Bang Kemal
www.kompasiana.com/bangkemal0622
| Tulisan | : | 74 artikel |
| Komentar | : | 767 tanggapan |
Di mahligai pelangi, batinmu ziarah di kubah suratan, menangkuk zarah di saat yang sama, engkaukah dia kelopak syair, bersemu bahagia? Hening alam merasuk sukma kian melenjan segala ...
“Aku tidak salah. Tapi mengapa aku ditendang?” Sang anak bertanya sambil menangis. “Abang pernah berbuat jahat?” Tanya ayah. “Aku baik kok. Dianya yang begitu terus.” Sang ayah berusaha ...
Gerai Kahveh di seberang kampus telah menjadi persinggahan terfavorit sepanjang kenangan. Tersedia di sana bagi pengunjung fasilitas free wifi. Kondrad yang ditemani secangkir kopi sedang ...
“Kabur lagi, kabur lagi. Kapan aku bisa jewer telingamu Dessy Pujiastuti? Hayo mau kemana?” Terdengar suara Kondrad berat menahan beban di hati. Dessy yang merasa jengah ...
I Blah-blah demagogis, dan aku melihat diriku di sana. Kekasihku, turunlah berdansa denganku, sebab di mata hatimu telah terbaca. Lihat phantom pun tersenyum, meneguk cita rasa ...
Setelah sekian lama mendedikasikan diri sebagai pelaut pelayaran nasional maupun internasional, dari sebuah agency worldwide for oil tankers, kapal oil supppy milik Jepang tempat kerjanya ...
Kapas putih rebah di tapak tangan tapi seribu nada sepi berakhir di tengah tembang kemenangan Kuntum-kuntum bunga penanda alam terikat dalam satu ikatan tapi seribu impian gugur bersama ...
Rumbai-rumbai selendang pawana mengusap roma di wajah dengan liuk lembut Iringan tarian maharani biru selaras debur-debur ombak membuai dalam ritme Nyiur hijau tak hiraukan senja memaksa berlalu, ...
“Opa nanti seperti mbah, dikuburin?” “Tidak bang*, opa pasti sehat lagi.” “Kasihan opa, nanti kita lihat yuk. Kita doa, biar opa cepat sembuh” ________ Rasa menyesah tulang dada, nafas-nafasku ...
Gemuruh di dada, seia sekata derap kaki-kaki melangkah adakah nyawamu, juga nyawaku? ……… Wahai engkau, di bilik bungker lama kawat-kawat berduri, angker adakah, sangarmu juga, sejarahku? ……… Tangis ayah ibu ...