Di Bawah Rinai Hujan

09 April 2013 08:02:31 Dibaca :

Wahai hujan Gemericikmu ingatkan aku pada detik waktu Saat langkah kecil beriringan Sejajar dalam debar rindu tak menentu Kala kata terucap seolah bertabur warna Ungkap rasa dalam alunan tanpa suara Gemuruhkan gejolak rasa kian menderu Bagai ombak kehidupan badaikan segenap jiwa Dan cahaya cinta pun kian pudar Redupkan asa sepanjang sisa kembara . Duhai hujan Lama nian kau ombang ambingkan biduk rasa Kala lembut sapa menyentuh kalbu Membalut sukma dengan syair nan merdu Andai saja Tiada bentangan jarak antara kita Nuansa ini tentu kan indahkan makna Teduhkan diri dari gersangnya hati Goreskan senyum dengan tulus kasih Rajut malam larutkan di aliran mimpi Nan mewujud dalam kebahagiaan hakiki . Alangkah bodohnya aku berbicara pada rinai hujan Tapi tiada mengapa ku lakukan Sekedar larungkan bayang kehampaan Karna tak seorangpun bersemayam di hening batinku . Biarlah kini aku berteduh Di bawah naungan atap nan rapuh Dari kerasnya jalan kehidupan Dan derasnya tangisan malam

Dewi Kurniasari Munidar

/cahayalestari

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Menulis sebagai bagian dari perjalanan jiwa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?