PILIHAN HEADLINE

Teror Mesin Kecil: Antara Seni, "Budget", dan "Online" Khas Indonesia

31 Maret 2017 14:06:52 Diperbarui: 31 Maret 2017 17:02:23 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Teror Mesin Kecil: Antara Seni, "Budget", dan "Online" Khas Indonesia
suzuki grasstracker bigboy. Desain kekar dua alam yang jadi inspirasi. sumber: suzukicycles.org

Bagi para penikmat dunia otomotif roda dua, kemunculan Suzuki TU 250 Grasstracker dengan nickname BIGBOY emang menyita perhatian.

Bentuk yang retro klasik berkapasitas mesin 250 CC seperti menjadi satu suntikan ide modifikasi sekaligus dejavu ke masa silam, kejayaan di mana dunia motor mengalami masa kejayaan dalam desain dan performa era 1970-1980-an. 15 tahun yang lalu saya berpikir, bahwa inilah yang bakal tren dan sangat aplikatif untuk modifikasi di Tanah Air. Gen yang akhirnya mempelopori aliran japstyle, bratstyle dan scrambler bahkan sampai dengan penghujung 2016 lalu.

Dulu, penggemar motor ber-budget (baca: pas-pasan) cuman bisa ngiler dan sedikit mimpi saat strata tertinggi biker seperti di-tribute-kan pada Harley Davidson. Chopper antikemapanan, suara mesin V twin yang khas dan dandanan yang gahar seperti jadi acuan. Mereka saat itu memang jadi parameter kasta tertinggi bagi yang awam. Bahkan "salah sebut merek" pun jadi sering banget terjadi. Kasta motor besar Inggris seperti BSA, Norton, Triumph , Royal Enfield belum sepopuler sekarang ini. Dan kami para budgeteer harus puas bermain motor di lini tengah bermodal mesin handal 4 tak khas GL Pro atau 2 tak yang lebih ramai saat itu. RX King, RX Z, RGR 150 dan lainnya emang lebih membumi.

Vespa dan Honda CB selalu punya tempat tersendiri. Eksklusif, tapi (sangat) membumi. Pasar bebek underbone pun juga mendominasi dengan banyaknya gelaran road race yang kontinyu.

Dunia modifikasi pun sempat ramai dengan "Moge Wannabe". Sektor kaki-kaki mesin kapasitas 200 cc Tiger yang diganti dengan limbah moge. Terlihat kekar dengan dan kondom tangki pun disematkan sehingga motor terlihat besar. Ini menunjukkan bahwa acuan strata masih menuju ke arah motor besar. Subyektif bilang, ini adalah pemerkosaan pada karakter sejati motor dan performa sejatinya. Dan sekarang ini, tampaknya kematangan konsep modifikasi pun semakin terlihat.

Mesin kecil bukanlah satu kendala untuk menikmati jalanan Indonesia. Bahkan justru pas dan enak untuk meliuk di tengah kota dan turing jauh yang menyenangkan. Satu dua dan tiga, modifikasi dan teror mesin kecil pun mulai terlihat sehingga sampai pada saat ini di mana modifikasi japstyle, brat, caferacer pun semakin jamak terlihat. 

honda CBR 2013 aliran bratcafe'. sumber pribadi
honda CBR 2013 aliran bratcafe'. sumber pribadi

Yamaha Scorpio sejak awal kemunculannya di tahun 2004-2005 banyak dipergunakan sebagai basic modifikasi bagi mereka yang menginginkan kapasitas mesin medium, mudah perawatan dan frame atau sasis yang memang basic-nya enak untuk meliuk dan diubah ringan. Bengkel-bengkel kustom yang semula berpakem Chopper khas IPAH (Ikatan Penggemar Aksesoris Harley) pun mulai pindah haluan. Modifikasi japstyle yang mengambil inspirasi dari Suzuki Grasstracker Bigboy pun mulai bermunculan. Namun, saat itu modifikasi masih terbilang mahal. Sebuah proses ide dan fabrikasi kustom memang bukanlah sesuatu yang murah. 

Konsep modifikasi yang benar sejatinya tetap mengacu pada performa, keselamatan, (sedikit) peraturan dan yang terpenting sebetulnya modifikasi wajiib mewakili siapa rider di balik motor itu sendiri. Profiling yang tepat, postur tubuh, gaya berkendara dan untuk apa kendaraan itu dimodifikasi seharusnya menjadi acuan awal. Bukan sekedar 'eye catching' atau menjadi kenikmatan mata yang melihat saja tapi sang rider sebetulnya terasa tersiksa dan gak nyaman saat berkendara. Itu salah kaprah sudah.

Seorang biker akan mengesampingkan semua itu demi kenyamanan dan juga keselamatan dirinya berkendara.

Dari japstyle, bobber, dan brat, masuklah aliran baru caferacer. Tak melulu bermesin medium atau besar. Gelaran event modifikasi pun semakin sering dilakukan dengan banyaknya basis mesin kecil yang tak meninggalkan jati diri aslinya. 

Bahkan tercatat, Racer TV melalui unggahannya di laman Youtube berbasis Honda CB 125 caferacer menjadi sumber inspirasi di seluruh dunia. Saya adalah satu dari 140 ribu orang yang memilih untuk 'berlangganan' channel YouTube mereka, dan satu dari lebih dari 235 ribu orang telah melihat "The Spark" dengan sedikit gatal di biji karena ingin segera berkendara. 

Kecepatan akses dunia maya pun menjadi satu sumber maraknya modifikasi. Dari sekadar bincang-bincang di forum yang mempunyai kesamaan, pencarian rumah modifikasi yang tepat sampai dengan pencarian sparepart pun semakin mudah. Dan yang jelas, kini modifikasi pun semakin murah. Yang dulunya apabila Anda ingin memodifikasi kendaraan seperti wajib hukumnya untuk menyambangi rumah modifikasi guna mematangkan konsep, kini bahkan bisa melakukannya di rumah sendiri berbekal tools yang sedikit komplet dan bengkel las terdekat. Minimal, apabila Anda beruntung mempunyai postur tubuh rata-rata Asia atau Indonesia, modifikasi "universal" pun bisa langsung dilakukan sendiri.

sebuah gerai online menawarkan kemudahan dalam konsep modifikasi. sumber: budung.store
sebuah gerai online menawarkan kemudahan dalam konsep modifikasi. sumber: budung.store

Toko toko online kini banyak menjual paket bodi modifikasi. Anda mau aliran japstyle? Mulai dari paket yang berisi tangki, dudukan aki, side cover, behel U untuk buritan dan bahkan sampai dengan lampu dan spakboard pun dijual lengkap. Pilihan setang yang terkait dengan gaya berkendara pun komplet. Apabila budget masih terbatas pun modifikasi bisa dimulai secara bertahap. Dan paket 'universal' yang terjual ini pada umumnya mewakili kebanyakan motor medium kecil yang ada di pasaran, mulai dari paket untuk Honda CB, Honda GL Series, Suzuki GN 125 (Thunder), dan Scorpio. 

Modifikasi tidak lagi milik mereka yang berduit (saja). Meski pilihan pilihan yang ada di gerai online semakin memudahkan, bukan berarti respek untuk menyambangi mereka yang menggeluti dunia kustom pun hilang. Antara seni, ketepatan mereka menerjemahkan siapa rider di balik tunggangan dan barang custom yang hanya dibuat untuk proyek tersebut masih tetap mempunyai kasta dan apresiasi tersendiri. Meski demikian, 'teror' modifikasi mesin kecil yang semakin ramai meliuk di jalanan Indonesia dengan ramah pun akan terus berkembang.

Baskoro Endrawan

/baskoro_endrawan

TERVERIFIKASI

Like to push the door even when it clearly says to "pull" You could call it an ignorance, a foolish act or curiosity to see on different angle :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana