Mohon tunggu...
Budiman Hakim
Budiman Hakim Mohon Tunggu... Administrasi - Begitulah kira-kira

When haters attack you in social media, ignore them! ignorance is more hurt than response.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

My Dad Is My Best Friend

23 Juni 2017   23:35 Diperbarui: 24 Juni 2017   20:03 1188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Belakangan ini, setiap kali ke kafe, saya hampir selalu dateng sendirian. Teman-teman seumuran saya udah nyerah pada angin malam dan mulai menjalani pola hidup sehat. Di sisa umurnya, mereka lebih suka menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Jadi, tinggalah saya seorang diri yang masih suka menyusuri malam menikmati musik hidup untuk sejenak melupakan penat dari kegiatan sehari-hari.

Walaupun nongkrong sendirian, saya juga gak masalah karena tamu-tamu tetap (regular guests) di kafe yang biasa saya kunjungi hampir semuanya saya kenal. Bukan cuma para tamu saja, dari manager, bartender, waiter, petugas valet service bahkan sampai sekuritinya pun akrab sama saya.

Di tulisan ini, saya mau bercerita tentang seorang teman yang bernama Ilham, dia adalah salah satu tamu tetap yang saya kenal di kafe itu. Ilham ini selalu menarik perhatian tamu-tamu lain. Kenapa? Karena biasanya orang dateng ke kafe bersama teman atau sama pacarnya, kan? Nah, Ilham ini hampir selalu dateng dengan bapaknya. Aneh banget!

Lucunya, Ilham keliatan sangat enjoy berduaan di kafe bareng bapaknya. Mereka duduk bersebelahan di bar. Ngebir berdua dan ngerokok bareng. Setiap kali mau menenggak minuman, mereka melakukan toast lalu berlomba menghabiskan minumannya. Siapa yang kalah harus ngebayar bill kedua gelas yang sedang diminum. Setelah itu, mereka memesan bir 2 gelas lagi, dan berlomba minum kembali untuk menentukan siapa yang harus membayar dua gelas yang baru.

Saya sering terharu mengamati kelakuan mereka berdua. Dari kejauhan saya ngeliat mereka ngobrol. Gak tau topik apa yang sedang mereka diskusiin tapi keliatannya seru banget. Obrolan mereka diselingi dengan tawa keduanya yang berderai-derai, setelah itu mereka melakukan tos dengan cara saling menepukkan kedua tangan lalu memesan minuman lagi.

Ketika live music dimulai, bapak dan anak itu bertepuk-tepuk tangan. Jika ada lagu yang mereka kenal, keduanya bangkit dari bangku bar, berdiri dan ikut menyanyikan lagu tersebut dengan suara sekencang-kencangnya dengan pandangan ke arah panggung. Saat suasana sudah panas, keduanya melangkah ke dance floor dan berjoget bareng. Amazing, ya? Ck...ck...ck...

Selesai berjoget, tamu-tamu memberi applause yang meriah, bukan pada home band tapi pada Ilham dan Ayahnya. Dengan berangkulan pundak keduanya balik ke tempat duduk di bar. Sambil berjalan, biasanya Ilham merespon tamu-tamu yang mendukung dengan berkata, "My Dad is my best friend!"

Semua tamu suka banget ngeliat hubungan bapak dan anak itu. Beberapa orang bahkan gak percaya kalo mereka adalah bapak dan anak. Ya bisa dimengerti sih karena gak setiap hari kita bisa melihat hubungan bapak dan anak seakrab itu. Kalo saya sih percaya 100 persen, soalnya mukanya aja sama banget kayak pinang dibelah dua, bedanya yang satu pinangnya udah agak layu aja.

"Gue suka banget ngeliat hubungan Ilham sama bapaknya," kata Adam, salah seorang tamu tetap.

"Iya, gue juga suka. Seandainya gue punya bapak kayak gitu, wuuiiiih...asyiknya!" kata Vivi seorang home DJ yang sedang menunggu jadwal tampil saat band istirahat nanti.

"Lo tau gak? Umur gue udah 40 tahun. Tapi tiap gue ngerokok, emak gue masih ngomel aja. Katanya gue buang-buang duit. Katanya gue ngebakar paru-paru sendiri. Eh, Si Ilham malah ngerokok dan dugem bareng ama bapaknya," tukas Robby dengan nada iri dan dengki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun