Cocok kah Khilafah Menggantikan Pancasila

07 Juni 2017 18:52:45 Diperbarui: 07 Juni 2017 20:47:03 Dibaca : 26 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Pancasila sebagai dasar dan falsafah NKRI bukanlah sebuah agama, dan tidak dapat menggantikan agama, tidak pula dapat digunakan untuk menggantikan kedudukan agama. Kedua, Sila Ketuhanan yang Maha Esa sebagai dasar NKRI, dalam Pasal 29 Ayat (1) UUD 1945 dan menjiwai sila-sila lain, mencerminkan tauhid dan keimanan dalam Islam. Ketiga, bagi NU, Islam memuat aqidah dan syari'ah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Keempat, Penerimaan dan Pengamalan Pancasila merupakan wujud kongkrit umat Islam Indonesia untuk menjalankan syari'at agamanya. Kelima, konsekuensi dari ini semua, NU wajib mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak.

Barisan ulama yang tergabung dalam jamiyyah NU saja telah berijtihad secara progresif dan menyatakan bahwa Pancasila telah sesuai dengan nilai-nilai universal Islam, namun kenapa akhir-akhir ini muncul keinginan dan pemikiran merubah Pancasila menuju negara khilafah islamiyah. Kiai Ahmad Shidiq menegaskan secara tegas bahwa bagi NU, NKRI berdasar Pancasila merupakan bentuk final dari upaya membentuk negara oleh seluruh bangsa Indonesia. Melalui pidatonya, Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk "gebug" ormas atau kelompok yang tidak sepakat dengan hadirnya Pancasila. 

Sebagai generasi muda, tentunya dalam memahami nilai universalitas Islam harus dikaji secara utuh dan tidak hitam-putih dalam mengambilnya sebagai idiologi pemikiran. Kehadiran islam unyu-unyu, dan terakhir gerakan Persekusi FPI menandakan bahwa pemahaman tentang Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam belum maksimal dibenamkan dalam memorinya.  Bayangan Islam yang diterima dalam akal dan berlanjut dalam kegiatan praktis yang dilakukan masih jauh dari aspek holistik yang terdpat dalam ajaran Islam secara murni.
Bagi mereka, bela Islam dengan berbagai bentuk yang sedemikian rupa berakibat pada kejayaan dan memperindah citra Islam, namun kenyataanya berkebalikan. Justru Pancasila yang oleh sebagian mereka dianggap tidak islami, namun jika dipraktekkan secara kaffah maka hasilnya jauh lebih islami dari ulah sekelompok ormas dengan atribut jubah, jenggot, panji-panji bendera bertuliskan lafald syahadat yang kian marak.

Saya Indonesia

Saya Pancasila

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana