PILIHAN HEADLINE

Women Only Belong In The Kitchen? Coba Pikir Dulu Deh

14 April 2017 23:17:54 Diperbarui: 17 April 2017 08:03:26 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Women Only Belong In The Kitchen? Coba Pikir Dulu Deh
Ilustrasi: www.theodysseyonline.com

Apa yang kalian rasakan kalau ditanya tentang ngelanjutin pendidikan dan dijawab, “Ngapain sekolah-tinggi kalau ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga?”? kecewa, putus asa, marah, atau pasrah?

Well, Kalimat ini pasti sering di dengar di telinga para kaum perempuan ketika ditanya mau lulus lanjut kemana atau ketika kekasihnya merencanakan apa yang akan dilakukan di masa depan. Memang sih , kebanyakan kaum perempuan sering dianggap remeh kalau mereka berniat ngelanjutin kuliah ke jenjang sarjana atau lebih. Hal ini sudah menjadi salah satu mindset yang diterapkan di lingkungan sosial kita, tidak hanya laki-laki, tetapi juga tidak sedikit perempuan yang juga berpikiran yang sama. Mendapatkan pendidikan yang layak dan mengejar cita-cita setinggi mungkin itu memang hak semua orang, termasuk juga wanita. 

Menjadi seorang wanita bukan menjadi penghalang untuk bercita-cita dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi buat kalian. Kalau masih ada yang berpikiran wanita gak berpotensial untuk melanjutkan pendidikan, mending pikir dulu deh. So, berikut ini alasan-alasan kenapa cewek justru perlu melanjutkan pendidikan setinggi mungkin 

1. Intelligence over Appearance!

Jadi wanita gak hanya pinter dandan, guys. Siapa sih yang gak tertarik dengan cewek cantik, tetapi kalau ceweknya pintar dan memiliki latar pendidikan yang bagus tentu menjadi bonus untuk cewek itu tersendiri. Kalau ceweknya cantik doang, tetapi pas diajak ngobrol malah gak nyambung atau gak tau topic yang akan dibahas kan bikin illfeel. Hal itu dapat menjadi minus buat kaum perempuan. Wanita yang berpendidikan bisa menjadi teman, kekasih, atau istri yang baik karena mereka juga berpikir menggunakan pengetahuan dan logika yang pasti membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis di kehidupan rumah tangga.

2. Mendidik Anak

Kalau kita perhatikan, penentuan sikap, mindset, bahkan masa depan anak juga tergantung dari cara orang tua dalam mendidik anak. Mendidik anak memang bukan pekerjaan yang mudah bagi seorang ibu, tetapi ilmu pengetahuan dan pendidikan tentu sangat bermanfaat untuk mendidik anak, apalagi di jaman teknologi serba canggih sekarang dimana anak palian pada usia tertentu akan terjun di dunia yang lebih luas, pasti perlu pengawasan lebih.

Seorang ibu perlu mengerti tentang teknologi, yah gak gagap teknologi lah , jadi sang ibu tau dampak-dampak fisik atau psikologis yang akan dialami sang anak. Disini cara berpikir orang tua akan menentukan cara berpikir anak. Karena kamu akan menjadi sekolah pertama bagi anak-ana kalian kelak sehingga kamu bisa membangun generasi unggu yang akan menjadi penerus bangsa, bukan perusak bangsa. 

3. Financial Supporter untuk rumah tanga

Karir vs Keluarga? Seringkali kita denger kalimat “Biar aku yang kerja, kamu urus rumah tangga aja.” kerap kali didengar ketika cewek merencanakan masa depan rumah tangga setelah menikah. Jadi, cewek bukan berarti menjadi ibu rumah tangga dan hanya menunggu uang jajan dari suami, wanita juga pantas mendapatkan pendidikan dan meanjutkan jenjang karirnya, selama tidak tidak menyimpang.

Kita tidak ada yang tau sampai kapan umur dan jabatan suami akan bertahan, seorang wanita yang punya bekal pendidikan bisa bekerja membantu suami. Mereka bisa bekerja di kantor, membuat usaha, dll. Wanita yang punya ilmu pasti akan terus menyerap dan mengembangkan ilmu mereka dalam hal apapun. wanita yang memiliki karir tidak hanya bisa menyalurkan bakat dan hobinya, tapi juga dapat membantu suami dari segi finansial dan juga bisa membantu mengurus rumah tangga di waktu yang sama loh. 

4. Cewek berpendidikan tinggi bukan untuk mengalahkan laki-laki

Ini dia alasan paling klasik kenapa perempuan kerap tidak dianjurkan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Padahal, pemikiran yang seperti ini harus diubah. Perempuan menempuh pendidikan yang tinggi kerap membuat para lelaki minder, apalagi kalau seorang wanita didukung latar pendidikan nya lebih tinggi. Hal ini bukan berarti kaum perempuaningin lebih superior, tetapi  ingin membuktikan mereka juga memiliki potensial yang sama dengan laki-laki.

Menjadi wanita yang berpendidikan bisa melatih mereka berpikir secara logis tidak hanya di dalam komunikasi, tetapi juga dalam kehidupan dimana mereja akan menghadapi berbagai masalah di kehidupan mereka yang mengharuskan mereka untuk mandiri, misalnya ditinggalkan atau bercerai, wanita harus bertahan  tanpa bergantung dengan orang lain.

Nah dari alasan-alasan di atas, bisa disimpulkan sebagai hal kecil untuk mengubah mindset yang diterapkan bahwa kaum perempuan yang gak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kita bisa melihat dari beberapa tokoh wanita yang bisa berkarya dan menjadi tokoh sukses di dunia. Berpendidikan tinggi bukan menjadi masala dalam rumah tangga, justru hal tersebut bisa menjadi bonus untuk kehidupan rumah tangga dan mendidik generasi penerus bangsa yang lebih unggul untuk masa depan.

Selengkapnya check di gerakan The Ladies First di
Instagram : @the.ladiesfirst

Daina Pratiwi

/dainapratiwi121

Penulis Pemula yang ingin belajar menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL wanita

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana