Cermin Paskah: Jumat Agung

06 April 2012 09:59:10 Dibaca :

Jakarta, 6 April 2012. Hari ini di seluruh dunia Umat Nasrani (Kristen Protestan dan Kristen Katholik) merayakan Hari Jumat Agung, setelah kemarin Kamis Putih dan besoknya Sabtu Suci, sebelum Hari Raya Paskah di hari minggu nanti. Inilah hari terpenting dibandingkan Hari Natal yang dijadikan patokan bahwa hari itu kedatangan TUHAN pertama kali di dunia ini.


Hari Raya Paskah merupakan hari terbesar bagi umat manusia karena inilah moment dimana TUHAN menyatakan Kasih Karunia-NYA yang sungguh luar biasa bagi manusia yang diciptakan-NYA. Hari Raya Paskah merupakan penggenapan rencana penyelamatan TUHAN untuk manusia yang dicintai-NYA agar terbebas dari belenggu dosa yang mengikat sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Karena dosa itu maka kemuliaan ALLAH dalam diri manusia hilang, sehingga manusia tidak bisa lagi mendekati Yang Maha Mulia, ALLAH, TUHAN semesta alam. Seberapa kuatnya manusia itu berusaha untuk menjadi suci maka akan sia-sia, karena tetap yang bernoda tidak akan bisa mendekati Yang Tak Bernoda itu. Itulah Adam dan hawa di usir dari Taman Eden karena ALLAH, TUHAN Semesta Alam tidak lagi bisa bersama-sama dengan manusia.


Saat sekarang ini tidak perlu lagi ritual-ritual korban yang perlu dilakukan manusia untuk menebus segala dosa-dosanya karena semua itu sia-sia. Jadi, tidak ada satu pun manusia yang bisa menyelamatkan dirinya dari cengkraman dosa dan upah dosa adalah maut. Hanyalah Kasih Karunia ALLAH kita bisa selamat dari maut, bukan usaha kita atau kemampuan kita. Hanya lewat DIA yang menjadi korban sempurna di kayu salib, kita telah dibebaskan dari belenggu dosa dan kemuliaan ALLAH kembali dalam diri manusia yang percaya pada Yesus Kristus, TUHAN Semesta Alam.


Sekarang ini banyak Umat Nasrani memakai salib sebagai aksesoris dari gelang, anting, kalung hingga pernak pernik di rumah. Namun, apakah mereka tahu makna salib itu sendiri dalam hidupnya atau hanya sekedar sebagai aksesoris dalam hidupnya? Salib merupakan hukuman yang paling keji yang ada di dunia ini, bahkan penulis sendiri tidak dapat membayangkan bila mengalaminya. Tapi DIA, Yesus, ALLAH yang hidup itu rela melakukannya untuk menggantikan kita, manusia yang diciptakan-NYA. Sehingga kita yang percaya Yesus Kristus, TUHAN Semesta Alam menerima kembali kemuliaan ALLAH menjadi manusia baru dengan menyalibkan manusia lama kita.


Siapa manusia lama itu? Manusia yang suka dengan hawa nafsu pemberontakan terhadap ALLAH, arogan, marah, emosi, egois, sombong, membenci, memusuhi, pembohong dan masih banyak lagi sifat manusia yang tidak berkenan di hadapan-NYA. Ada banyak alasan buat DIA untuk tidak menyelamatkan kita, namun DIA tetap turun ke dunia ini mencari kita, manusia berdosa ini. Lewat pengorbanannya di kayu salib itu, kemuliaan ALLAH dikembalikan ke dalam hidup manusia yang percaya kepada-NYA.


Sebagai Umat Nasrani mari kita cek bersama, sudahkah kemuliaan ALLAH itu ada dalam hidup kita? atau masih manusia lama? Bila kemuliaan ALLAH ada dalam hidup Umat Nasrani lantas mengapa banyak gereja yang dihalangi pembangunannya di Indonesia? Mengapa ada masyarakat yang menutup gereja? atau di bakar? bahkan di bom? pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah ditujukan kepada mereka yang melakukannya, tetapi pertanyaan ini berbalik kepada gereja itu sendiri. Adakah kemuliaan ALLAH di gereja? Baik itu gereja sebagai bangunan ibadah maupun diri kita sendiri, karena tubuh kita adalah bait suci ALLAH.


Sebagai manusia baru, yang percaya Yesus Kristus, TUHAN Semesta Alam. DIA menginginkan kita menjadi orang yang rendah hati karena kita ada di dunia tanpa membawa apa-apa dan begitu pula saat kontrak kita selesai di dunia ini itu tidak membawa apa-apa. Segala sesuatu yang kita kerjakan dan usahakan akan mendapatkan hasil yang berlimpah itu semua karena DIA memberikannya bukan karena kehebatan dan kemampuan kita. Jauhlah sikap arogan dan kesombongan dalam hidup kita. (Yak. 4:6) Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."


Bila gereja tidak membawa dampak positif buat orang disekitarnya maka dapat dipertanyakan keberadaannya. Tidak penting berapa banyak gereja berbuat baik buat orang disekitarnya, namun hal yang paling penting dari semua itu, berapa banyak kasih yang kita berikan dalam perbuatan baik itu? Kita, manusia yang telah diselamatkan karena iman dan percaya kita kepada Yesus Kristus, telah menjadi bagian dari Keluarga ALLAH. (1Yoh. 3:1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Oleh karena itu, kita harus berdampak positif dan berguna bagi orang disekitar kita agar kemuliaan ALLAH dinyatakan dalam kehidupan mereka lewat kita. (1Yoh. 4:7-8) Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.


Ajaran Kasih TUHAN Yesus terlihat sepele bagi Umat Nasrani namun dalam mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sungguh amatlah sangat sukar. Namun hal yang terlihat sepele inilah banyak Umat Nasrani yang tersandung di dalam kehidupannya. Kasih adalah mengikhlaskan hak kita untuk kepentingan orang lain, sedangkan nafsu adalah mengambil hak orang lain untuk kepentingan kita.


Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin menyampaikan kepada semua Umat Nasrani untuk mengambil cermin paskah lalu pandanglah diri kita dalam cermin itu. Apakah kita selama ini telah melakukan kasih atau nafsu? Selamat Hari Jumat Agung.

Daniel Tallu

/daniel7978

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Financial Planner Professional on PT. TRUST Advisor
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?