Kuliner Sumatera Barat

01 Juni 2013 13:04:11 Dibaca :

Rendang

Berbicara tentang masakan Padang maka pikiran kita akan otomatis tercetus sebuah masakan khas dan unik, yakni rendang daging. Sudah menjadi rahasia umum bahwa daging rendang Padang sangat populer baik di kalangan tua maupun muda serta berbagai kalangan. Setiap kali snggah di rumah makan atau restoran Padang maka setiap orang akan mengingat masakan berbahan pokok daging ini. Rendang daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri. Rendang sudah masuk ke dalam jajaran kuliner dunia. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya cabai (lado), lengkuas, serai, bawang, dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak.

Semakin berkembangnya masakan, maka ada pula rendang paru dan rendang telur. Daerah pesisir selatan ada rendang lokan yakni rendang dnegan bahan dasar lokan atau kerang air tawar. Di Payakumbuh jugaada rendang belut. Ada pula Rendang Baluik, Rabu, dan Talua.

Sate Padang

Adalah sebutan untuk tiga jenis sate di Sumatera Barat, yaitu sate Padang, sate Padang Panjang, dan sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi dan lidah sapi dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas. Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah satenya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman satenya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasaperpaduan kedua jenis sate tersebut.

Panyaram

Panyaram atau paniaram yakni kue dari beras ketan dicampur gula anau. Panganan ini dapat ditemui di berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti di Tiakar, Payakumbuh, atau Kayu Tanam ketika Anda menuju Bukittingi dari Kota Padang.

Galamai

Makanan ini berasal dari ketan. Proses pembuatannya membutuhkan kancah besar atau kuali besar dengan waktu penyelesaiannya sekira 6 jam. Tepung ketan sebelumnya direndam kemudian dijadikan tepung. Setelah itu diolah di atas api sedang dengan menambah beberapa bumbu berupa santan kelapa tua, aren, kacang, dan beberapa bumbu lainnya.

Ikan Bilih

Ikin bilih merupakan ikan air tawar khas Danau Singkarak. Hidup dan berkembang tanpa bantuan makanan pengawet, mengandung nilai gizi yang tinggi,dan jika mengonsuminya kita akan merasakan kenikmatan dan lezatan.

Limpiang Pinyaram

Merupakan makanan khas Kabupaten Solok Selatan yang dibuat pada saat acara-acara adat seperti Baralek Gadang, Manjalang Mintuo. Limpiang Pinyaram Putiah dengan bahan dasarnya tepung beras ketan, gula pasir, dan santan.

Tumbang Pisang

Makan ini bahan dasarnya ialah pisang batu (pisang gepok) muda. Pisang direbus dengan kulitnya sampai matang, setelah matang pisang dikupas, lalu dihaluskan (ditumbuk). Setelah halus kemudian ditaburi gula aren dan kelapa parut.

Palai Baluik

Palai Lado Baluik (pepes belut) merupakan masakan khas (sambal) masyarakat Alam Surambi Sungai Pagau, Solok Selatan. Makanan yang dibumbui dengan cabai, jahe, dan kunyit serta dibakar dengan tempurung kelapa ini merupakan salah satu pilihan menu apabila Anda berada di wilayah Solok Selatan.

Masakan/kuliner Sumatera Barat lainnya adalah Gulai Kapalo Lauak, Sala Lauak, Palai Rinuak, Pensi, Lamang Tapai, Kue Sapik, Dendeng Rabu, Teh Talua, Karupuak Jangek, Karak Kaliang, Talua Barendo, Sarang Balam, Pisang Sale, Ikan Bakar, Sanjai, Es Durian, Rakik Ikan Bilih, Martabak Kabung, Martabak Manih, Kipang Kacang, Rakik Kacang, Bika Samariana, Ampiang Dadiah, Aia Kacang, Rakik Maco, Itiak Lado Mudo, dan Kawa Daun.

*) Sumber: brosur Dinas Kebudayan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. klik: www.minangkabautourism.info

*) Saya mengambil brosur ketika mengunjungi Super Food Expo #6 di Jogja Expo Center, 22-26 Mei 2013.

Banyu Wijaya

/banyuwijaya

#nusantaraindonesiatrulyuniversa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?