Dasein Apuy
www.kompasiana.com/dasein_apuy

pendiam, pemalu, pemikir, perenung dan penghujat
Kompasianer sejak:
8 July 2010
Tulisan : 7 artikel
Komentar : 2 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadi Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Filsafat

Menjadi Manusia: Pembacaan MT Misbah Yazdi

MENJADI MANUSIA: PEMBACAAN M.T. MISBAH YAZDI[1] Oleh: Saeful Anwar[2] “Aku heran dengan orang yang mencari barangnya yang hilang padahal [di saat yang sama] ia kehilangan dirinya namun ia ...

REP | 24 September 2011 11:45

101   0   dibaca Nihil

Filsafat

KEPASTIAN adalah KERAGUAN

Oleh: Saeful Anwar[i] FILSAFAT telah kehilangan makna aslinya. Demikian ucap Frithjof Schuon dalam The Transfiguration of Man.[ii] Filsafat yang mulanya di maknai sebagai “cinta kebijaksanaan” dari ...

OPINI | 9 June 2011 00:36

0   0   dibaca Nihil

Urban

aku ber-solek, maka aku ada

RAMBUTNYA tertutup kerudung pink. Tubuhnya nan ramping terbalut sweeter putih, dan jeans ketat membungkus kakinya. Gadis itu berpostur ramping dengan tinggi 150 cm, diantara jeans ...

OPINI | 9 June 2011 00:26

46   0   dibaca 1 inspiratif

Buku

Landorundun; Belajar dari Kelupaan

KETIKA JATI DIRI INDONESIA sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya sudah terlupakan maka nilai apalagi yang patut kita contoh di zaman yang serba meniadakan batas ...

REP | 17 April 2011 23:17

225   0   dibaca Nihil

Filsafat

Belajar dari Socrates; Menjadi Mahasiswa Sejati

Saya barangkali sedikit lucu adalah semacam seekor lalat liar di atas tengkuk seekor kuda [Socrates] MULANYA adalah gelisah, ujungnya hasrat untuk berkuasa. Pagi itu, secangkir kopi ...

OPINI | 22 November 2010 23:40

180   2   dibaca Nihil

Filsafat

Men[ziarah]i Makam Tuhan

Seringkali kita harus tetap diam; Kita kekurangan nama-nama suci Hati bisa berdetak dan pecah, Namun ucapan tetap tidak dikatakan. Tetapi sayang generasi kita berjalan dimalam hari, Tinggal di neraka, tanpa ...

OPINI | 22 November 2010 23:35

152   1   dibaca Nihil

Filsafat

Bunuh Diri [1]

Lebih baik tidak dilahirkan, dan yang terbaik adalah segera mati—silenusi Menguak maknawiah. Manusia menjadi gamang sebab di sanalah kemungkinan bersemayam. Menganyam semesta jadi indah dan bermakna. ...

OPINI | 8 July 2010 10:02

17   0   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: