Aku Kecanduan Bertemu Denganmu

21 Juli 2013 07:13:31 Dibaca :

Bersamamu adalah momen luar biasa dalam hidupku. Walau sekejap, walau hanya sebatas tatapan mata dan genggaman tangan, tapi jika dihargai dengan waktu dan uang, maka semua itu tak berlaku. Nilainya sangat fantastis. Sungguh anugerah yang tak bisa dihitung dengan satuan mata uang negara manapun. Sangat membahagiakan.

.

Dirimu sudah banyak berubah sejak terakhir kali kita bertemu beberapa tahun yang lalu. Walau senyummu tetap senyum yang pernah kurindu dulu. Senyum yang membekas di hati sejak pertama kali kita bertemu di ujung jalan seberang sekolahku. Senyum yang beberapa waktu setelah pertemuan itu selalu kulihat melintas di ujung jalan itu. Senyum yang hingga kini tergores indah di lubuk hati yang paling dalam. Mungkin karena usia yang bertambah, secara fisik berubah, tapi sikap dan caramu memperlakukanku masih sama seperti dulu.

.

Hari ini kita bertemu. Selalu membuatku bersemangat. Walau sudah banyak hati kusinggahi, tapi getar ini sangat lain dari yang lain. Aku tak pernah merasakan rasa sedalam ini. Apakah karena kerinduan yang menggunung, yang menumpuk sejak entah berapa tahun yang lalu. Terlalu lama kupendam semua ini. Terlalu lama kau menghilang dari hadapanku, terlalu lama ku menangis karena merindumu. Walau kini kita berbatas, tapi itu tak menyurutkan niatku untuk bertahan pada cinta yang kupendam untukmu. Terlalu banyak rasa yang terkorbankan dalam masa-masa penantianku.

.

Setelah kini kau di depanku, apakah aku akan rela melepasmu lagi. Tidak! Tidak akan pernah kulepas kau lagi. Aku tak akan kuat untuk kehilanganmu sekali lagi. Akan ku pertahankan sekuat nafas melekat di ragaku. Jauh di lubuk hatiku, selalu berharap kau pun rasakan rasa yang sama. Rasa yang tak mampu kubendung lagi.

.

Tatapan matamu masih sama. Menusuk dalam di relung sukmaku. Tak ingin ku berpaling dari syahdu binar matamu. Selalu berharap aku tak salah lihat. Tatapanmu mengisahkan sisa cinta yang masih kau simpan untukku. Cinta dari masa lalu yang tak pernah kau ungkap padaku. Cinta yang tak pernah tersampaikan padaku. Hanya ribuan mawar yang kau kirim padaku lah yang menceritakan cintamu itu. Cerita cinta yang bisu.

.

Genggaman tanganmu, masih sehangat yang dulu. Walau pernah terlepas hingga membuat hatiku beku, kini serasa mengalir kembali seluruh nadiku. Ku tak akan mampu membeku lagi. Biarlah kusimpan hangat ini. Untuk selalu menghidupkan denyut cintaku. Jangan pernah kau lepas genggamanmu, atau aku akan membiru karena merindumu. Sungguh, kehangatan yang luar biasa kurasakan, setelah sekian lama merasa frigid dengan banyak cinta yang tak pernah abadi. Hatiku untukmu tetap bertahan hidup, walau pernah terkubur dalam lapisan paling dalam bumi ini. Tak ada satupun kekuatan yang mampu membunuh rasa ini, kecuali atas kuasa Ilahi. Bahkan jika aku mati pun, aku masih ingin menghidupkan cintaku padamu. Aku masih ingin merenda cinta ini di kehidupan yang tak fana nanti.

.

Bertemu denganmu, serasa candu bagiku. Selalu ingin, ingin dan ingin. Walau sesempit apapun kesempatan yang kupunya, ku selalu ingin bertemu denganmu. Selalu ingin tersenyum denganmu, selalu ingin menikmati tatapan matamu, selalu ingin merasakan hangat genggamanmu, selalu ingin merasakan getar cintamu. Berharap, semua rasa ini tak akan lekang oleh waktu.

...

(semoga kita akan selalu bertemu...)

Btari Ayu Larasati

/ayularasati

seorang yang selalu merindukan sang rembulan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?