Onani Dibantuin Istri?

06 Juni 2012 10:45:37 Dibaca :

Jangan acuh dan merasa tabu membaca rubrik seksologi, karena pasti berguna. Meskipun selama ini bersyukur tidak mengalami, saya lumayan tertarik dengan sebuah tanya jawab di rubrik Konsultasi Seks di Kompas.com 02 Mei 2012 yang di asuh oleh dr. Wimpie Pangkahila. Judul temanya lumayan memancing rasa ingin tahu, yaitu “Gangguan Ereksi Akibat Onani Dibantu Istri ?”


Yang “menggelitik” rasa ingin tahu tentu saja pengetahuan yang bermanfaat tentang gangguan ereksi dan onani dibantu istri itu. Penasaran? Bagi yang tertarik, belum membaca, atau ingin tahu, yuk kita menyimak ulang.


Pertanyaan seorang pria dari Purwokerto itu adalah :


Usia saya 35 tahun. Istri 26 tahun. Semenjak kelahiran anak kedua 2 bulan yang lalu, penis saya tidak bisa ereksi. Ereksi sebentar, kemudian lemas lagi. Kalau saya perhatikan, pada pagi haripun sulit mengalami ereksi. Apakah ini ciri saya mengalami impotensi? Perlu di ketahui, selama masa nifas, saya sering onani dibantu istri untuk melepaskan hasrat seksual, apakah ini penyebabnya? Apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan ereksi saya kembali seperti semula?


Maaf, awalnya saya tersenyum membaca pertanyaan ini. Bukan bermaksud tidak simpati dengan apa yang di“derita” pria ini, tetap bersimpati. Senyum saya adalah karena salut kepada si istri, yang meskipun pada masa nifas, dia begitu mengerti dan memahami keinginan suaminya. Sayangnya memang pertanyaan itu kurang bercerita rinci. Terutama tentang bagaimana teknis onaninya, karena menurut saya “jalan lain” itu berpengaruh juga pada kesuksesannya. Dia tidak bercerita, media apa yang mereka lakukan sebagai cara onani itu. Padahal kan bisa secara H, O, ataupun P dan lainnya, yang tentu hasilnya bisa berbeda.


Demikian juga tentang “peran” istrinya di sini, apakah murni hanya “membantu” suami ataukah memposisikan diri layaknya bercinta dengan pasangannya itu. Tentu berbeda pengaruhnya terhadap gairah suaminya kan?


Tapi, tentu saja yang layak menjadi referensi dan pengetahuan, terutama tentang hal-hal yang berkaitan dengan ereksi dan onani itu adalah jawaban dari sang pakar, pengasuh rubrik ini.


Jawaban dr.Wimpie adalah :


Ada banyak penyebab yang mengakibatkan gangguan ereksi. Tetapi perlu dipastikan apakah gangguan ereksi yang Anda alami disebabkan karena gairah seksual Anda terganggu ataukah gairah seksual Anda tetap seperti biasa.


Kalau ternyata gairah seksual Anda terganggu atau hilang, tentu saja ereksi juga terganggu bahkan gagal.



Tetapi kalau gairah seksual Anda tetap seperti biasa, sementara ereksi terganggu maka ini disebut disfungsi ereksi. Kedua gangguan ini harus dipastikan dulu sebelum mendapat pengobatan yang tepat. Namun masturbasi (onani) yang Anda lakukan itu tidak mengakibatkan gangguan ereksi.





Jadi diperlukan evaluasi dan pemeriksaan lebih dulu untuk memastikan apa yang sebenarnya Anda alami. Setelah itu barulah diberikan pengobatan yang tepat.

Nah, semoga pria itu bisa memperoleh kembali apa yang dia inginkan dan “kasus” ini dapat dipetik pengetahuannya serta berguna untuk kita semua. Bukankah gairah seks itu 80%-nya ada di kepala?


Salam sehat.


.


.


C.S.


Hmmm..

Chris Suryo (Paknethole)

/chrisnandar

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Rileks, semua tulisanku anggaplah obrolan sembari minum kopi,..srupuut..

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?