Selingkuh Pagi

31 Maret 2013 06:52:20 Diperbarui: 24 Juni 2015 15:58:03 Dibaca : Komentar : Nilai :

seperti tertulis di langit
seperti terpahat di tanah
seperti tercukil di mata
seperti terkubur  di hati
seperti menguap lalu merubah wujud
menyublim, menjadi lingkaran maya

ia cinta pertama yang kemudian dimatikan oleh pagi.
diakhirkan oleh pagi pula
lewat kabut pagi,
selesai sampai di situ
karena pacarnya ketahuan selingkuh
di pagi hari pula

setiap minggu pagi,
baginya adalah tragedi hati
yang tak gampang begitu saja
digantikan, dengan momen apapun
termasuk sarapan pagi kali ini

Dara, ternyata wajahmu tak pernah bisa
mewakili pagi yang sesungguhnya

Budhi Wiryawan

/budhiwiryawan

TERVERIFIKASI

mengikuti kemana darah ini mengalir....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article