Festival Cisadane 2013 [Dari Tradisi Hingga Toleransi]

15 Juni 2013 06:47:36 Dibaca :
Festival Cisadane 2013 [Dari Tradisi Hingga Toleransi]
-

Kamis malam tepat pukul 19.05, aku dan seorang adik laki-lakiku mengunjungi tempat diadakannya Festival Cisadane 2013. Lokasinya masih sama seperti tahun lalu, yakni disepanjang Jalan Berhias tepat di sisi sungai Cisadane dan di Benteng Makasar. Aku memilih untuk mendatangi lokasi yang berada di sisi kiri sungai Cisadane, yakni di sepanjang Jalan Berhias. Alasan utamanya karena lokasi ini yang paling dekat dengan rumahku, hanya membutuhkan waktu selama 5 menit dengan berjalan kaki untuk sampai disana. Selain itu, dilokasi ini juga terdapat dua panggung hiburang yakni panggung utama di bagian depan dan panggung kedua yang berada tepat di tengah – tengah arena festival.

Acaranya sendiri sebenarnya resmi dibuka pada hari rabu kemarin oleh bapak H. Wahidin Halim selaku walikota Tangerang, namun karena cuaca yang kurang mendukung alias hujan jadilah aku baru bisa mengunjunginya kamis malam kemarin. Acara yang mengambil tema "Peh Chun Meningkatkan Persaudaraan dan Melesatarikan Budaya Bangsa", adalah merupakan acara rutin tahunan pemerintah kota Tangerang  . Di panggung utama, hiburan yang berlangsung kamis malam adalah Lenong dengan judul lakonnya “Si Peh Chun dari Cisadane”. Hiburan rakyat itu menyedot hampir sepertiga pengunjung yang datang. Ada yang memilih duduk di trotoar, atau duduk tanpa alas di jalan aspal. Sementara itu dipanggung ke dua, diadakan pagelaran wayang golek dengan dalang Abah H. R. Agus Baskara Madya.

13712165831420234585
pertunjukan lenong yang berjudul Si Peh Chun dari Cisadane
1371216817168400777
para pemain lenong
1371217121972956677
persiapan sebelum pertunjukan wayang golek dimulai
1371217235477146404
pertunjukan wayang golek

Selain hiburan di dua panggung besar itu, yang tak kalah menarik minat penonton adalah duo beatboxer Tangerang dan sepasang freestyler Tangerang. Duo freestyler dengan energiknya melakukan aksinya yang dipandu iringan musik mulut alias beatbox. Setelah aksi freestyle dan beatbox selesai, panggung kecil itu digunakan oleh tiga orang remaja yang menyuguhkan musik rege.

1371217351813400534
aksi para freestyler dan beatboxer tangerang

Tak lengkap rasanya bila mengunjungi festival cisadane tetapi tidak menyambangi tiap stand yang ada. Aku dan adiku lantas berjalan sepanjang jalan Berhias menyusuri tiap inci stand yang ada di festival cisadane. Mulai dari pameran oleh tiap institusi dinas yang ada di lingkup pemerintahan kota Tangerang seperti dinas kependudukan, dinas pertamanan, pemadam kebakaran, dan beberapa instansi yang lain. Pelayanan dan informasi mengenai kependudukan seperti pelayanan e-KTP juga tersedia disana. Ada juga donor darah oleh PMI kota Tangerang yang mobilnya terparkir tepat disamping panggung utama.

Hasil kerajinan tangan asli buatan penduduk kota Tangerang juga dipamerkan disana. Seperti hasil kerajinan tangan dari eceng gondok berupa tas, tempat sampah, tempat HP dan lampu hias. Hasil kerajinan berupa tas dari limbah plastik bekas detergen bubuk maupun kopi bubuk dan sejenisnya, hasil kerajinan tangan berupa miniatur mobil tempur dan robot dari limbah alumunium dan bohlam lampu. Ada pula contoh bank sampah yang omsetnya bisa mencapai 1 juta rupiah perbulannya.

13712179541266068883
tas, dompet, tempat sampah dan lampu hias dari eceng gondok
1371218572695835060
hasil kerajinan dari limbah plastik detergen, kopi bubuk, dll

Pernak pernik wanita seperti bros, korsache, sendal, baju, dan kerudung juga tersedia disana. Selain itu untuk yang membawa anak kecil berjejer beberapa penjual mainan anak seperti boneka barbie, lampu berbentuk angry bird, bola bekel yang bisa menyala, dan masih banyak lagi. Dan tak ketinggalan tempat berjejernya para penjual makanan yang bertajuk wisata kuliner nusantara. Mulai dari kerak telor, kue cubit, siomay, kue pepe, kue rangi, pempek, ketoprak, bakso, es mutiara, dan beberapa makanan lain.

13712198081666447598
mari berwisata kuliner... ^^

Acara terakhir yang aku tonton sebelum pulang adalah partunjukan Barongsai. Barongsai yang awalnya hanya bisa dinikmati oleh etnis tionghoa saja, saat ini sudah sangat mudah dijumpai. Bahkan dikawasan pasar lama tempat biasa aku melakukan wisata kuliner malam, beberapa kali barongsai pernah aku liat melakukan aksinya. Sebagian besar masyarakat benteng makasar memang merupakan etnis tionghoa atau yang biasa di sebut dengan cina Benteng. Di Tangerang sendiri perbedaan etnis yang ada tak pernah menjadi masalah, bahkan menjadi budaya yang mengayakan.

Berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, acara tahun ini menurutku lebih meriah dan lebih ramai. Selain karena jumlah stand yang ikut dalam pameran lebih banyak dan beragam yakni terdiri dari 30 stand dinas instansi dan UKM serta 35 stand perusahaan swasta, hiasan lampion warna – warni menambah semarak jalannya Festival Cisadane tahun ini. Festival Cisadane masih akan berlangsung hingga tanggal 16 Juni 2013. Jadi untuk rekan – rekan kompasianer yang berdomisili di Tangerang dan sekitarnya, tak ada salahnya menyambangi Festival Cisadane. Akan ada senam masal yang diikuti oleh 5000 peserta di hari minggu pagi besok, selain itu akan ada penampilan reog, tari barong dari komunitas bali, tari lenggang cisadane, atraksi barongsai dan acaranya sendiri baru akan ditutup sore harinya.

1371253550642950028
jadwal acara festival cisadane 2013

13712175191004419971

13712176211691352924
mobil pelayanan e-ktp
1371217721192248563
mobil PMI kota Tangerang
1371218792448161944
ada kelinci unyu-unyu ini juga di stand dinas pertanian
13712189181859725118
miniatur mobil tank dari limbah alumunium
13712193991095292791
robot dari limbah bekas lampu bohlam
1371219527890061826
bunga-bunganya cantik kan?
13712196851273595898
bank sampah yang omsetnya mencapai 1 juta rupiah perbulan
1371220007132705341
pemandangan sungai cisadane di malam hari (benteng makasar)
1371220192655422786
atraksi barongsai
1371252999733719137
sang dalang yang sedang beraksi
1371253133867934052
jejeran boneka barbie yang cantik
13712533471080741677
korsache dan bros

Dewi Wahyu Kurniawati

/dewa_kurniawati.

TERVERIFIKASI (HIJAU)

hanya seorang tukang obat yang suka mbolang...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?