HIGHLIGHT

Apa Artinya Jokowi Tanpa JK

24 Maret 2014 01:14:12 Dibaca :
Apa Artinya Jokowi Tanpa JK
-

Kalau melihat kampanye terbuka Partai Gerindra tadi siang (21/03) di Gelora Bung Karno, Senayan yang sangat luar biasa, dimana Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Surya Dharma Ali yang hadir dengan jas lengkap partai berbasis Islam, ikut memberikan orasi yang berapi-api. Sebuah pemandangan kampanye terbuka yang bikin adem. Meski di akhir acara sejumlah pedagangan asongan yang  dagangannya diborong oleh peserta kampanye atas perintah Prabowo, malah bergerombol mengejar kameramen Metro TV untuk menyampaikan protes. Mereka memprotes karena panitia hanya mengganti dagangan mereka Rp.200 ribu tiap pedagang asongan, padahal banyak yang mengaku modalnya di atas 500.000 bahkan ada yang sampai Rp. 1 juta, kata mereka. Halah kirain apaan. Tenang aja Pak, Bu, Mas, Dek, besok ke kantor Gerindra aja minta tambahan, kantornya gak lari koq, lagipula Prabowo sayang sama wong cilik koq, seperti tadi dia bilang di pidato kampanyenya. Berita yang mengejutkan justru saya baca dari BBM saya, dimana sepintas cukup memprovokasi. "Apa Artinya Jokowi Tanpa JK," yang sempat saya intip sekilas saat berhenti di lampu merah. Saya tidak mau ambil resiko membaca ke bawahnya mengingat itu tindakan terlarang saat mengemudi kendaraan karena bisa mencelakai diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Apa Arti JOKOWI tanpa JK? terus berkecamuk dibenak saya sampai mobil saya masuk ke garasi. Saya tak sabar membaca kiriman BBM tadi.  Dan bunyinya, entah saya harus terkejut atau ngapain ya? NGakak aja kali ya?  "Hasil Rapat Dewan Pimpinan Pusat PDI-P pagi ini secara mendadak memutuskan bahwa JOKOWI harus berkolaborasi dengan JK, karena bila JOKOWI dipaksakan maju tanpa 'J' dan 'K' hanya akan menjadi  'OOWI'..."  Halah ^--^ . Selamat menikmati sisa akhir pekan yang cerah ini.

------------------ @ben369 -----------------

Ben B. Nur

/ben369

TERVERIFIKASI (BIRU)

Pernah menjalani beragam profesi antara lain sebagai pegawai negeri sipil, jurnalis, pengelola NGO dan Direktur di lembaga swasta, membuat Ben, demikian ia biasa disapa, mudah bergaul dengan orang dari beragam karakter dan profesi. Keputusannya untuk menjalani profesi sebagai konsultan setelah keluar dari PNS mengharuskannya bersinggungan dengan beragam disiplin ilmu, semata untuk memberikan solusi terbaik bagi kliennya. Baginya, ilmu pengetahuan adalah medium untuk membangun hubungan mutualistik dengan sesama dan alam semesta sembari memetik nilai tambah dalam memahami fenomena-fenomena yang kompleks di masyarakat dan di dalam organisasi. Pintu masuk dan keluar dalam menikmati dunia ilmu pengetahuan adalah membaca dan menulis. | email: ben_bnur@yahoo.com | twitter :@bens_369
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK JOKOWI CAPRES PDI-P

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?