Mohon tunggu...
charles dm
charles dm Mohon Tunggu... Freelancer - charlesemanueldm@gmail.com

Verba volant, scripta manent!

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Peta Kekuatan Piala Sudirman 2017 Sudah Tergerai di Vietnam?

21 Februari 2017   18:01 Diperbarui: 21 Februari 2017   18:11 652
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jepang juara Asia Mixed Team Championships 2017/ligaolahraga.com

Kejuaraan Asia Beregu Campuran atau Asia Mixed Team Championships 2017 baru saja berakhir, Minggu (19/2) lalu. Jepang tampil sebagai juara di edisi perdana yang dihelat di Ho Chi Minh, Vietnam  setelah menang telak 3-0 atas Korea Selatan. Tiga bulan setelah ini kejuaraan beregu yang lebih prestisius, Piala Sudirman akan dihelat di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei.  Apakah ada benang merah antara Ho Chi Minh dan Gold Coast?

Kemenangan Jepang cukup fenomenal. Korea Selatan diunggulkan di tempat kedua, di atas Jepang. Selain itu Negeri Ginseng tersebut berhasil menyingkirkan unggulan pertama, Tiongkok di semi final. Namun di laga pamungkas skuad Negeri Matahari Terbit benar-benar tampil klimaks, sapu bersih tiga partai dalam dua game.

Ganda putra nomor tiga dunia, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda membuka keunggulan Jepang usai mengandaskan Kim Gi-jung/Yoo Yeon-seong, 21-15 21-16. Kemenangan straight setjuga diraih tunggal putri yang turun di partai kedua, Akane Yamaguchi. Akane yang kini berperingkat enam dunia sukses meladeni pemain peringkat tiga dunia, Sung Ji-hyun dengan skor akhir 22-20 23-21.

Kenta Nishimoto melanjutkan tren positif Jepang saat menghadapi tunggal putra Korea, Jeon Hyeok-jin. Kemenangan Kenta 21-13 dan 21-16 sekaligus memastikan gelar juara menjadi milik Jepang. Dua laga tersisa tidak dimainkan karena sudah pasti tak mempengaruhi hasil akhir.

Di babak delapan besar Jepang harus bersusah payah menghadapi Indonesi. Para pemain muda Indonesia berhasil memberikan perlawanan berarti dengan mencuri dua poin pertama. Namun di tiga partai selanjutnya Jepang berhasil bangkit dengan mengandalkan para pemain terbaik dunia.

Kemenangan Jepang menjadi alarm bagi tim-tim kuat lainnya. Jepang menorehkan hasil baik di turnamen yang bisa disebut sebagai pemanasan jelang Piala Sudirman ini.Meski tidak bertalian secara langsung, setidaknya peta kekuatan bulu tangkis Asia mulai terbaca.

Sepanjang turnamen di Vietnam, Jepang mencatatkan hasil sempurna di nomor ganda putri dengan rekor kemenangan 100 persen. Di nomot tunggal putra dan ganda putra pun mencatatkan prosentase tertinggi, mencapai 83,3 persen kemenangan. Artinya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, ganda putri jagoan Jepang itu masih menjadi yang terbaik. Selain pasangan nomor satu dunia tersebut, ganda putra Takeshi/Keigo pun patut diwaspadai oleh negara-negara lain.

Selain kekuatan individu, secara tim pun Jepang menunjukkan peningkatan. Pada edisi Piala Sudirman sebelumnya yang dihelat di Dongguan, Tiongkok, Jepang berhasil mencapai final sebelum dikalahkan tuan rumah 0-3.

Jepang pun mencatatkan hasil impresif di bulan Mei 2014 saat Piala Thomas dan Piala Uber dihelat di India. Menekuk favorit juara Tiongkok di semi final dan menang tipis 3-2 atas Malaysia di final, Jepang pun membawa pulang gelar beregu putra prestisius tersebut untuk pertama kali.

Sebaliknya hasil baik Jepang ini meninggalkan Tiongkok dengan tanda tanya besar. Ada apa dengan sang raksasa? Seperti Indonesia dan beberapa negara lainnya, Tiongkok tidak membawa para pemain senior seperti Lin Dan dan Chen Long di tunggal putra, Li Xuerui di tunggal putri serta Fu Haifeng di nomor ganda. Para pemain muda sepertinya belum bisa berjalan sendiri, menjadi andalan untuk mewujudkan ekpektasi sebagai unggulan teratas.

Bukan kali ini saja Tiongkok menuai hasil tak memuaskan. Tanda-tanda penurunan prestasi sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Di dua edisi Piala Thomas terakhir, Tiongkok tak lagi juara. Termasuk saat menjadi tuan rumah di edisi terakhir pada 2016, tuan rumah malah lebih dulu tersisih di delapan besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun