HIGHLIGHT

Anjingpun Ikut Menyelam

23 Juni 2012 06:57:22 Dibaca :
Anjingpun Ikut Menyelam
Team and Tim

Sebagai penyuka kegiatan menyelam dengan tabung (scubba) saya dan anak perempuan saya tidak melewatkan diri saat diajak menyelam sambil mengambil dan memunguti sampah didalam air di laut depan rumah kami. Selama ini asya memang meminta anak-anak yang bekerja dirumah itu untuk setiap minggu membersihkan areal pantai terutama di tempat kami biasa duduk dan makan siang ataupun sekedar bergelantungan di hammock. Kegiatan ini sudah lama saya lakukan walau kadang ada rasa jenuh juga karena sepertinya saya membuang-buang energi semata karena sampah tetap saja berdatangan apalagi di bulan-bulan tertentu, belum lagi tetangga sebelah rumah yang jarang mengawasi anak buahnya karena saat mereka membersihkan pohon kelapa  membiarkan begitu saja onggokan pangkasan daun dan pelepas kelapa di pantai depan rumah mereka. Beberapa kali saya sempat berbicara dengan pemilik rumah yang berasal dari ibukota tersebut agar memberitahukan kepada pekerjanya yang hanya dijawab dengan saya akan bicarakan dan lain sebagainya. Paling tidak saya sudah berbicara ke pemilik bangunan tersebut begitu pikir saya. Kembali ke membersihkan sampah di laut, saat liburan muim panas yang lalu kami bersepuluh, mulai dari anak saya, teman prianya termasuk saya juga dan dari desa setempat menyewa beberapa alat selam karena milik desa tidak mencukupi (hanya ada 4 set) dan melakukan upaya pembersihan sampah. Membersihkan sampah diair dengan kedalaman 15 meter tentu tidak segampang membersihkan sampah di darat, belum lagi kadang arus yang sedikit kencang bisa menyusahkan penyelam apalagi penyelam macam saya dan anak-anak yang memang bukan ahli hanya sekedar fun dive saja. Tetapi saat itu, masih sangat terkendali dan kamipun dengan senang hati melakukan kegiatan tersebut. Sebelum kami menyelam, masing-masing penyelam diberikan satu kantong khusus buat menyelam dan untuk leader kami dari salah satu organisasi penyelamatan terumbu karangmembawa dua kantong begitu juga 2 anggota lainnya dan kamipun menentukan titik-titik mana yang mesti di tuju. Survey jumlah sampah di beberapa titik  sudah dilakukan seminggu sebelumnya. Saya dan teman pria anak perempuan saya menjadi satu tim, dan anak saya (satu-satunya perempuan dan paling muda selain teman prianya) menyelam bersama salah satu anggota team dan kami semua terbagi atas 5 tim segera menuju ke air dan setalh 10 meter dari pantai kamipun segera turun. Beberapa plastik yang sedang mengambang kami punguti satu persatu, lengkap dengan tempelan ubur-ubur yang tidak beracun. Memunguti sampah mengambang mungkin tidak terlalu sulit tetapi yang sudah menempel dikarang mesti sangat hati-hati, salah-salah kita malah merusak karang-karang tersebut. Saya dan Toby, buddy dive saya setuju untuk satuorang mengambil sampah dan satunya lagi memegang tempat sampah. Tanpa terasa 30 menit kami berada di bawah laut apalagi karena buddy dive saya kurang bsia mengontrol pernapasannya, oksigen di tabungnya sudah mulai menipis maka kami memutuskan untuk ke atas setelah saling memberi tanda naik. Saat kami naik ke peremukaan tidak nampak asatupun para penyelam yang ada hanya gelembung-gelembung pecahan udara dari air sesekali nampak. beberapa menit kami istirahat di eprmukaan kepala-kepala penyelam mulai bermunculan, bahkan anjing ras sayapun sudah berteriak menggonggong dan segera turun ke air menghampiri kami. Tidak banyak sampah yang kami dapatkan bahkan beberapa kantong hanya berisi kurang dari satu kilogram tetapi hasilnya menurut kami sudah memuaskan karena paling tiddak itu bukti bahwa sampah di pantai kami (paling tidak sekitar areal kami) tidak begitu banyak. Saya sendiri berharap bisa kembali melakukannya disela-sela kesibukan saya sekalian menyalurkan kesukaan berscubba.

13404415681759059970
my swimming buddy

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?