Jabal Qurban, Mina dan Iblis

05 November 2011 23:35:13 Dibaca :

  Hari ini (10 Zulhijjah) jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah haji berada di Mina untuk melontar jumrah Aqabah (pilar terbesar diantara 3 pilar yaitu jumrah Ula, Wustha dan Aqabah. Letaknya paling ujung ke arah Makkah). Tentu saja pelaksaan jamarat ini merupakan serangkaian dari wajib haji yang harus dilakukan oleh jamaah. Bila tidak, maka terkena dam kesalahan. Tadi malam, para jamaah haji diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah untuk mabit. Mabit boleh diartikan berada di tempat tersebut hingga pertengahan malam. Para jamaah biasanya mencari atau mengambil batu kerikil untuk dipergunakan melontar jamarat yang ada di Mina. Praktis kegiatan jamaah haji yang diatur oleh Pemerintah, semuanya berada di tenda-tenda Muaishim di Mina. Cukup jauh dari jamarat, melewati terowongan Muaishim yang pernah sangat terkenal karena peristiwa terowongan yang menewaskan ribuah jamaah haji. Kegiatan mereka disitu pada pagi hari ini sangat beragam. Ada yang ingin menyelesaikan thawaf Ifadah di Ka'bah dan Sai serta tahallul awal juga bisa. Ada yang menunda itu hingga nafal awal nanti (selesai mabit atau bermalam di Mina) juga boleh. Bagi yang memilih ini, thawaf Ifadahnya nanti setelah dari Mina. Bagi jamaah yang sudah melontar jumrah Aqabah juga sudah melakukan tahallul awal yaitu boleh mengganti pakaian ihram dan memakai pakaian biasa. Mudah saja melaksanakan ibadah haji itu. Bagi yang memilih untuk berada di Mina selama masa kegiatan mabit juga bisa mengunjungi Jabal Qurban. Kawasan ini merupakan tempat jagal pemotongan hewan kurban jamaah atau dam dan lain sebagainya. Disitu jutaan hewan disembelih. Bagi yang mau mengambil sebanyak yang dia bisa atau mampu membawanya juga boleh. Tidak dilarang. Karena itu, tidak jarang kita melihat seorang jamaah yang memanggul seekor kambing atau domba yang sudah dikuliti. Daging-daging hewan qurban nantinya diproses dalam bentuk kalengan. Biasanya akan diberikan kepada dunia Islam yang terkena musibah. Jadi pemanfaatan daging-daging qurban tersebut bisa dinikmati secara baik. Tentu saja, Mina merupakan kawasan kecil yang dulunya tempat Nabi Ibrahim AS diganggu Iblis ketika diperintahkan menyembelih atau mengurbankan putranya Islamil AS. Tentu saja, peristiwa tersebut direkam dan dinapaktilasi oleh umatnya dan pengikutnya, termasuk keturunannya yaitu Nabi Muhammad saw, sehingga peristiwa gangguan Iblis itu diganti dengan melontar Jamarat. Tentu saja, hal itu merupakan personofikasi dari ÉGO"yang ada dalam diri kita. Simbolisasi dari memerangi EGO sendiri yang ada dalam diri manusia. Lempari ego dengan berbagai usaha dengan berabagi këbaikan, termasuk mau dan rela berkorban kepada orang lain. Selamat berqurban dan berhaji bagi yang menunaikannya. Siap-siap mau salat Idul Adha nich. salam damai,,,

Bang Nasr

/bangnasr

Bangnasr. Masih belajar pada kehidupan, dan memungut hikmah yang berserakan. Mantan TKI. Ikut kompasiana ingin 'silaturahim' dengan sesama.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?