Amakusa Shiro
Amakusa Shiro

A masterless Samurai

Selanjutnya

Tutup

Tekno headline

Produk "Apple" Setelah Badai Berlalu

10 September 2017   11:20 Diperbarui: 10 September 2017   21:26 1511 4 1
Produk "Apple" Setelah Badai Berlalu
(www.macworld,co.uk)

Minggu-minggu ini, saham di DJIA sedang mengalami penurunan dibanding dengan 3 minggu sebelumnya. Beberapa dari sebabnya adalah kekhawatiran terhadap keamanan (dunia) dengan ulah si "anak nakal" Korut. Lalu sebab lain adalah, dampak ekonomi akibat badai Harvey yang menghantam negara bagian Texas.

Terlebih lagi badai Irma sekarang sedang bergerak menuju Florida dari arah timur laut kepulauan Karibia. Pemerintah Amerika sudah memberi peringatan agar masyarakat berhati2 dan menjauh dari prediksi jalur pergerakan badai, karena kemungkinan kekuatannya melebihi badai Harvey, bahkan diperkirakan bisa masuk peringkat 5 besar badai yang pernah memporak-porandakan Amerika.

Masyarakat yang panik kemudian memborong bahan2 makanan (maupun kebutuhan lain) dan bahan bakar, yang mengakibatkan kelangkaan persediaan stok barang di supermarket maupun antrian panjang di pom bensin yang berujung pada jalan menjadi macet.

Ini pula yang menyebabkan pelaku pasar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi. Mereka lebih memilih untuk melihat dulu situasi atau keadaan dan bagaimana perkembangan nantinya.

Apple dikabarkan akan mengumumkan produk iPhone barunya tanggal 12 September mendatang.

Harga saham Apple sebagai perusahaan besar tentunya bisa mempengaruhi pergerakan saham yang terdaftar di lantai bursa efek dunia, sehingga rencana peluncuran produknya itu mendapat perhatian terutama oleh pelaku saham, juga para peminat teknologi (khususnya gawai) dan tentunya para fansboy nya.

Mengenai rumor sekitar nama produk iPhone maupun fitur yang ditawarkan sudah banyak beredar "liar" di internet. 

Mulai dari nama iPhoneX (X adalah lambang 10 dalam huruf romawi) untuk mengenang 10 tahun sejak diluncurkannya iPhone pertama kali, maupun nama iPhone 8 sebagai penerus dari iPhone 7 yang sekarang.

Lalu tentang beberapa fiturnya yang diusung adalah, OLED display, kemampuan wireless (inductive) charging, facial recognition, virtual home button, penanaman prosesor baru (A10X atau A11) dan lainnya. 

Kita tahu bahwa brand image dari Apple yang sangat kuat (termasuk ke-eksklusif-an nya) dan kemampuan untuk memadukan dan inovasi untuk memberi nilai tambah pada teknologi yang sudah ada, dibalut dengan kemampuan marketing yang "cantik" tentunya membuat kedudukan Apple istimewa dan patut untuk mendapat perhatian.

Perjalanan Apple

Tidak ada yang mengira bahwa perusahaan Apple yang dimulai dan didirikan dari pertemanan antara dua Steve, yaitu Steve Jobs dengan Steve 'Woz' Wozniak di garasi rumah Jobs tanggal 1 April 1976 dengan modal $1.350, sekarang bisa berharga $752 biliun (dengan dua belas nol) !

Apple pertama kali merilis produk ke pasaran dengan Apple I, lalu dilanjutkan dengan Apple II dan Apple III.

Ketiga produk ini masih berbasis teks dan belum mempunyai mouse. Dengan kejeniusan Woz dan kelihaian visi Jobs melihat perkembangan teknologi ke depan dan sekaligus menangkap peluang, lahirlah LISA (Local Integrated System Architecture). Komputer berbasis grafis yang dilengkapi dengan mouse satu tombol (yang merupakan trademark Apple sampai sekarang).

Ide Jobs meluncurkan LISA (yang kebetulan juga merupakan nama anak Jobs) didapatnya setelah setelah mengantongi ijin dan melihat2 di dalam Xerox PARC. Tempat ini, yang merupakan pusat riset perusahaan Xerox, menjadi motor penggerak untuk pengembangan teknologi maju (di jamannya) seperti Optical Media, Ethernet, Laser Printer dan lain2 yang sekarang masih kita gunakan.

LISA diluncurkan ke pasar tahun 1983, dengan display yang menyatu dengan Hardware (HW)nya. HW yang menyatu dengan display ini juga akan menjadi ciri khas beberapa produk komputer Apple selanjutnya. LISA diperlengkapi mouse hanya dengan satu tombol (komputer yang menjadi sumber ide Jobs mempunyai 3 tombol mouse) untuk memangkas ongkos produksi.

Reaksi pasar tidak begitu bagus kala itu, selain karena harganya yang mahal, juga pelayanan after sales nya yang buruk. Apple kemudian mengeluarkan penerusnya LISA2 dengan harga yang lebih murah, namun tetap tidak bisa mendongkrak penjualan dibanding produk sebelumnya.

Apple kembali menggebrak dunia dengan peluncuran Macintosh 128K di tahun 1984. Komputer mungil dengan HW dan display terintegrasi dalam satu kotak ini menggunakan prosesor Motorolla. 

Kita tahu bahwa Jobs yang meluncurkan produk Macintosh pertama kali. Namun Jef Raskin adalah orang yang mengembangkan Macintosh dari awal karena dia ada di bagian pengembangan komputer low cost bagi pengguna baik di kantor maupun di rumah dua tahun sebelum Jobs masuk dan ambil bagian di dalamnya.

Jef kemudian memutuskan keluar dari Apple di tahun 1982, 2 tahun sebelum produk Macintosh itu diluncurkan ke pasar.

Setelah ini Macintosh meluncurkan beberapa produknya, diantaranya Macintosh 512K, SE, SE/30, Classic, lalu Macintosh Portable yang merupakan produk pertama Apple dalam bentuk Notebook.

Apple dengan produk nya Macintosh, selalu menggunakan prosesor buatan Motorolla. Prosesor yang biasa dijuluki Motorolla 68K ini merupakan salah satu prosesor yang tercanggih di jamannya. Selain di gunakan pada Macintosh, prosesor ini digunakan pula pada komputer Amiga, Atari, bahkan digunakan untuk komputer workstation berbasis Unix seperti Sun dan Apollo. Di Jepang, Sharp adalah salah satu vendor yang menggunakan prosesor Motorolla di produk komputer X68000.

Pengalaman saya sendiri menggunakan produk Macintosh Plus juga SE (juga produk yang lain), performanya memang jauh lebih bagus dibandingkan dengan komputer berbasis Intel pada jamannya. Perpaduan antara sistem multitasking (sistem yang mengerjakan beberapa perintah atau program aplikasi secara bersamaan tanpa menurunkan performa komputer) dari Macintosh OS bersinergi bagus dengan prosesor Motorolla. Prosesor Motorola memang banyak dipakai pada workstation berbasis UNIX yang lebih unggul dalam hal manajemen memori untuk multitasking.

Saya masih bisa maklum ketika meluncurkan produk high grade nya, Apple memutuskan untuk memakai prosesor PowerPC, yang merupakan buatan dari aliansi AIM (Apple-IBM-Motorolla).

Namun saya kuciwa berats ketika mereka mengumumkan untuk berpaling kepada Intel pada Worldwide Developers Conference (WWDC) tahun 2005. Setahun kemudian mereka memakai prosesor Intel dan meluncurkan produknya antara lain Mac Mini, Macbook, iMac.

Untungnya saya nggak berlama-lama baperan dan berusaha sekuat tenaga untuk move-on. Buktinya, saya kemudian dengan sukarela membeli Mac Mini.

Lalu selain PC, seperti kita ketahui Apple juga meluncurkan banyak produk lain diantaranya iPhone, iPod, iPad, Apple Watch, dan Apple TV. Selain HW, Software (SW) nya juga mengalami transformasi dari System 1 yang dipergunakan di produk awalnya kemudian bertransformasi menjadi System 2,3 dan seterusnya. 

Setelah System 7, nama "System" mereka ganti dengan nama "MacOS" dimulai dari MacOS 8,9 lalu sekarang MacOS X dengan versi terbarunya 10.13 yang mempunyai nama kode High Sierra.

Untuk produk HW selain PC, mereka memakai sistem operasi (OS) sendiri, seperti tvOS pada produk apple TV dan watchOS pada produk apple watch. Beberapa waktu yang lalu mereka berencana untuk menyatukan OS (dalam platform yang sama kemudian di-customize di tiap HW) untuk semua produk HW nya, namun kelihatannya belum bisa terwujud dalam waktu dekat.

Banyolan tentang Apple (www.funnyresources.com)
Banyolan tentang Apple (www.funnyresources.com)

iPhone dalam pasar persaingan Smartphone

Produk iPhone pertamakali dikenalkan Steve Jobs kepada publik pada acara Macworld 2007 di San Francisco.

Dia mengatakan bahwa "iPhone merupakan produk yang revolusioner dan menakjubkan dan berada 5 tahun di depan produk telefon yang lain". Dia kemudian melanjutkan, "iPhone merupakan telefon seluler yang menggabungkan antara perangkat musik dan perangkat internet yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Ini secara dramatis akan mengubah cara kita hidup, kemudian menciptakan industri baru yang akan banyak diikuti oleh vendor lainnya".

Dalam hal kemampuan OS nya untuk multitasking, memang OS yang disemat dalam iPhone sudah lebih dahulu belajar banyak dan sudah lebih mahir dibanding dengan produk lain. Karena Apple berhasil membuat OS yang benar2 mempunyai kemampuan multitasking sejak mereka meluncurkan produk Macintosh.

Sehingga kalau dilihat dari segi OSnya, iOS lebih unggul dibanding dengan smartphone berbasis Android. Juga aplikasi di Apple Store mendapatkan pengawasan ketat sehingga konsumen bisa terlindungi (misalnya dari malware), walaupun jumlah aplikasinya lebih sedikit bila dibandingkan dengan aplikasi berbasis Android.

Apple selalu mengontrol OSnya agar bisa optimal di setiap HW (jenis iPhone) nya. Memang OS yang terbaru akan selalu dituning supaya kinerjanya bisa optimal di HW terbaru keluaran mereka. Jadi terkadang kalau kita menggunakan HW lawas dengan OS terbaru, terasa agak lemot dan bahkan tidak mungkin akan macet (hang).

Sebenarnya ini hal yang biasa saja. Hal yang sudah lumrah dalam hukum Ekonomi. Untuk memuaskan pemakai, maka vendor tentunya harus mengeluarkan uang (yang tidak sedikit) untuk mengembangkan HW atau SW yang baru. Jika pemakai ingin merasakan manfaat hasilnya, tentunya harus rela mengeluarkan uang untuk "membayar" jerih payah vendor sebagai pengganti biaya pengembangan dan tetek bengeknya. 

Tentunya, jika pemakai tidak sudi untuk mengeluarkan dana lebih, maka dia harus puas dengan SW/HW yang dimilikinya. Dan pastinya, lama kelamaan pemakai ini juga pasti "terpaksa" untuk, entah upgrade SW atau HW nya, karena memang kebutuhan (misalnya saja applikasi tidak mendukung karena mengharuskan kita upgrade) atau performa gawai lamanya sudah menurun (misalnya sering hang atau baterai nya sudah soak).

Apple memang lihai dalam berinovasi, dan selalu mempunyai visi ke depan. Kalau kita lihat, teknologi yang diusung oleh iPhone memang bukan teknologi yang termasuk baru, bahkan paling muktakhir. Sebutlah misalnya dual-lens, yang sudah diusung lebih dahulu oleh Huawei dan finger recognition. Namun selalu saja ada inovasi, dan "nilai tambah" dari produk2 iPhone. Dan terutama, petinggi dari Apple selalu mempunyai visi kedepan dan selalu dapat memprediksi tren yang akan terjadi di pasar.

Bagaimana wujud iPhone baru dan pergerakan saham setelah itu ?

Sejak 2012 dimana Apple selalu merilis produk barunya di bulan September, pergerakan saham Apple memang tidak menggembirakan karena harga sahamnya mengalami penurunan 3 kali, walaupun tercatat juga ada kenaikan 2 kali. Salah satu sebabnya adalah, dengan merilis produk barunya, maka tidak ada bahan (produk) baru lagi yang bisa dimunculkan setelah itu. Ekspektasi pasar sudah mencapai klimaksnya pada saat peluncuran produk baru. Tak ada lagi yang ditunggu dalam beberapa bulan sesudahnya, sehingga bisa memicu penjualan saham.

Menurut orang2 yang berhubungan dengan produksi seperti yang dilansir Wall Street Journal, ada keterlambatan dalam proses pembuatan produk baru iPhone. Perusahaan Hon Hai Precision company yang merupakan perusahaan yang diserahi tugas memproduksi iPhone sekarang sedang mempercepat laju produksinya. Namun jika kemudian laju produksi ini tidak bisa memenuhi permintaan terutama permintaan besar yang diperkirakan akan terjadi di setiap akhir tahun, maka akan berpengaruh (bisa membuat lesu) pada pergerakan saham.

Minggu depan akan menjadi minggu yang penting, karena pelaku ekonomi akan memantau dengan hati2 dan teliti 2 hal, yaitu pergerakan badai Irma dan bagaimana tren penjualan iPhone baru nantinya di pasaran.