HEADLINE HIGHLIGHT

Masjid-masjid Indah di Istanbul

06 Mei 2012 19:44:12 Dibaca :
Masjid-masjid Indah di Istanbul
Masjid Sultan Ahmed I (Blue Mosque) dengan 6 menara (Foto: BM)

Lima hari di Istanbul banyak waktu saya habiskan melihat keindahan masjid-masjid di kota ini. Saya tidak pernah mempelajari tentang arsitektur tetapi sangat mengagumi arsitektur yang cantik. Arsitektur masjid-masjd di Istanbul banyak di pengaruhi oleh gaya baroque. Kubah berbentuk dome adalah karakteristik utama yang biasa terlihat. Sultanahmet Mosque atau lebih terkenal dengan nama Blue Mosque adalah fokus wisatawan di Istanbul. Warna kubahnya tidak tampak biru jika dari kejauhan tetapi dari dekat warna kebiru-biruan itu memang terlihat. Saya sholat Zuhur di Blue Mosque dan melihat masjid dipenuhi dengan para jamaah. Jemaah yang banyak adalah para wisatawan dari berbagai pelosok dunia. Bagian dalam masjid di hiasi dengan kaligrafi indah dalam bahasa Arab. Siapa yang memasuki ke dalam masjid itu pasti terpegun dengan arsitektur yang  memiliki nilai estetika yang amat tinggi. Ketika keluar dari ruang sholat seorang wisatawan dari Arab meminta saya merekam gambarnya dengan kamera hp. Ketika sedang mengambil gambar itu penjaga di dalam masjid menepuk bahu saya dengan sopan seperti meminta saya menghormati jemaah yang masih sholat sunat. Biasanya 20 menit sebelum dan setelah waktu sholat ruang sholat ditutup untuk wisatawan. Hanya siapa yang ingin sholat saja di benarkan. Tetapi karena jamaah ini adalah wisatawan, sulit untuk penjaga masjid mengontrol aktitiviti merekam foto di dalam masjid. Blue Mosque didirikan pada awal tahun 1600 ketika pemerintahan Sultan Ahmed I dari tahun 1603-1617. Apa yang membuat saya tertarik dengan masjid ini adalah ia memiliki 6 buah menara dan kubah yang bertingkat-tingkat. Biasanya masjid hanya memiliki 4 buah menara. Kawasan di sekitar masjid ini yang luas dengan taman-taman yang cantik dan sebelah Hagia Sofyia. Blue Mosque adalah mahakarya bangsa Turki yang tidak ternilai.

13363213621099034118
Masjid Sulaimaniye - Sulaiman the Magnificient (Foto: BM)
Ketika makan Pilav di tepian Galata Bridge, saya terlihat masjid indah dipuncak bukit dan bertanya kepada penjual disitu dan beliau mengatakan itu adalah Sulaymaniye Mosque. Karena hari sudah senja, saya berencana esok saja mendaki puncak bukit itu untuk melihat Masjid Sulaimaniye. Keesokan harinya saya menlalui pinggiran jalan disekitar Grand Bazaar untuk mencari Masjid Sulaimaniye yang dikatakan tidak jauh dari Universitas Istanbul. Ketika mendaki bukit itu, saya berhenti di anak tangga karena jari kaki terasa sakit. Bila membuka sarung kaki, terlihat ibu jari kaki saya sudah lecet. Mungkin karena terlalu banyak berjalan. Sesampai di Sulaimaniye Mosque, sholat Ashar berjamaah sudah selesai dan saya bergabung dengan beberapa yang lain sholat berjamaah di satu sudut sebelah kanan ruang masjid. Selesai sholat saya beristirahat sebentar di tepi mimbar masjid dan mendengarkan ceramah agama yang di sampaikan oleh Prof Dr Mustafa Cevat Aksit yaitu professor dalam bidang Hadis. Sebelumnya beliau bertugas di University of Istanbul tetapi sekarang sudah pensiun. Itulah informasi yang saya peroleh dari orang yang mendengar ceramah itu. Ceramah itu disampaikan dalam bahasa Turki, jadi saya kurang paham tapi sangat tertarik dengan cara beliau berbicara. Ruang sholat di Sulaimaniye Mosque ini sangat cantik dengan tulisan kaligrafi yang indah. Masjid ini siap dibangun pada tahun 1558 dan merupakan masjid terbesar di kota Istanbul setelah Blue Mosque (Sultan Ahmed I). Setelah 15 menit dan sakit kaki sudah mulai kurang saya pun melangkah keluar. Di saat saya hampir di pintu keluar seorang lelaki menepuk bahu saya dengan mengucapkan salam dan menyapa saya dengan kata 'Apa kabar' tetapi dalam dialek yang sedikit berbeda. Rupa-rupanya seorang warga Turki yang bisa berbahasa Indonesia karena ia pernah mengikuti rekannya warga Indonesia selama 2 minggu ke Jakarta. Jadi ia bisa mengucapkan beberapa ayat seperti 'saya suka makan nasi goreng'. Tetapi sebaliknya saya berbicara dalam bahasa Inggris . Ia memberikan nomor hp nya ke saya jika maukan apa-apa pertolongan di Istanbul. Beliau sangat membantu dan memberitahu saya banyak masjid di Istanbul yang harus saya kunjungi karena keunikkanya. Ia menyarankan agar saya melihat batu Hajaral Aswad yang terdapat di masjid-masjid di Istanbul. Ada 3 tempat yang saya bisa temui batu Hajaral Aswad. Pertama di makam Sultan Sulaiman yaitu di luar Masjid Sulaimaniye ini. Kedua, di Blue Mosque yang terletak di bagian atas mihrab masjid itu. Ketiga di Masjid Sokullu Sehit Mahmet Pasa yang memiliki 4 serpihan batu itu yang terletak di beberapa tempat di mihrab masjid. Batu hitam Hajaral Aswad di Blue Mosque dan di makam Sultan Sulaiman diletakkan dinding yang tinggi dan tidak bisa disentuh. Tetapi satu dari batu yang ada di Masjid Sokulullu Sehit Mahmet Pasa terletak di mimbar masjid dan bisa disentuh dengan tangan. Ia menyarankan saya agar ke masjid itu. Selepas pamit saya melangkah keluar ke masjid untuk melihat sebuah lagi masjid yang indah tidak jauh dari situ - Masjid Beyazid II.
1336321449562563941
Masjid Beyazid II dan jualan barang bekas di sekitarnya (Foto: BM)
Benyazid Mosque terletak di Beyazit Square berhadapan dengan gerbang masuk University of Istanbul. Ketika mendekati masjid ini terdapat banyak orang disekitar masjid ini seperti ada pesta. Rupa-rupanya ada penjualan barang-brang bekas di sekeliling masjid dan saya juga sempat melihat-lihat tetapi tidak ada satupun yang berkenan. Barang bekas seperti pakaian tampaknya terlalu lusuh. Tidak seperti penjualan barang bekas di UK yang masih cantik dan masih sesuai digunakan. Disini jelas terlihat sisi lain masyarakat Turki yang miskin dalam mengarungi kepayahan hidup. Di bagian dalam masjid juga ada aktivitas yang saya kurang pasti. Tersedia makanan gratis di pekarangan masjid dan saja masih malu-malu untuk ikut makan meskipun di pelawa oleh beberapa orang yang sedang makan. Makanan khas Turki seperti Pilav dan juga manisan diletakkan diatas meja secara buffet. Masjid Beyazid II didirikan dizaman keagungan kerajaan Ottoman ketika pemerintahan Sultan Beyazid II yang siap dibangun pada tahun 1506. Masjid ini lebih tua dari Blue Mosque dan Sulaimaniye Mosque. Arsitekturnya adalah gabungan antara barat dan timur dengan dua buah menara. Material utama bangunan masjid ini adalah batu granite dan marmer. Kawasan luarnya yang luas memungkinkan banyak aktivitas dilakukan. Salah satunya adalah penjualan barang bekas.
1336321526668898983
Masjid Yeni (New Mosque) di waktu senja (Foto: BM)
Saya melanjutkan perjalanan melihat-lihat masjid di Istanbul. Ketika berjalan kaki disepanjang jalan di sekitar Golden Horn terdapat banyak masjid-masjid kecil yang juga terlihat cantik. Menjelang waktu Maghrib saya sampai di New Mosque atau di panggil Yeni Camii dekat terminal feri Eminonu berhadapan dengan Galata Bridge. Masjid ini siap dikembangkan pada tahun 1665 dengan 2 buah menara dan kubah yang bertingkat-tingkat seperti Blue Mosque. Material utama yang digunakan sama seperti masjid lain di Istanbul yaitu granite dan marmer. Lokasinya berdekatan dengan Grand Bazaar. Hari-hari berikutnya di Istanbul saya begitu obses dengan keindahan masjid-masjidnya. Di bagian Taksim saya temui Dolmabahche Mosque yang terletak di sebelah Dolmabahche Palace yaitu kediaman resmi pemerintah Kekaisaran Ottoman di Istanbul. Di istana itulah Sultan terakhir Kekaisaran Ottoman, Sultan Mehmed VI digulingkan oleh Mustafa Kamal Atarturk. Beliau keluar dari istana pada 17 November 1922 melalui pintu belakang istana dan menaiki kapal milik Inggris bernama HMS Malaya dan dibawa ke Malta dan kemudian ke Italia. Itulah episode sedih sebuah pemerintahan Islam di Turki dan setelah 90 tahun Turki masih mencari arah dan kekuatan untuk bersaing di pentas dunia. Ketika saya ingin naik feri ke Andalar di terminal feri Kabatas saya terlihat sebuah masjid yang cantik yaitu Masjid Ortaköy yang dibangun pada abad ke 18 dengan karakteristik neo-Baroque. Memang ada banyak lagi masjid yang indah yang saya temui sepanjang perjalanan di kota Istanbul. Tetapi apa yang membuat saya terkilan adalah tidak sempat untuk berkunjung ke Masjid Sokullu Sehit Mahmet Pasa yang terletak di daerah Fatih. Istanbul adalah kota yang sangat indah dan sejarah Islam yang panjang di kota ini. Apakah Istanbul akan kembali menjadi pusat keagungan kekaisaran Islam di dunia?
133632160265480827
Masjid Dolmahbache dihadapan Dolmahbache Palace (Foto: BM)
13363216841907847828
Masjid Ortokoy di Terminal Feri Kabatas (Foto: BM)
1336321766286105796
Ceramah Prof Dr Mustafa Cevat Aksit di Masjid Sulaimaniye (Foto: BM)
1336321807159394787
Kaligrafi di dalam Masjid Sulaimaniye (Foto: BM)
1336321849473129122
Acara di ruang depan Masjid Beyazid II (Foto: BM)
13363219102099573638
Jualan barang bekas di sekitar Masjid Beyazid II (Foto: BM)
13363219551572109437
Blue Mosque dengan warna kubah kebiru-biruan (Foto: BM)

Bart Mohamad

/bart

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang 'backpacker' yang berkelana di bumi Eropa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?