera mengambil kesempatan itu. Manfaatkan prinsip Pain dan Pleasure ini dalam getting attention dari para audience. Lanjutkan dengan capture and lead imagination untuk menarik minat mereka mendengarkan presentasi kita.



C. Ceritakan ide secara sistematis dan impresif


Ada dua cara untuk menjelaskan ide agar dapat dengan mudah difahami oleh audience, yaitu :


1. Uraikan pokok pikiran secara MECE (baca Misi)


Maksud dari MECE adalah Mutual Exclusive & Comprehensive Exhausted, yaitu membentuk kerangka pemikiran dengan kejelasan maksimum, setiap pokok pikiran saling terpisah (ME) dan kelengkapan maksimum (CE)


Jadi MECE adalah konsep yang dibagi menjadi beberapa komponen yang tidak boleh tumpang tindih dan jumlah masing-masing komponen menjelaskan konsep tersebut.



2. Gunakan metode TAPLE


Yang dimaksud dengan TAPLE adalah : time, aspek, perspektif, lokasi dan ekstrim.


a. Time : menjelaskan suatu konsep berdasarkan urutan waktu. Point waktu ini cocok digunakan untuk menjelaskan konsep apa pun, namun terkesan tidak terlalu intelektual.


b. Aspek : menjelaskan suatu konsep dari berbagai aspeknya dan hal ini membutuhkan penguasaan keilmuan dari konsep tersebut.


c. Perspektif : menjelaskan suatu konsep berdasarkan perspektif dari luas menuju sempit (zoom out) atau dari kecil menuju besar (zoom in). Bisa juga melalui perceptual position (1st, 2nd, 3rd dimana posisi ketiga mengobservasi posisi kesatu dan kedua). Posisi pertama bersifat subyektif, posisi kedua bersifat obyektif dan posisi ketiga adalah posisi meta (terpisah dari masalah).


d. Lokasi : menjelaskan suatu konsep berdasarkan perubahan lokasi. Ini sama mudahnya dengan menjelaskan suatu konsep berdasarkan urutan waktu.


e. Ekstrim : menjelaskan suatu konsep dengan menunjukkan pendapat yang ekstrim. Dalam hal ini menguraikan pro-contra argumentation, seperti menjelaskan manfaat dan kerugian yang mungkin muncul dari suatu tindakan yang diambil.



D. Dengan demikian.


Maksudnya adalah bagian penutup yang diarahkan pada tujuan dari presentasi tersebut. Ada beberapa cara, diantaranya :


1. Membangun causal-effect, yaitu dengan menggunakan kata-kata :


· Dengan demikian


· Sehingga, maka, hasilnya


· Akibatnya


· Jadi logis sekali


2. Rekomendasi langkah atau ajakan untuk bertindak segera.


3. Future pacing : membayangkan apa benefitnya untuk memiliki keahlian tersebut.



Demikian uraian singkat dari apa yang saya tangkap dari sesi yang berjalan selama dua jam kemarin. Selamat mempraktekkan dan semoga bermanfaat. Terima kasih.

Dewi Kurniasari

/dewikurniasari

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pembelajar sejati : suka belajar dan berbagi agar senantiasa bertumbuh dan bermakna. Learning - Sharing - Growing - Meaning
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?