Mohon tunggu...
Swarna
Swarna Mohon Tunggu... Lainnya - mengetik 😊

🌾Mantra Terindah🌿

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Guru Honorer Harus Sejahtera

3 Mei 2019   14:14 Diperbarui: 10 Mei 2019   16:15 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tentang sebuah kesejahteraan

Semua orang mendambakan hal itu, ukuran dari sejahtera setiap orang tentu berbeda. 

Saya bukan ahli dalam menulis artikel yang menggigit dan mengundang decak kagum pembaca namun saya coba untuk menyampaikan sebuah opini tentang pendidik honorer.

 Oh ya apakah pengajar pra TK termasuk dalam jajaran pendidik?

Jika iya maka saya akan sedikit berkisah tentang itu. 

Bukan hal mudah menghadapi usia balita yang masih dalam tahap belajar mengenal lingkungan baru di luar lingkungan keluarga. Bagaimana membuat mereka nyaman dan tenang. Memperkenalkan mengajarkan dan melihat perkembangan sekakigus pertumbuhan mereka.

Tuntutan bagi pengajar pra TK pun tak kalah berat dengan jenjang pendidikan formal. Tapi semakin ke sini kesejahteraan dalam bentuk finansial semakin berkurang.

Lima sampai enam tahun lalu kami mendapat insentif yang boleh dibilang lumayan untuk ukuran kami yang hanya menemani belajar 2 jam sehari, dimana kita harus hadir satu jam sebelum KBM dan pulang 1 jam sesudah KBM. Tiap pengajar memperoleh insentif itu. Tapi sekarang, tiap lembaga dibatasi meski dengan jumlah nominal diperbesar. Lalu buat apa kami mengantongi NUPTK?

Perubahan kebijaksanaa dalam pemberian insentif sangat mencekik kami, terus terang lembaga kecil dibawah naungan P** ini hanya berharap dari dana insentif, perbulan hanya bisa membantu pengajarnya sekedar untuk sesuatu maaf. Aduhaaiiii untuk beli apa? Kuota jawab saya agar bisa tetap eksis di sosial media.

Lantas kebutuhan lainnya bagi pengajar bagaimana? Seolah berkata, urusan suaminya. Owh my God, kalau sudah berkeluarga dan suami bekerja  gaji tinggi, oke saja, kalau masih bujang, atau suaminya bekerja serabutan, bagaimana? Tanyakan pada rumput yang bergoyang dah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun