Hijrah Lahir Batin

14 November 2012 17:27:07 Dibaca :

jika kata tak lagi bisa diartikan oleh gendang telinga ia sejatinya bara, di ujungnya adalah api yang menjilat-jilat lalu jika itu menjadi luka, sumbu terpendeknya adalah dendam yang tertimbun dalam suhu ruang yang lama lalu jika itu menular, setiap virus yang menyebar adalah keangkuhan hijrah dalam lahir dan seutuhnya batin tidak terpenggal di batas keraguan, tidak termangu di tengah ketidaktahuan, sebab jika itu langkah, maka kaki yang kemarin biarlah disimpan di lemari, malam ini kaki baru itu adalah kesungguhan hijrah dalam lahir dan seutuhnya batin bukan untuk sekedar mengukur batas masa lalu dan pathok masa kini, yang kemudian diberangkatkan dengan kereta yang melaju cepat merambat pun, jika itu kesungguhan adalah hijrah dalam lahir dan seutuhnya batin yang dimulai dari kesungguhan meninggalkan beban-beban yang menggelayut di lengan dan ranting-ranting waktu ( 1 Muharram 1434 H)

Budhi Wiryawan

/budhiwiryawan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

mengikuti kemana darah ini mengalir....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?