HIGHLIGHT

Kontroversi Zionisme, Theodore Herzl Dan Negara Bernama Israel

28 Juli 2010 06:17:53 Dibaca :

Dari postingan saya sebelumnya, kelihatannya kita perlu mengetahui apa sih zionisme ? dan sejarah kelahirannya seperti apa ? Terutama dari sudut pandang orang-orang Yahudi anti Zionis. Berikut saya coba kutip beberapa informasi terkait. Wikipedia Seperti pada umumnya tukang browsing seperti saya, maka wikipedia biasanya menjadi salah satu sumber informasi yang sering dijadikan rujukan. Mari kita fahami apa definisi zionisme menurut wiki, berikut saya kutipkan 3 paragraf pertamanya: Zionism (Hebrew: ציונות‎, Tsiyonut) is a nationalist[1]Jewish political movement that, in its broadest sense, calls for the self-determination of the Jewish people and a sovereign, Jewish national homeland.[2] Since the establishment of the State of Israel, the Zionist movement continues primarily to support and advocate on behalf of the Jewish state, and its current existence.

Zionisme (Ibrani: ציונות, Tsiyonut) adalah seorang gerakan politiknasionalis[1]Yahudi itu, dalam arti luas, panggilan untuk penentuan-diri bangsa Yahudi dan Yahudi, tanah air nasional yang berdaulat.[2] Sejak berdirinya Negara Israel, gerakan Zionis terus, terutama, mendukung dan memberikan advokasi atas nama negara Yahudi dan keberadaannya saat ini.

Zionism did not have a uniform ideology, but a plethora of ideologies: General Zionism, National-Religious Zionism, Labor Zionism, Revisionist Zionism, etc. Shimoni (1995) shows that there existed among the parties a common denominator: the claim to Eretz Israelas the national homeland of the Jews and as the legitimate focus for the national self-determination of the Jews.[3]

Zionisme tidak memiliki ideologi yang seragam, tapi kebanyakan dari ideologi adalah: General Zionism, National-Religious Zionism, Labour Zionisme, Revisionist Zionism, dll. Shimoni (1995) menunjukkan bahwa ada atribut yang umum/seragam pada pihak-pihak tersebut yaitu: klaim terhadap Eretz Israel sebagai tanah air nasional orang Yahudi dan begitu juga fokus terhadap legitimasi bagi penentuan sendiri negara orang Yahudi.[3]

Zionism is based on historical ties and religious traditions linking the Jewish people to the Land of Israel.[4] Almost two millennia after the Jewish diaspora, the modern Zionist movement, beginning in the late 19th century, was mainly founded by secular Jews, largely as a response by Ashkenazi Jews to antisemitism and the Anti-Jewish pogroms in the Russian Empire.[5]

Zionisme didasarkan pada ikatan sejarah dan tradisi keagamaan yang menghubungkan orang-orang Yahudi ke Tanah Israel.[4] Hampir dua ribu tahun setelah diaspora Yahudi, gerakan Zionis modern, yang dimulai pada akhir abad 19, yang didirikan oleh orang-orang Yahudi sekuler, sebagian besar adalah sebagai respon oleh Yahudi Ashkenazi terhadap antisemitism dan pogroms Anti-Yahudi di Kekaisaran Rusia.[5]

Yang menarik dari penjelasan diatas adalah pada kalimat: Zionism is based on historical ties and religious traditions linking the Jewish people to the Land of Israel.[4] Kalau religious traditions diklik maka akan membuka halaman tentang Judaisme yaitu di http://en.wikipedia.org/wiki/Judaism yang tentu saja menjadi sorotan dan penolakan dari gerakan-gerakan yahudi anti zionis termasuk penolakan terhadap pendirian negara Israel yang sekarang ada. Sekarang mari kita lihat sejarah Zionisme dari Wiki, berikut cuplikannya: In the 19th century, a current in Judaism supporting a return to Zion grew in popularity,[17]particularly in Europe, where anti-semitism and hostility towards Jews were also growing. Jews began to emigrate to Palestine, pre-Zionist Aliyah, even before 1897, the year considered as the start of practical Zionism.[18]

Pada abad ke-19, arus dalam Yudaisme yang mendukung untuk kembali ke Sion semakin populer,[17] khususnya di Eropa, di mana anti-Semitisme dan permusuhan terhadap orang-orang Yahudi juga tumbuh.Yahudi mulai beremigrasi ke Palestina, pre-Zionis Aliyah, bahkan sebetulnya sebelum 1897, dimana tahun 1897 dianggap sebagai awal praktek Zionisme.[18]

Jewish immigration to Palestine started in earnest in 1882. Most immigrants came from Russia, escaping the frequent pogroms and state-led persecution. They founded a number of agricultural settlements with financial support from Jewish philanthropists in Western Europe. Further Aliyahs followed the Russian Revolution and Nazi persecution.

Imigrasi Yahudi ke Palestina mulai digalakkan pada 1882.Sebagian besar imigran berasal dari Rusia, lari dari pogroms dan penganiayaan oleh negara.Mereka mendirikan sejumlah pemukiman pertanian dengan dukungan keuangan dari dermawan Yahudi di Eropa Barat.Aliyahs lebih lanjut mengikuti Revolusi Rusia dan penganiayaan Nazi.

In the 1890s, Theodor Herzl infused Zionism with a new ideology and practical urgency, leading to the First Zionist Congress at Basel in 1897, which created the World Zionist Organization (WZO).[19] Herzl's aim was to initiate necessary preparatory steps for the attainment of a Jewish state. Herzl’s attempts to reach a political agreement with the Ottoman rulers of Palestine were unsuccessful and other governmental support was sought. The WZO supported small-scale settlement in Palestine and focused on strengthening Jewish feeling and consciousness and on building a worldwide federation.

Pada 1890-an, Theodor Herzl memperkenalkan Zionisme dengan ideologi baru dan praktek yang urgen, yang mendorong adanya Konggres Pertama Zionis di Basel pada 1897, yang membentuk Organisasi Zionis Dunia (WZO).[19]

Tujuan Herzl adalah untuk memulai langkah-langkah persiapan yang diperlukan untuk pencapaian negara Yahudi. Upaya Herzl untuk mencapai kesepakatan politik dengan Ottoman penguasa Palestina tidak berhasil dan dukungan pemerintah lain kemudian dicari.

WZO mendukung pemukiman skala kecil di Palestina, dan berfokus pada penguatan perasaan Yahudi dan kesadaran dan pembangun federasi di seluruh dunia.

Pada umumnya, tukang browsing dan termasuk saya, terhenti di wikipedia ketika mencoba memahami sesuatu. Karena, pertama butuh waktu kalau mencari penjelasan yang tersebar dibanyak tempat dan kedua karena sudah percaya bahwa apa yang ditulis di wiki itu pasti sudah lengkap dan akurat. Tapi mari kita lihat bagian atas dari halaman wiki tentang zionis itu.. Ada pesan demikian: Pesan itu menyatakan bahwa masalah netralitas halaman wiki tentang zionisme tersebut dipertanyakan karena adanya bias yang sistematik. Jadi, dalam kaus tulisan tentang Zionism, kelihatannya ada pergulatan untuk menentukan isi yang seperti apa yang paling tepat untuk menjelaskan Zionism dan hal-hal yang terkait dengannya. Dan ternyata, minimal dalam kasus halaman tentang zionism, mekanisme verifikasi di wiki bisa berjalan. JewsAgainstZionism Sekarang mari kita lihat definisi menurut organisasi yang menamakan dirinya jewsagainstzionism.com Zionism is a movement founded by Theodor Herzl in 1896 whose goal is the return of Jews to Eretz Yisrael, or Zion, the Jewish synonym for Jerusalem and the Land of Israel. The name of "Zionism" comes from the hill Zion, the hill on which the Temple of Jerusalem was situated. Supporters of this movement are called "Zionists".

Zionisme adalah sebuah gerakan yang dibangun oleh Theodor Herzl di tahun 1896 yang bertujuan untuk mengembalikan orang-orang Yahudi ke Eretz Yisrael, atau Zion, yaitu sinonim bagi orang Yahudi untuk menyebut Jerusalem dan Yanah Israel.

Nama "Zionism" datang dari bukit Zion dimana Temple Jerusalem pernah berada.

Pendukung gerakan ini disebutnya zionis

Terlihat bahwa pendefinisiannya singkat padat dan langsung mengkaitkan zionis dengan Theodor Herzl. DI halaman yang lain ada penjelasan mengenai sejarah zionisme dikaitkan dengan judaisme, yang kutipannya adalah sebagai berikut : The Jewish people, from its inception, has been unique by its identity as a religious entity. Through the centuries its religious character had been a premise agreed upon by Jews and non-Jews alike. Our faith demands as the fundamental condition for recognition as a Jew, belief and adherence to the word of G-d, as was revealed to our forefathers on Mount Sinai. This is in itself, according to the tenets of the Jewish religion, sufficient to fulfill the definition of a Jew. Our religious and traditional history bears no aspect of racism. Hence, one of non-Jewish origin is capable of being proselytized and attaining the same status as a born Jew. Conversely, one of Jewish birth who does not recognize his being bound to the Jewish Torah, is by Jewish law a heretic, and therefore forfeits his spiritual birthrights as a Jew.

Orang-orang Yahudi, dari awal, telah unik dengan identitasnya sebagai entitas keagamaan. Melalui berabad-abad lamanya, karakter agama yang telah menjadi premis yang disepakati oleh orang-orang Yahudi dan non-Yahudi. Iman kami menuntut, sebagai syarat mendasar untuk mendapatkan pengakuan sebagai orang Yahudi, adanya keyakinan dan kepatuhan terhadap firman Tuhan, seperti yang diwahyukan kepada nenek moyang kami di Gunung Sinai.

Hal tersebut, sesuai dengan ajaran-ajaran agama Yahudi, adalah cukup untuk memenuhi definisi seorang Yahudi. Agama dan sejarah tradisional kami tidak mengandung aspek rasisme.Oleh karena itu, seorang yang bukan asli Yahudi dapat menjadi proselytized (konversi / berpindah agama) dan mencapai status yang sama dengan orang yang dilahirkan sebagai Yahudi.

Sebaliknya, seorang yang terlahir sebagai Yahudi yang tidak mengakui keberadaannya terikat pada Taurat Yahudi, adalah sesat berdasarkan hukum Yahudi, dan karenanya kehilangan hak spiritual dari lahirnya sebagai seorang Yahudi.

The purpose of the Jew is to bear witness to the existence of G-d, through his adherence to the Torah. The Al-mighty granted the Jews the land of Israel as the particular setting which would serve as the most conducive atmosphere to their performance of their duties to G-d.

Tujuan orang Yahudi adalah menanggung kesaksian terhadap keberadaan Tuhan, melalui ketaatan kepada Taurat. Yang Maha Kuasa memberikan orang Yahudi tanah Israel sebagai suatu pengaturan tertentu yang akan berfungsi sebagai suatu suasana/lingkungan yang kondusif untuk mendukung kinerja tugas mereka tersebut kepada Tuhan.

The Jews in ancient times were banished from the land of Israel because they had failed to fulfill their obligations to the Al-mighty. Every Jew acknowledges this in his prayers (Umipnei Chatoeinu Golinu Meiartzeinu). They accepted the penalty of exile and were at that time expressed sworn by the Al-mighty not to accelerate their redemption on their own, and especially not to rebel against the nations under whose rule they were found. To the contrary, every Jew is commanded to pray for the peace and well being of the government of which he is the subject.

Orang-orang Yahudi pada zaman kuno diusir dari tanah Israel karena mereka telah gagal dalam memenuhi kewajiban mereka terhadap Yang Maha Kuasa. Setiap orang Yahudi mengakui hal ini dalam doa-doanya (Umipnei Chatoeinu Golinu Meiartzeinu).Mereka menerima hukuman pengasingan dan pada saat itu dinyatakan bersumpah demi Yang Maha Kuasa tidak akan mempercepat penebusan oleh mereka sendiri, dan terutama tidak akan memberontak terhadap bangsa-bangsa yang menguasai wilayah tempat mereka diasingkan. Sebaliknya, setiap orang Yahudi diperintahkan untuk berdoa bagi perdamaian dan kesejahteraan pemerintah diwilayah dia tinggal tersebut.

Through all the years of exile, pious Jews as individuals were attracted to reside in the Holy Land because of its innate holy character and the opportunity it offered for the observance of various precepts bound in the land. Jews as a whole continue to pray that the Al-mighty return his Divine presence to the Land of Israel, by the coming of the Messiah, who will build His Temple, from whence will emanate Divine Wisdom and ultimate spiritual fulfillment of the entire human race.

Melewati semua tahun pengasingannya, orang Yahudi yang saleh sebagai individu tertarik untuk berada di Tanah Suci karena karakter bawaan suci dan kesempatan yang ditawarkan untuk ketaatan terhadap berbagai aturan yang terkait dengan tanah suci.

Yahudi secara keseluruhan terus berdoa agar Yang Maha Besar mengembalikan kehadiran Ilahi ke Tanah Israel, melalui kedatangan Mesias, yang akan membangun Bait Suci-Nya, dari mana akan muncul Kebijaksanaan Illahi dan pemenuhan rohani akhir dari seluruh umat manusia.

Through the many years that Jews resided in the Holy Land for this purpose, they enjoyed tranquil and cordial relations with the non-Jewish population there.

Selama bertahun-tahun banyak orang Yahudi tinggal di Tanah Suci untuk tujuan tersebut, mereka menikmati hubungan yang tenang dan ramah dengan penduduk non-Yahudi di sana.

The Zionist movement which was formed at the latter part of the last century, sought to endow the Jews with a nationalistic character which was heretofore strange to them. It sought to deprive them of their historically religious character and offered in substitution of faith in G-d and adherence to the Torah, and belief in their ultimate redemption by the coming of the Messiah, a nationalistic ideology and the possibility of establishing through political media, a Jewish national homeland.

Gerakan Zionis yang dibentuk di bagian akhir abad terakhir, berusaha untuk memberkati orang-orang Yahudi dengan karakter nasionalis yang sampai sekarang aneh bagi mereka. Zionisme berusaha untuk menghilangkan mereka (orang yahudi) dari: karakter agama mereka dan menawarkan pengganti iman kepada Tuhan dan kepatuhan terhadap Taurat, dan kepercayaan dalam penebusan akhir mereka oleh kedatangan Mesias, DENGAN ideologi nasionalis dan kemungkinan untuk membangun melalui media politik, tanah air nasional Yahudi.

During the period of the British Mandate, the Balfour Declaration, which recognized the eventual possibility of founding a Jewish national homeland, in Palestine, was affirmed to be the British government. The Jewish Agency, who then was the Chief representative of Zionist interests in the Holy Land, was entrusted with the issuance of visas to the Holy Land, thus resulting in an increased Zionist immigration from various parts of the world, which ultimately succeeded in superceding in numbers, the veteran Orthodox dwellers.

Selama periode Mandat Inggris, Deklarasi Balfour, yang akhirnya mengakui kemungkinan pendirian sebuah tanah air nasional Yahudi, di Palestina, yang secara tegas merupakan wilayah dibawah pemerintah Inggris.

Badan Yahudi, yang kemudian menjadi Ketua perwakilan kepentingan Zionis di Tanah Suci, diberikan kepercayaan dalam hal penerbitan visa ke Tanah Suci, sehingga mengakibatkan imigrasi Zionis meningkat dari berbagai belahan dunia, yang akhirnya berhasil melebihi jumlah, penghuni yahudi Ortodoks sebelumnya yang sudah ada.

Orthodox Jewry all over the world and the Orthodox Community in the Holy Land in particular, immediately sensed in this stage of Zionist success, the threat of grave danger for the religious future of Jews. The Arab inhabitants began to exhibit open hostility to their Jewish neighbors. The British government failed to distinguish between the Orthodox community, who for generations in habited the Holy Land, and the newly arrived Zionist immigrants.

Yahudi Ortodoks di seluruh dunia dan Komunitas Ortodoks di Tanah Suci pada khususnya, segera merasakan keberhasilan Zionis di tahap ini, yang merupakan ancaman berbahaya bagi masa depan agama Yahudi.

Penduduk Arab mulai menunjukkan permusuhan terbuka kepada tetangga Yahudi mereka.Pemerintah Inggris gagal untuk membedakan antara masyarakat Ortodoks, yang sudah mendiami Tanah Suci beberapa generasi, dengan imigran Zionis yang baru tiba.

With the acquisition by the Zionist nationalists of the power to organize communities in Palestine, they formed the Vaad Haleumi Leknesset Yisroel (National Jewish Council Committee). This committee ignored the rights of the Orthodox veteran dwellers who did not recognize this validity of Jewish nationality, and whose identification as Jews was solely with their loyalty to their religious heritage. The religious inhabitants, on the other hand, shuddered at the prospects of spiritual disintegration of World Jewry, with the new rise to power of the Zionist nationalists.

Dengan akuisisi oleh kekuatan kaum nasionalis Zionis untuk mengatur masyarakat di Palestina, mereka membentuk Vaad Haleumi Leknesset Yisroel (Komite Nasional Dewan Yahudi).

Komite ini mengabaikan hak-hak penduduk yahudi Ortodoks (yang sudah tinggal beberapa generasi disana) yang tidak mengakui keabsahan suatu negara Yahudi, dan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Yahudi itu semata-mata setia kepada warisan agama mereka.

Penduduk agama, di sisi lain, mengalami ketakutan terhadap prospek disintegrasi / perpecahan spiritual umat Yahudi di seluruh dunia, dengan munculnya kekuatan baru kaum nasionalis Zionis.

(Catatan Penulis: terus terang, saya baru tahu tentang adanya 'kekuasaan' Vaad Haleumi Leknesset Yisroel (Komite Nasional Dewan Yahudi) ketika Inggris diberi mandat untuk menguasai Palestina)

The Orthodox inhabitants actively objected to being subject to the authority of the secularists. They appealed their cause to the League of Nations, who consequently granted them a "Right of exclusion" to the subjugation to the Vaad Haleumi, which rights provided that any Jew wishing not to be incorporated into the Vaad Haleumi, may remain lawfully independent if he so stated his wish in writing. Thousands of Jews did so.

Penduduk Ortodoks secara aktif berkeberatan untuk tunduk pada otoritas orang-orang yahudi sekuler.Mereka mengajukan keberatan mereka ke Liga Bangsa-Bangsa, yang akibatnya memberikan mereka "Hak pengecualian" terhadap penaklukan Vaad Haleumi (Komite Nasional Dewan Yahudi), dengan ketentuan hak bahwa setiap orang Yahudi yang tidak ingin dimasukkan ke dalam pengaturan Vaad Haleumi (Komite Nasional Dewan Yahudi), dapat tetap independen secara hukum jika dia menyatakan keinginannya tersebut secara tertulis.Ribuan orang Yahudi melakukannya.

(Catatan Penulis: lumayan sulit untuk menemukan tulisan lain di internet yang menceritakan masalah "right of exclusion" yang membuat orang yahudi ortodoks (yang sudah tinggal beberapa generasi di palestina) bisa merdeka dari aturan2 Vaad Haleumi Leknesset Yisroel (Komite Nasional Dewan Yahudi) )

Such was the case until November 1948, when the United Nations finally sanctioned the establishment of a Zionist State. We do not doubt that their success in finally realizing their goal was due in great measure to their having misled the world into viewing the Zionist cause as the Jewish cause. The formation of the Zionist state resulted in the automatic deprivation of the autonomy heretofore possessed by the Orthodox inhabitants of the Holy Land.

Itulah yang terjadi sampai November 1948, ketika PBB akhirnya menentukan pembentukan Negara Zionis.

Kami tidak meragukan bahwa keberhasilan mereka pada akhirnya dalam mewujudkan tujuan mereka dikarenakan besarnya usaha mereka menyesatkan dunia untuk melihat Zionis sama dengan Yahudi.

Pembentukan negara Zionis otomatis yang berakibat dalam pengurangan otonomi secara otomatis, yang dimiliki warga yahudi Ortodoks di Tanah Suci sampai hari ini.

The Zionists grasped in the acquisition of their new powers, the opportunity to openly disassociate themselves from any identification with Jews as a religion. They systematically began to orient the minds of their generations according to the tenets of Zionist nationalism. Through the Ministry of Religions they employed part of the Rabbinate to assist them in their aims.

Dengan perolehan kekuatan barunya, Zionis menangkap, kesempatan untuk memisahkan diri mereka secara terbuka dari setiap pengidentifikasian Yahudi sebagai agama.

Mereka secara sistematis mulai mengarahkan pikiran generasi mereka sesuai dengan prinsip-prinsip nasionalisme Zionis.

Melalui Departemen Agama mereka mempekerjakan sebagian dari kaum pendeta Yahudi untuk membantu mereka dalam mencapai tujuan tersebut.

(Catatan penuis: hehehe.. ada departemen agama juga yach...)

The religious Jews who by virtue of their faith, clearly contradicted Zionist nationalism, and who had lived peacefully with their Arab neighbors for generations, became unwillingly identified with the Zionist cause and their struggle with the Arabs. They requested the United Nations that Jerusalem be designated as a defacto international city. They appealed to the diplocatic corps assigned to Jerusalem -- but to no avail. They were hence confronted with the choice of either becoming a part of the Zionist State, which diametrically opposed the interests of Jews as a religion, or abandoning the land of which their forefathers were the first Jewish settlers.

Orang-orang Yahudi agama yang berdasarkan iman mereka, yang jelas bertentangan dengan nasionalisme Zionis, dan telah hidup damai dengan tetangga Arab mereka selama beberapa generasi, menjadi enggan diidentikkan dengan Zionis dan perjuangan mereka dengan orang-orang Arab.

Mereka meminta PBB untuk menetapkan Yerusalem sebagai kota internasional secara de facto.Mereka mendekati korps diplomatic yang ditugaskan ke Yerusalem - tetapi tidak berhasil.

Maka mereka dihadapkan pada pilihan untuk menjadi bagian dari Negara Zionis, yang bertentangan dengan kepentingan orang-orang Yahudi dalam hal keagamaan, atau meninggalkan tanah yang nenek moyang mereka adalah justru para pemukim Yahudi pertama (catatan penulis: dibandingkan orang yahudi zionis yang baru pindah).

We find it of supreme importance to emphasize that we are fearful of the consequences of the Zionist rebellion against the Creator, as stated expressly in Jeremich, "For it is bad and bitter your renunciation of G-d..." We wish not to be affected by the behavior of this government who in the name of Israel, persist in their renunciation and utter disregard of religious Judaism such as is clearly attested by their laws expressly permitting wanton autopsies (Law of Anatomy and Pathology, 1953), forcible desecration of the Sabbath (Law of Emergency Labor Draft 1967: PPS 1, 19; 27, 36), profanation of Holy Sites by retaining non-religious custodians, desecration of Holy Cemetaries by Safed, Beth Shearim and elsewhere, and countless more examples, proof of which is readily available.

Kami menemukan bahwa yang sangat penting untuk ditekankan adalah bahwa kami takut terhadap konsekuensi dari pemberontakan Zionis terhadap Sang Pencipta, sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Jeremich, "Untuk itu buruk dan pahit penolakan Anda terhadap Tuhan..."

Kami tidak ingin terpengaruh oleh perilaku pemerintah yang menamakan dirinya Israel, bertahan dalam penolakan mereka dan sama sekali mengabaikan agama Yudaisme seperti yang jelas dibuktikan oleh hukum-hukum mereka tegas mengizinkan autopsi yang tidak seharusnya (Hukum dan Patologi Anatomi, 1953), memaksa penodaan hari Sabat (Undang-Undang Ketenagakerjaan Darurat Draft 1967: PPS 1, 19; 27, 36), pencemaran Tempat Kudus dengan mempertahankan penjaga non-agama, penodaan Kuburan Suci oleh Safed, Beth Shearim dan di tempat lain, dan banyak lagi contoh, dengan adanya bukti yang tersedia.

Insofar as all human being find necessary the protection of their rights as human beings, we hereby request all those that find it within their power, to aid us in reacquiring the rights we possessed prior to the formation of the Zionist State*, to remain lawfully independent of the Zionist authority.

Sejauh ini karena semua manusia menemukan kebutuhan perlindungan hak-hak mereka sebagai manusia, dengan ini kami meminta semua orang yang menemukan hal itu dalam kekuasaan mereka, agar membantu kami dalam memperoleh kembali hak kyang kami peroleh sebelum sebelum pembentukan Negara Zionis*, untuk tetap sah independen dari otoritas Zionis.

_____________ * The Laws of Palestine -- Robert Drayton -- Volume 3, Page 213B -- Chapter 126, Paragraph 17(4) -- January 1, 1928. Any person who desires his name to be struck off the register shall, within one month of the publication or the relevant portion thereof, give notice, either personally or by an agent duly authoised in writing, to the General Council (Vaad Leumi) which shall acknowledge the receipt of the notice and strike off his name accordingly; he may send a copy of such notice to the office of the district commissioner. Mengenal Theodor Herzl, Pendiri Zionisme Berikut penjelasan tentang Theodor Herzl dari www.jewsagainstzionism.com The term "Zionism" was first introduced in 1893 by Nathan Birmbaum, but Theodor Herzl, an Austrian Jew born to a prosperous, emancipated Budapest family, is recognized as the founder of the Zionist idealogy when he published his book in 1896, "The Jewish State", where he declared that the cure for anti-semitism was the establishment of a Jewish state. As he saw it, the best place to establish this state was in Palestine.

Istilah "Zionisme" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1893 oleh Nathan Birmbaum, tapi Theodor Herzl, seorang Yahudi Austria lahir dari keluarga yang sejahtera dan memiliki emansipasi dari Budapest, diakui sebagai pendiri ideologi Zionis ketika ia menerbitkan bukunya pada 1896, "Negara Yahudi", di mana ia menyatakan bahwa obat terhadap anti-Semitisme adalah pembentukan sebuah negara Yahudi. Sesuai dengan pandangannya, tempat terbaik untuk mendirikan negara ini adalah di Palestina.

While Herzl claimed that the establishment of a "Jewish" state would cure anti-Semitism, he also promoted anti-Semitism to further his cause.

Sementara Herzl menyatakan bahwa pembentukan sebuah "Negara Yahudi" akan menyembuhkan maslaah karena anti-Semitisme, ia juga mempromosikan anti-Semitisme untuk lebih mendukung idenya (catatan penulis: yaitu pendirian negara yahudi).

(Catatan Penulis: Jadi memang gerakan politik zionisme itu bukan berlandaskan pada agama Yahudi. Negara yang bernama Israel sekarang adalah dibentuk oleh gerakan zionis)

Herzl stated in his diary: “It is essential that the sufferings of Jews.. . become worse. . . this will assist in realization of our plans. . .I have an excellent idea. . . I shall induce anti-Semites to liquidate Jewish wealth. . . The anti-Semites will assist us thereby in that they will strengthen the persecution and oppression of Jews. The anti-Semites shall be our best friends”. (From his Diary, Part I, pp. 16)

Herzl menyatakan dalam buku hariannya:

"Adalah sangat penting bahwa penderitaan orang Yahudi ...menjadi lebih buruk... hal itu akan membantu realisasi rencana kami...

Saya punya ide yang sangat baik...Aku akan mempengaruhi anti-Semit untuk merampas / menghancurkan kekayaan orang Yahudi...Anti-Semit akan membantu kami dalam hal bahwa mereka akan memperkuat penganiayaan dan penindasan terhadap orang Yahudi.

Anti-Semit harus teman-teman kita yang terbaik ".(Dari Diary-nya, Bagian I, hal. 16)

(Catatan penulis: Gerakan anti-semit secara sederhana dapat disamakan dengan gerakan anti yahudi. Pada saat itu memang banyak orang yahudi di zalimi, terutama di eropa. Salah satu contoh kisah pahit adalah kisah orang yahudi yang tinggal di spanyol. Cuma heran aja ya.. kok menggunakan segala cara untuk pencapaian tujuan !. ) Benny Morris (the Israeli Historian), described how Herzl foresaw how anti-Semitism could be "HARNESSED" for the realization of Zionism. He stated:

Benny Morris (Sejarawan Israel), menggambarkan bagaimana Herzl menyadari bagaimana anti-Semitisme bisa "DIMANFAATKAN" untuk merealisasikan Zionisme.Dia menyatakan:

(Catatan penulis: Itu ide jahat yang cemerlang atau ide cemerlang yang jahat ? )

"Herzl regarded Zionism's triumph as inevitable, not only because life in Europe was ever more untenable for Jews, but also because it was in Europe's interests to rid the Jews and relieved of anti-Semitism: The European political establishment would eventually be persuaded to promote Zionism. Herzl recognized that anti-Semitism would be HARNESSED to his own--Zionist-purposes." (Righteous Victims, p. 21)

"Herzl menganggap kemenangan Zionisme sebagai tak terelakkan, bukan hanya karena hidup di Eropa semakin tidak bisa dipertahankan lagi untuk orang Yahudi, tetapi juga karena kepentingan Eropa untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi dan lepas dari anti-Semitisme: Pembentukan politik Eropa akhirnya akan didekati/dibujuk untuk mempromosikan Zionisme. Herzl mengakui bahwa anti-Semitisme akan DIMANFAATKAN untuk tujuan - Zionis-nya. "(Righteous Victims, hal 21)

(Catatan penulis : Yang luar biasa disini adalah skandal yang dilakukan Zionis, berdasarkan ide Herzl, untuk memanfaatkan gerakan anti-semit sedemikian rupa untuk mengkondisikan orang yahudi agar mau tidak mau mereka harus berimigrasi ke Palestina. Nanti saya coba cari lagi bahan yang lebih detil)

Penutup Jadi, ideologi zionisme yang diciptakan Herzl dari awal memang tidak didasarkan pada kitab suci (misal: ayat tentang tanah yang diperjanjikan) tetapi lebih pada situasi untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi dari penindasan gerakan anti-semit yang pada saat itu melanda mereka terutama di eropa. Oleh karena itu, orang-orang yahudi anti zionis sangat tidak setuju dengan pendirian negara Israel yang malah menurut mereka bertentangan dengan kitab suci mereka. Herzl, sebagai penemu ideologi zionisme kelihatannya pribadi yang kontroversial, terlihat dengan idenya memanfaatkan orang lain (anti-semit) untuk membuat menderita bangsa yahudi yang pada gilirannya menjadi mau berimigrasi ke palestina. Nanti saya akan coba buat tulisan tentang Theodore Herzl yang antik itu. AKhirnya, kembali lagi, saya persilahkan Anda untuk membaca dan memahaminya dengan seksama dan silahkan simpulkan sendiri.. You Decide Folks ! Salam Kompasiana (We don’t have to be a nazi or a revisionist or a Jew-hater to be critical of Israel) Jangan lupa baca juga :

  1. Negara Israel Tidak Syah Menurut Talmud dan Taurat Yahudi !?
  2. Bibi Netanyahu : Amerika Gampang Dipengaruhin !
  3. [2] Belajar Dari Kesalahan Amerika Serikat Dalam Masalah Israel-Palestina : Integritas dan Independensi
  4. [1] Belajar Dari Kesalahan Amerika Serikat Dalam Masalah Israel-Palestina : Integritas dan Independensi
  5. Ini Dia, Perang Email Antara Israel dengan Asosiasi Wartawan PBB !
  6. Kapal Israel Diboikot di AS! Pertamakali dalam Sejarah! Ekonomi Israel Bisa Terganggu!
  7. Israel Ketahuan Bohong Lagi !? Apa Iya !?
  8. Canadian Jewish Conggress Marah Atas Sumbangan United Church of Canada
  9. Pertemuan Nasional Pertama Yahudi Amerika Serikat Anti-Zionis !!
  10. Pssst! Ini Isi Surat Beberapa Anggota Konggres Kepada Presiden Amerika Soal Israel!
  11. Ini Pidato Rachel Corrie Ketika Masih Kelas 5 !
  12. Ada Kapal Mavi Marmara Palsu! Israel Ketahuan Bohongnya?! Masak Sih ?!
  13. Aktivis Merawat Tentara Israel yang Luka Tapi 9 Aktivis Ditembak Mati!
  14. Kartu Kredit Sudah Disita Israel, Tapi Ada yang Menggunakannya untuk Belanja!
  15. Ada Video Flotilla (1 Jam) Yang Lolos Dari Israel !
  16. Respon Dr Huwaida Arraf Terhadap Israel (1)
  17. Israel Menemukan Senjata Sangat Berbahaya di Kapal Mavri Marmara!
  18. Rachel Corrie Tewas Mengenaskan Karena Buldozer Israel
  19. Pernah Adakah Pembersihan Etnik Palestina !?
  20. Propaganda Negatif Terhadap Israel !

bunga kambodja

/bungakambodja

just another anak bangsa yang easy going..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?