HIGHLIGHT

Panjat Pinang yang Kurindukan...

12 Agustus 2012 17:07:56 Dibaca :
Panjat Pinang yang Kurindukan...

Era 1980an di kampungku di Palembang mungkin adalah masa keemasan

Dimana Panjat pinang merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu

Ketika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Alangkah senangnya melihat sebuah pohon pinang yang sudah dilumuri pelumas bekas

Berusaha dinaiki oleh anak-anak muda untuk mencapai puncak

Dimana berbagai macam hadiah tersedia….

Mulai dari handuk kecil murahan, payung hingga mie instant

Memang tak terbayangkan meriahnya. Bahkan bisa dibilang kocak.

Kadang sudah hampir mencapai atas tiba-tiba melorot lagi.

Lalu mereka bekerjasama saling dukung.

Yang badannya paling besar menjadi penyangga buat yang naik.

13447886181169208248

Ada yang merelakan kaos dan bajunya sebagai lap untuk menghilangkan pelumas

Pokoknya luar biasa.

Sebenarnya, apa yang bisa kita pelajari dari panjat pinang?

1.

Semangat pantang menyerah

Nampaknya semangat inilah yang diwariskan para pejuang kita dulu kepada

Para pejuang panjat pinang itu…hehehe

Pantang menyerah sebelum tujuan tercapai.

Tidak ada cara instant dalam merengkuh suatu prestasi.

Jatuh, bangun lagi…jatuh lagi, bangun lagi dan seterusnya hingga berhasil.

2.

Kerjasama akan Mempermudah Tujuan

Panjat pinang memberi pelajaran akan pentingnya kerjasama atau gotongroyong.

1344788798295669159

Kadang, suatu pekerjaan yang berat akan terasa ringan bahkan meyenangkan

Hingga tanpa terasa pekerjaan itu selesai.

Begitu juga dengan para pejuang negeri ini yang tak mungkin berjuang sendirian.

Dari rakyat hingga pejabat

Dari kopral hingga jendral semua berjuang demi kemerdekaan sang negeri.

……………..

Lalu, bagaimana dengan panjat pinang sekarang?

Ada beberapa hal yang berbeda dengan panjat pinang dahulu.

Soal hadiah…..

Kalau dahulu hadiah yang diperebutkan digantung di puncak pohon

Maka sekarang hadiah tersebut cukup ditulisakan dalam secarik kertas

Dalam bentuk kupon atau nomer.

Bisa jadi karena hadiah itu mahal atau dirasa berat

Misalkan nomer 1 untuk sepeda gunung, nomer 2 untuk Televisi

Ini cukup membingungkan peserta karena mereka tak bisa pilih-pilih hadiah di atas

Kemudian,

Istilah panjat PINANG sudah kurang tepat. Kenapa?

Pohon pinang sudah langka yang berakibat harganya lumayan mahal.

Karenanya yang dipergunakan kini kadangkala bambu petung yang sudah dihaluskan.

Di daerah saya tinggal di Banguntapan, tidak setiap tempat yang mampu/mau

untuk menyelenggarakan lomba ini. Kalau tidak mau dibilang langka

Namun, bagi saya peringatan kemerdekaan tanpa panjat pinang terasa datar.

Meski dari beberapa catatan sejarah yang saya baca

Panjat pinang bertujuan "melecehkan" kaum pribumi di jaman Belanda

di mana mereka diminta berebutan barang-barang yang tak terlalu berguna

dan ditonton oleh para petinggi Kompeni

Bagaimana di tempat anda? Masihkah?

……………………………..

Poentjakgoenoeng, 12-08-2012

1342715792634546641

gambar: flicker.com/detik77.com

Bain Saptaman

/bainsaptaman

TERVERIFIKASI (HIJAU)

aku adalah ..Musik....liverpool...the beatles...kopi....sepeda..vegetarian...... "AKU BERONTAK....maka aku ADA"....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?