PILIHAN HEADLINE

Aplanci, Si Bintang Penuh Duri

10 Januari 2017 13:51:28 Diperbarui: 12 Januari 2017 17:14:17 Dibaca : 203 Komentar : 7 Nilai : 5 Durasi Baca :
Aplanci, Si Bintang Penuh Duri
Foto: spiegel.de

Tahukah kalian, siapakah sebenarnya Patrick Star, sahabat karib Spongebob si kuning dengan celana kotak? Ya, dia adalah bintang laut, sama seperti aku, ya, aku yang ada di gambar itu. Pasti kalian bertanya-tanya, Patrick hanya mempunyai lima buah lengan, sedangkan lenganku kelihatannya lebih dari lima? Juga permukaan tubuhku yang sepertinya menyeramkan, penuh dengan duri-duri, seperti buah Durian, namun lebih panjang. Ya, aku dan Patrick adalah keluarga jauh. Neneknya nenek dari nenek kami memiliki banyak kesamaan. Hehe, jauh sekali ya?

Aku tinggal di dasar laut bersama banyak teman-temanku dari jenis lainnya, seperti ikan, karang, penyu, bahkan ular laut. Aku terlihat menarik bukan? Dengan warna dan corak yang cerah, serta jumlah lenganku yang banyak, mirip seperti matahari. Jadi sebenarnya aku ini bintang atau matahari? Hehe. Duri-duri di permukaan tubuhku bukanlah hanya sebagai hiasan saja, melainkan sebagai senjataku untuk menangkal musuh. Ya, gerakanku yang sangat lamban membuatku sulit bertarung melawan musuh-musuhku. Maka dari itu, Allah SWT memberikanku duri-duri cantik ini untuk melindungi diriku dari marabahaya. Siap-siap saja kalian akan demam menggigil kalau berani menyentuh duri-duriku!

Aku bukannya tidak ingin memiliki banyak saudara, namun aku harus berbagi rumah dengan teman-temanku dari jenis yang lain, Acropora, misalnya. Keluarga karang yang bentuknya mirip dengan jari manusia itu juga ingin tinggal di laut yang sama denganku. Mereka adalah keluarga yang sangat baik. Hampir setiap hari aku diperbolehkan tinggal di bawah naungannya. Berlindung dari Napoleon, si ikan besar yang selalu mengintaiku jika lapar. Di situ pulalah aku berlindung dari Triton, si siput raksasa yang juga menjadikanku sebagai hidangan favoritnya. Aku dan keluarga Acropora senantiasa saling membantu satu sama lain. Karena aku sering diperbolehkan menginap di bawah naungan mereka, aku pun juga melakukan sesuatu untuk membantu mereka. Aku memakan karang dari keluarga Acropora. Bukan, bukan karena aku jahat. Aku hanya membantu agar pertumbuhan mereka terkendali, sehingga keluarga karang lainnya dapat tumbuh, seperti dari keluarga Porites yang memiliki tubuh lebih besar dan tumbuh dengan lambat. Keluarga Porites kebanyakan berbentuk mirip dengan otak manusia. Besar bukan?

Lambat laun jumlah kami semakin banyak sehingga kami tidak lagi membantu para keluarga karang, malah kami mengancam keberadaan mereka. Saudara-saudaraku di Australia membutuhkan pertolongan kalian, para manusia. Juga saudara-saudaraku yang mulai tidak terkendali di perairan Sulawesi. Jumlah mereka yang sangat banyak, tentunya membuat keberadaan keluarga karang terancam. Kami tidak bisa berhenti makan! Namun keluarga karang juga tidak bisa tumbuh dengan cepat. Bayangkan, pertumbuhan mereka hanya 2 sentimeter setiap tahunnya. Sedangkan kami makan setiap hari dan tidak pernah berhenti. Hilangnya populasi karang juga akan mempengaruhi kehidupan manusia, lho. Ombak laut akan semakin kencang menerjang daratan jika tidak ada terumbu karang yang menahannya. Kawan-kawan manusia juga akan terancam kelaparan. Mengapa? Karena para ikan akan kehilangan rumahnya sehingga mereka tidak lagi berkembangbiak dan menghasilkan santapan lezat seperti Kerapu bakar, dan sebagainya. Betapa keberadaan kami yang di luar batas normal akan mengancam banyak kehidupan.

Bagaimana kalian yang di darat dapat membantu kami yang jauh berada di dasar laut? Mudah saja, tolong sampaikan kepada Pak Tani, untuk mengurangi pemakaian pupuk nitrogen agar tidak berlebihan, juga agar tidak membuang limbah bekas pestisida sembarangan. Tolong sampaikan juga kepada teman-teman manusia yang lain agar menghemat pemakaian deterjen, untuk mengurangi timbunan fosfor ke perairan. Banyaknya jumlah fosfor dan nitrogen di dalam perairan, sangat mendukung kehidupan Plankton. Saudara-saudaraku yang masih bayi, yang ukurannya hanya dapat dilihat melalui mikroskop, sangat menyukai Plankton sebagai makanan mereka. Sampaikan juga kepada kawan-kawan manusia agar tidak lagi memburu Si Besar Napoleon dan Si Raksasa Siput Triton, karena sejujurnya mereka juga membantu mengendalikan populasi kami. Jangan lupa juga untuk selalu mengingatkan kawan-kawan yang tinggal di daratan, untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Karena sampah-sampah itu akan mengalir ke laut, ke rumah kami. Perilaku itu akan membuat air laut menjadi keruh, sehingga keluarga karang sulit untuk melihat sinar matahari. Padahal mereka sangat membutuhkan sinar matahari untuk tetap tumbuh. Satu lagi, untuk kawan-kawan yang hobi berenang di laut. Untuk tidak memegang, menendang, dan bersentuhan langsung dengan keluarga karang, walaupun mereka sangat cantik dengan corak dan bentuk yang sangat menarik. Mereka sangat pemalu, adanya sentuhan langsung dari tangan manusia akan membuat mereka mati. 


Kehidupan di laut juga menjadi tanggung jawab kita yang berada di darat. Save our oceans!

Azkiya Banata

/azkiyabanata

TERVERIFIKASI

An extrovert who spends Friday night on bed and books. And coffee. // aplanci.blogspot.co.id
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana