Budhi Wiryawan
www.kompasiana.com/budhiwiryawan
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 482 artikel |
| Komentar | : | 932 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
sepotong donat belum cair benar leleh coklatnya sebab dua jam yang lalu pertengkaran itu belum menguap dari sisa mulut dan telinga yang pengap sepasang pasutri, barangkali surat nikahnya pun ...
Ini bukan cerita fiksi, anakku malam ini ayah tak bisa membawa pulang segepok dongeng seperti malam-malam yang berlalu tapi ini kisah sedih, nyata, dan melelahkan jika harus kuceritakan kepadamu sampai ...
Aku harus menjadi puisi biar angin terbangkan aksara biar pohon menyiur menggerakkan kata biar lereng terjal seperti titian paragrap yang menyusun diksi dan jeda anak kalimat Siapa ingin memberi judul atau ...
seperti surat tanpa alamat kemana kuterbangkan sayap merpati di rumahmu tentu terhalang bayang, oleh pekat daun pintu rumahmu yang tak pernah punya warna harapan lalu kuberikan pada angin biar sirip angin mencari ...
terkenang aku akan ucapanmu : “selamat pagi kekasih” hari demikian indah, bunga-bunga seperti tak pernah layu batang mahoni seperti tak bisa lapuk, ranting-ranting pohon kencang memegang jari jemari ...
lalu untuk apa sapu dan lidi ini teronggok di lantai jika hanya ditelantarkan lalu sembunyi di ruang gelap bertanyalah ia sang sapu : “sampai kapan, aku kau biarkan menunggu datangnya si ...
dinding kamarku adalah puisi yang meredam konflik batin dan emosi yang menyusun aksara demi aksara hingga lahirlah sejumlah kata kerja pernah suatu ketika dinding kamarku berubah menjadi karang karena tahu ada ...
kau pikir jika saat ini kita sedang bermimpi bukan karena kita tak pernah punya realita sedang langit masih menyediakan tempat yang luas untuk meletakkan impian dan cita-cita itu maka ...
jika jarak membuatmu cemburu maka cinta bisa sedepa jauhnya bisa juga tak terukur, karena mistar tak membuatkan angka di belakang mili jadi tak ada rindu yang bisa membatu karena tak ...
“Kukumpulkan darah dari rambut jambangku, ini darah halal dari vena yang mengalir di tubuh Dursasana, kangmbok Drupadi” kesetiaan Bima pada sang kakak memuncak, Melodrama kehidupan ini menelisik ...