HIGHLIGHT

Berapa Kali Alfred Riedl Mesti Dikontrak?

21 September 2012 23:14:20 Dibaca :

Salam,


Setelah jeger dengan hasil kespakatan yang di prakarsai oleh tim TF-AFC khususnya mengenai kelangsungan tim nasional Indonesia, kini terbersit dalam hati saya mengenai nasib seorang pelatih top yang begitu di bangga-banggakan dan di rindukan di Indonesia oleh para pengidolanya. Bagaimana bisa seorang yang katanya begitu di cintai insan sepakbola nasional harus melewati berbagai ketidak pastian mengenai kariernya di Indonesia sebagai negara yang tuan Riedl cintai.


Kita semua tahu bahwa timnas saat ini sedang menjalani TC dibawah asuhan pelatih Nil Maizar. Namun kita juga tahu, bahwa ada satu timnas lagi yang sering dijuluki timnas PKI alias The Real garuda alias timnas KPSI yang dilatih oleh Alfred Riedl.


Perjalanan karier Riedl di Indonesia, sangat unik. Dimulai sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada tahun 2010 di era kepemimpinan Nurdin halid, harus megalami nasib buruk karena dengan terpaksa di pecat sebagai pelatih oleh PSSI era Djohar Arifin. Alasan pemecatan ini diindikasi merupakan akibat dari kegagalan Alfred Riedl membawa timnas menjuarai piala AFF 2010 dan juga ditengarai bahwa kontrak Riedl dengan PSSI tidak memiliki bukti yang kuat secara hukum sebab ternyata Riedl hanya dikontrak oleh Nirwan Bakrie sebagai ketua umum PSI (persatuan sepakbola Indonesia). Hal itu membuat Riedl sangat kecewa dan harus meninggalkan Indonesia. Naasnya lagi, tidak ada satu pihak pun yang bertanggungjawab atas kompensasi kontrak Riedl. Kenyataan itu menimbulkan rasa pahit dalam hidup Riedl. Riedl pergi tanpa nama baik, tanpa prestasi.


Sejalan dengan itu, kisruh sepakbola pun mulai membara dan semakin tidak terkendali. Banyak pengagum Riedl dan bahkan ISL lovers serta penjilat KPSI yang memberikan hujatan bahwa kisruh sepakbola ini, salah satunya diakibatkan oleh pemecatan sang pelatih bangkotan ini.


Tak lama kemudian, Riedl kembali menerima hembusan angin segar setelah ditawari untuk menjadi pelatih timnas oleh La Nyalla Mattalitti. Dan itu menjadi kenyataan dengan mendaratnya Riedl kembali di Indonesia pada bulat april 2012. Riedl dikontrak mulai 13 april 2012 sampai 15 juni 2012 saja. Tanggal 15 juni ini adalah tanggal yang unik karena hari itu merupakan batas ultimatum FIFA dalam penyelesaian kisruh PSSI. Hari  berganti, minggu berlalu, akhirnya Riedl harus meninggalkan kembali Indonesia setelah tour keliling sambil menonton acara sepakbola liga jeger di berbagai daerah. Sayangnya kembali tanpa hasil, dan hati Riedl semakin terasa pahit penuh dendam. Demikian juga dengan kisruh yang semakin bergelorah.


Angin segar kembali dihirup Riedl pada tanggal 5 september 2012, dimana dia untuk ketiga kalinya di daulat sebagai pelatih timnas KPSI. Saat itu riedl mengatakan bahwa senang rasanya kembali ke Indonesia. Tak diragukan lagi, sang coach langsung menebar propaganda mengenai ancaman sangsi FIFA jika timnas tidak bersatu. Bahkan ada jargon  beliau yang sangat terkenal yakni Saya Pelatih Professional, Bukan Politisi.


Ya..yah... situ memang pelatih yang sangat professional. Setelah resmi menjadi pelatih timnas KPSI, Riedl menggebrak dengan TC-nya di Malang. Disanalah timnas asuhan Riedl disebut timnas PKI, Timnas Jogging, Timnas Tanpa Lawan, dll..dll.


Rapat JC sudah terlaksana, dan poin kesepakatan mengenai timnas pun sudah dirilis oleh Pangeran Abdullah sebagai Tim Task Force AFC-FIFA untuk kasus kisruh sepakbola Indonesia demikian:


3. Tim Nasional Indonesia. AFC Task Force for Indonesia menegaskan bahwa AFC dan FIFA hanya mengakui 1 Tim Nasional di bawah kendali PSSI. AFC meminta supaya JC membantu mengharmoniskan Tim Nasional Indonesia sehingga terbangun tim yang tangguh untuk berkompetisi di level internasional.


Impian Riedl untuk bersatunya timnas Indonesia sudah tercapai. Namun NASIB Riedl sebagai pelatih timnas Indonesia tetap tidak tercapai. Karena PSSI yang menerima mandat untuk mengendalikan timnas, telah memilih pelatih Nil Maizar sebagai coach. Harapan satu-satunya Riedl adalah propaganda dan pelintiran  KPSI mengenai kata "Harmonisasi" dalam kesepakatan itu.


Akankah Riedl yang sudah tua dan bangkotan itu akan terus mengalami nasib yang sama di kancah sepakbola nasional? Atau BERAPA kalikah Riedl Mesti di kontrak? atau apakah impian Riedl masih bisa tercapai.


Anda-anda penggemar dan pemuja Riedl adalah pihak yang mampu menjawabnya. Kalian sanggup menolong Riedl menapaki kariernya di Indonesia.... "Save Riedl"



follow @batokapua

Bato Kapua

/bato

Melakukan sesuatu jauh lebih baik daripada menunggu sesuatu terjadi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?