Mohon tunggu...
Bambang Setyawan
Bambang Setyawan Mohon Tunggu... Buruh - Bekerja sebagai buruh serabutan yang hidup bersahaja di Kota Salatiga

Bekerja sebagai buruh serabutan, yang hidup bersahaja di Kota Salatiga

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Patung Bunda Maria Tertinggi di Dunia Ada di Ambarawa

18 Agustus 2015   01:45 Diperbarui: 18 Agustus 2015   01:45 7436
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Patung Bunda Maria yang diberi nama Maria Assumpta dan berdiri di areal Gua Maria Kerep, Ambarawa, Kabupaten Semarang, diyakini merupakan patung Bunda Maria tertinggi di dunia.

Perihal keterangan yang menyebut patung Bunda Maria ini merupakan patung tertinggi di dunia, saya dapatkan dari salah satu jemaat Katolik yang bernama Valentina Suryandari ketika bertemu di Gua Maria Kerep, Senin (17/8) sore. Menurutnya, keberadaan patung tersebut tercatat di Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang Sabtu (15/8) lalu telah memberikan penghargaan khusus atas pembuatan patung tersebut.

“ Sabtu lalu, dengan disaksikan ribuan jemaah Gua Maria dari berbagai keuskupan telah dilakukan kebaktian dan peresmian patung Bunda Maria yang dimpin Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pudjasumarta,” kata Valentina yang mengaku tinggal di Ungaran, Kabupaten Semarang ini, Senin (17/8) siang.

LEPRID sendiri, sepanjang saya ketahui merupakan lembaga independen yang mencatat berbagai prestasi insane Indonesia secara professional, akuntabel, transparan dan bermatabat. Dipimpin oleh Paulus Pangka SH, diresmikan keberadaannya tanggal 29 Desember 2014 lalu. LEPRID memiliki “hubungan darah” dengan Musium Rekor Indonesia (MURI) yang didirikan Jaya Suprana.

Saya bersama tiga keponakan yang tengah berkunjung di Gua Maria Kerep Ambarawa, melihat patung tertinggi di dunia ini mempunyai tujuh pilar penyangga. Pada masing- masing pilar terdapat lukisan yang menggambarkan tujuh duka Maria. Dibangun di halaman Gua Maria yang memang relatif luas, tak pelak, keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri. Apa lagi bila melihat detail patung, wow ! Sungguh, sangat mempesona.

Kendati saya bukan pemeluk agama Katolik, namun, saya harus mengapresiasi pembuatan patung Bunda Maria yang bakal menjadi ikon Kecamatan Ambarawa. Sebab, meski selama ini di Ambarawa dikenal sebagai kota (padahal Cuma Kecamatan) perjuangan, tempat Musium Kereta api dan Musium Palagannya, maka dengan adanya patung tertinggi di dunia tersebut bakal menambah gairah wisatawan, khususnya dalam menjalankan wisata religi.

Dari bawah, patung Bunda Maria yang tingginya mencapai 23 meter itu terlihat sangat menarik. Ditambah penopang setinggi 19 meter, maka total ketinggian patung dari tanah mencapai 42 meter. Saya meyakini, untuk membuat detail patung, khususnya di bagian atas (tubuh dan wajah), memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Padahal, hasilnya nyaris sempurna.

Berdasarkan keterangan pihak penjaga Gua Maria Kerep, patung Bunda Maria dikerjakan oleh tiga seniman asal Ambarawa dan dipimpin oleh R.A Nugroho. Patung yang dibangun dengan teknik bongkar pasang tersebut, dibuat menghadap kearah matahari terbit untuk menggambarkan bahwa Bunda maria menyinari seluruh manusia, baik mau pun jahat.

 “ Patung ini lebih tinggi dari patung yang sama di Bulgaria. Patung Bunda Maria di Bulgaria, tinggi keseluruhan hanya 32 meter,” ungkap penjaga Gua Maria Kerep yang saya lupa menanyakan namanya.

Karena saya manggut- manggut, penjaga tersebut kembali menjelaskan bahwa sesuai isi keterangan  Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pudjasumarta, Sabtu lalu, patung Bunda Maria dimaksudkan sebagai simbol perdamaian di bumi. Yang mana, Maria yang merupakan ibu Yesus Kristus adalah sosok yang selalu bijaksana dan dekat dengan semua golongan.

“ Patung ini bakal jadi symbol perdamaian. Sebab, kita semua tahu, bagaimana Bunda Maria menjalani kehidupan di dunia. Kiranya patung ini menjadi inspirasi bagi umat agar selalu hidup damai di bumi,” ungkapnya masih mengutip keterangan Uskup Agung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun