Brian Prasetyawan
Brian Prasetyawan Guru

Generasi '90an Berusaha konsisten untuk menulis. Suka baca. Ingin bisa selesai baca 1 buku dalam 1 hari Ngeblog juga di www.praszetyawan.com

Selanjutnya

Tutup

Anak SD Ngeblog? Bisa Kok

16 Juli 2017   19:42 Diperbarui: 16 Juli 2017   21:06 30 2 0
Anak SD Ngeblog? Bisa Kok
Blognya Damai, Bu Wiwin dan Pak Bukik

Entah berapa tahun yang lalu, saya seperti biasa sedang blogwalking. Kemudian saya terdampar di blognya Pak Bukik. Beliau pernah jadi dosen dan berkontribusi di berbagai website. Salah satunya yang terkenal adalah inibudi.org. Kini beliau sedang aktif di Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar. 

Dalam blognya tersebut, Pak Bukik juga kerap bercerita tentang anaknya, Ayunda Damai. Waktu itu Damai masih SD kelas 4 kayaknya. Nah... di salah satu artikelya, pada nama anaknya terdapat link dan terhubung ke ayundadamai.com. Lalu terbukalah blog pribadinya Damai. Whattt ??? anak kelas 4 SD punya blog ??!!. Dan perhatikan domainnya ! Dot Com saudara-saudara ! Nggak berhenti sampai disitu. Setelah melihat halaman about me nya, ternyata dia ngeblog dari umur 7 tahun !! So Amazing !

Bener-bener saya surprise banget menemukan blog yang usia pemiliknya masih cukup dini untuk ngeblog. Karena masih anak-anak, saya kira dia jarang-jarang update dan mungkin postingan terakhirnya beberapa bulan yang lalu. Tapi ternyata tidak. Setelah saya lihat-lihat, Damai cukup rajin mengupdate blognya. Bahkan, setelah memperhatikan arsip blognya, Selalu ada postingan di setiap bulannya sejak pertama kali ia ngeblog pada Agustus 2012.

Setelah menemukan blognya Pak Bukik dan anaknya, saya temukan juga blog mamanya Damai. Namanya Bu Wiwin dan alamat blognya wiwinhendriani.com. Oke... Jadi itu bapak, emak, sama anaknya ngeblog semua. Dan semua blog mereka selalu update. Bener-bener bikin envy.

                                           

Bapak sama anak komen-komenan di blog. ini juga bikn envy

Kenapa Damai Mau Ngeblog Sejak SD ?  

Itu pertanyaan yang langsung terlintas dipikiran saya. Pertanyaannya memang bukan bisa atau tidak bisa. Karena di era teknologi saat ini, anak SD sudah paham gadget dan internet. Jika diajarkan, pasti ngeblog pun juga bisa. Setidaknya bisa untuk sekedar memposting tulisan. Nah Kalau soal mau dan tidak mau, cukup jarang ada anak yang mau ngeblog. Namun Damai terlihat menikmati ngeblog. Buktinya ia konsisten update blog. Postingannya pun juga bukan sekedar seperti update status nggak jelas, tapi bener-bener menceritakan sesuatu dan berbobot.

Setelah berselancar di blognya Damai, saya menemukan satu postingan yang isinya menceritakan alasan kenapa Damai suka ngeblog. Berikut ini petikan tulisannya di postingan tersebut.

Aku suka nge-Blog karena nge-blog itu seperti bercerita di hadapan banyak orang. Tapi kalau ngeblog itu dibaca bukan didengar. Bedanya lagi, orang yang menulis atau yang membuat cerita itu tidak terlihat langsung di hadapan banyak orang. Jadi intinya nge-blog itu membuatku bisa bercerita tanpa membuatku merasa malu Selain itu kalau nge-blog, ceritaku bisa dikomentari dan disukai orang lain yang berkunjung ke blogku. Lalu aku bisa mengobrol dan bisa menjadikannya teman.Aku juga bisa menunjukkan video-video pianoku di blog

Menurut saya ini adalah keberhasilan  Pak Bukik dan Bu Wiwin sebagai orang tua. Diawali dengan memberi teladan yaitu mereka sudah ngeblog terlebih dahulu, sehingga Damai juga mau ikut-ikutan ngeblog. Kemudian mereka juga mengajarkan, mengarahkan, dan membantu Damai saat ngeblog. Bu Wiwin pernah memposting tentang bagaimana perannya sebagai orang tua dalam membantu Damai mengelola blog. Silakan lihat disini jika ingin melihat postingan tersebut.

Bukan Hanya Damai Saja
Dari blognya Damai, saya menemukan bahwa ada juga beberapa anak seusianya yang juga memiliki blog. Saya kemudian searching di google mengenai blog anak. Ternyata cukup banyak juga anak-anak yang punya blog. Wah... benar-benar baru tahu saya ternyata anak-anak juga melek ngeblog. Sebagian diantaranya, mereka memang penulis buku KKPK jadi wajar kalau mereka punya blog.

Blogger teman-temannya Damai


Saya pun Jadi Terinspirasi
Saya tentu terinspirasi dari kisah Damai ini. Apalagi banyak juga anak-anak yang punya blog selain Damai. Sebelumnya, saya mengira bahwa anak SD belum mengerti apa gunanya blog. Namun Damai mampu menepis anggapan saya bahwa anak SD belum saatnya dikenalkan blog. Maka saya mulai mencoba mengenalkan blog pada murid saya.

Waktu itu saya sedang aktualisasi prajabatan dan ditugaskan untuk membuat kegiatan inovatif yang belum dilakukan di sekolah. Saya langsung berpikir untuk memakai blog untuk media belajar siswa. Saya tidak meminta siswa membuat blog. Cukup saya yang membuat blog dan mengisinya dengan konten-konten materi pelajaran. Namun konten yang ada tidak hanya tulisan materi saja. Ada video, kuis soal, bahkan games.

                                     

   

Saya meminta siswa mengerjakan soal yang ada di blog tapi mengerjakannya tidak ditulis dikertas. Namun, siswa langsung mengetik dan mengirim jawabannya lewat kotak komentar. 

Tentu saya terlebih dahulu bagaimana cara mengerjakannya. Memang sih ada siswa yang menganggap itu ribet. Namun, beberapa lama setelah itu, ada salah satu siswa yang meminta saya untuk mengupdate konten blog tersebut. Saya senang mendengar itu. Berarti ada siswa yang antusias terhadap blog walaupun hanya satu siswa hehehe.

Jadi bisa disimpulkan sebenarnya anak SD bisa diajarkan ngeblog. Namun tentu harus melalui pertimbangan yaitu ketersediaan hardware (laptop/PC) dan akses internet. Satu lagi yang penting adalah kemauan anak. Sangat disarankan ngeblog ini untuk anak yang memang terlihat punya pasion menulis. Namun, jika sudah dikenalkan tapi anak terlihat seperti tidak tertarik ngeblog, ya sudah tidak perlu dipaksakan.

Saya berharap semoga kedepanya saya bisa mengenalkan blog lebih jauh kepada murid di sekolah. Dan tentu juga semoga di masa depan bisa seperti Orang tuanya Damai yang mampu menjadikan anaknya suka ngeblog sejak dini.