Retak Cinta di Sepotong Kue Donat

25 Mei 2013 08:51:08 Dibaca :

sepotong donat belum cair benar leleh coklatnya sebab dua jam yang lalu pertengkaran itu belum menguap dari sisa mulut dan telinga yang pengap sepasang pasutri, barangkali surat nikahnya pun belum sempat dibaca lagi, mungkin sore itu baru saja keluar dari toko roti rupanya pertengkaran akan berlanjut di rumah entah apa ketika mereka  melihat degup jantung jaman yang semakin kencang , tak juga mudah mengatur katup vena, karena tensi yang perlahan naik tak mudah juga dikendali bukan karena rupiah yang sulit terkejar atau karena kebutuhan akan susu, laktosa dan jajan pasar yang kemudian merembet hingga cicilan rumah dan motor tak juga terbeli sepotong donat itu pada akhirnya meleleh bersamaan dengan lelehan keringat dan busa yang terkumpul di mulut mereka sesaat menyudahi pertengkaran dan prahara donat dan  lubang bundar di tengahnya hanyalah bagian dari riak-riak kecil atas ketidakmampuan mereka merasakan manisnya fatamorgana gula

Budhi Wiryawan

/budhiwiryawan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

mengikuti kemana darah ini mengalir....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?