Di Bawah Rinai Hujan

09 April 2013 08:02:31 Diperbarui: 24 Juni 2015 15:29:33 Dibaca : Komentar : Nilai :

Wahai hujan

Gemericikmu ingatkan aku pada detik waktu

Saat langkah kecil beriringan



Sejajar dalam debar rindu tak menentu



Kala kata terucap seolah bertabur warna



Ungkap rasa dalam alunan tanpa suara



Gemuruhkan gejolak rasa kian menderu



Bagai ombak kehidupan badaikan segenap jiwa



Dan cahaya cinta pun kian pudar



Redupkan asa sepanjang sisa kembara


.


Duhai hujan


Lama nian kau ombang ambingkan biduk rasa


Kala lembut sapa menyentuh kalbu


Membalut sukma dengan syair nan merdu


Andai saja


Tiada bentangan jarak antara kita


Nuansa ini tentu kan indahkan makna


Teduhkan diri dari gersangnya hati


Goreskan senyum dengan tulus kasih


Rajut malam larutkan di aliran mimpi


Nan mewujud dalam kebahagiaan hakiki


.


Alangkah bodohnya aku berbicara pada rinai hujan


Tapi tiada mengapa ku lakukan


Sekedar larungkan bayang kehampaan


Karna tak seorangpun bersemayam di hening batinku


.


Biarlah kini aku berteduh


Di bawah naungan atap nan rapuh


Dari kerasnya jalan kehidupan


Dan derasnya tangisan malam

Cahaya Lestari

/cahayalestari

TERVERIFIKASI

Menulis sebagai bagian dari perjalanan jiwa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article