Masa yang Selalu Ada di Depan

02 Desember 2016 18:30:10 Diperbarui: 02 Desember 2016 18:33:41 Dibaca : Komentar : Nilai :

Judulnya tidak terlampau ribet, khan ? :) Yang dibahas bukanlah berkaitan dengan masanya, tetapi dengan apa yang ada di dalamnya. Kiranya ... :D 

Dikatakan "kiranya" karena yang punya bukanlah saya/kita tetapi "mereka nantinya". Tidak ikut mempunyai, sehingga saya/kita tidak bisa seenak hati/sa' penak'e dewe ... memutuskan apa yang akan/harus ada saat itu. Namun ... bila kita mengetahui bahwa salah satu keinginan manusia (umumnya) adalah tidak ingin hidup susah/sengsara, maka tentu kita bisa mempersiapkan segala sesuatu yang kiranya dapat mengurangi persentase kemungkinan timbulnya hal tersebut di masa mereka nanti. Mengenai masalah kelestarian lingkungan, sudah banyak saya tulis mengenainya. Masalah sumber daya alam juga sudah pula saya senggol beberapa kali. Nah, yang belum banyak saya senggol adalah masalah tehnologi.

Terkait masalah tehnologi ini, pernah saya tulis artikel dan komen mengenai masalah penggunaan unsur Hidrogen pada penggunaannya sebagai bahan bakar kendaraan. Tadi saya sempat baca banyak artikel yang mengulas masalah mobil listrik. Hayo, mengapa kok tiba-tiba bermunculan banyak artikel mengenai itu ? :) Walau sempat juga saya baca sebuah berita mengenai kedua raksasa besar dalam industri ini (Hon** dan Hyu****) yang mengatakan bahwa mereka akan tetap menggeluti juga sistim mesin berbahan bakar Hidrogen. 

Saya sendiri secara pribadi, memang sengaja mengedepankan masalah penggunaan unsur Hidrogen agar sistim itu "tidak dilupakan"/dicampakkan. Bahkan kalau bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nantinya bisa dilakukan pengamatan dan penelitian berdasar kejadian nyata/ praktek kerja dalam keseharian. Yang mana itu bertujuan agar tehnologi itu bisa terus dikembangkan. Untuk mempersiapkan "era luar angkasa" nantinya. Sebagai tambahan wacana ... penghasil energi di luar angkasa. Itu dari LIPI.

Memang sudah ada yang berupaya untuk mengembangkan sistim microwave  yang mana menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya, tetapi itu masih dalam tahap penggunaan untuk benda yang berukuran relatif "kecil" (satelit misalnya). Tentunya akan sangat berbeda bila ingin diterapkan untuk sebuah pesawat yang berukuran besar. Kemudian perlu dipikirkan pula ... Bahwa pada penerbangan luar angkasa, dimungkinkan sebuah pesawat berada amat jauh dari bintang yang ada. Sehingga pesawat itu tentunya akan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan sinar matahari pada panel solar cell-nya.

Kemudian ada juga yang mengupayakan penggunaan bahan plutonium. Tetapi sebagaimana yang saya kemukakan pada artikel lainnya (Memilih untuk Masa Depan), belum tentu planet lain mempunyai unsur serupa. Dimana keberadaan unsur tersebut pun baru bisa mengada setelah melalui proses yang cukup rumit (saat ini). Apakah mungkin kita akan membuat sebuah fasilitas pengolahan uranium/atau sejenisnya di berbagai planet lain? Bila ternyata planet-planet tersebut tidak mempunyai kondisi fisik serupa seperti yang ada di bumi. :)

Kembali kepada masalah "pengamatan dan penelitian berdasar kejadian nyata/ praktek kerja dalam keseharian" ... Ini diperlukan agar bidang lain terkait masalah jenis material, design dan sebagainya yang dipakai dalam sistim mesin tersebut, juga akan ikut ditelaah dan terus disempurnakan. Kehadiran dari dua pihak yang disebut diatas itu mungkin cukup agar jenis tehnologi ini tetap mengada, tetapi itu mengakibatkan perkembangan tehnologi ini akan berjalan sangat lambat ... dan kurangnya koreksi dari banyak pihak. Bagi pihak-pihak yang bekerja dalam bidang luar angkasa tentu mengetahui bahwa sebuah kesalahan kecil dalam sebuah perjalanan luar angkasa yang berawak manusia, bisa menyebabkan pesawat itu menjadi sebuah peti mati semata. Banyaknya koreksi, saran bahkan kritikan tentu diperlukan untuk mencegah agar hal semacam itu tidak terjadi.

Tetapi itu semua opini pribadi saja. :) 

Semuanya kembali kepada pihak masing-masing. 

Peeeace 4 all  


Bing Sunyata

/bingsunyata

Pekerja di sebuah industri percetakan kertas (packaging)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article