Apa Perlu Mempermasalahkan Batas Minimal Nilai UN?

18 Februari 2013 02:47:03 Dibaca :

Membaca perkembangan kabar terbaru mengenai batas minimal nilai UN (baca : UN ) cukup membuat lega. Sepertinya pemerintah tidak akan menurunkan batas minimal nilai UN dari tahun lalu.

Menurut saya, keputusan pemerintah ini sudah tepat. Logika saya sebagai orang awam, kalau batas minimal nilai UN diturunkan, berarti generasi sekarang lebih banyak yang bodoh daripada generasi sebelumnya. Logis kan?

Mengenai banyaknya orang tua atau dari pihak sekolah yang khawatir tidak mampu memenuhi batas minimal tersebut, berarti kesalahan bukan pada pemerintah atau pada batas nilai itu sendiri. Tapi ada yang salah dengan sistem didik, entah itu kualitas pendidik, bahan didik atau justru kualitas siswa didiknya yang mengalami penurunan.

Nah, disini perlu dilakukan evaluasi dan koreksi, dimanakah terdapat titik lemah dalam sistem pendidikan kita. Memang, dan ini harus diakui, pemerintah sendiri sampai sekarang masih terus berusaha menyusun kurikulum yang tepat, yang selaras dengan perkembangan zaman, untuk mencetak generasi muda yang brilian. Namun, ini bukan tanggungjawab pemerintah semata. Keluarga juga memiliki peranan untuk mendidik anak, misalnya dengan menerapkan disiplin ketika belajar atau mengerjakan PR di rumah. Kebanyakan keluarga modern sekarang kan tidak memperhatikan bagaimana anaknya belajar, mereka sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Ini termasuk salah satu hal yang patut menjadi perhatian.

Jadi, apakah kita masih perlu mempermasalahkan batas minimal nilai UN? Generasi dulu, seingat sayapun tidak ada yang mempermasalahkan nilai UN. Kalau nanti akhirnya ga lulus, berarti salah siapa juga.

budi mulyono

/budi_mulyono

Warga biasa yang ingin hidup tenang di republik ini
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?