HEADLINE HIGHLIGHT

Salut, Bisa Berbagi dengan Puluhan Anak Yatim dan Fakir

23 Mei 2012 19:37:46 Dibaca :
Salut, Bisa Berbagi dengan Puluhan Anak Yatim dan Fakir
Bp Sholikin dan sebagian anak asuhnya

Pak Sholikin merupakan  salah satu sosok yang mampu menyentuh kesadaranku bahwa aku masih belum mampu mensyukuri  apa yang telah dikaruniakan Allah pada diri dan keluargaku. Meskipun kondisi ekonomi beliau  boleh dibilang masih belum berlebih, tapi kepedulian beliau pada anak-anak kurang beruntung menguatkan tekadnya untuk bisa mendirikan sebuah panti asuhan di rumahnya.  Panti Asuhan sederhana itu dinamainya "Mamba'ul Hisan". Terletak di Desa Rejosari, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Bpk Sholikin bersama keluarganya berusaha sekuat tenaga untuk tetap bisa berbagi kasih sayang dengan  mengasuh  anak-anak  yatim dari keluarga yang kurang mampu dan anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari para orang tuanya sebatas kemampuan yang dimilikinya. Pada mulanya jumlah anak yatim yang diasuh Bpk Sholikin tidak terlalu banyak, namun dalam perkembangannya saat ini,  anak-anak yang menghuni panti Mambaul Hisan  jumlahnya sudah melebihi 50-an  anak.  Sebagian besar  dari mereka  masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sebagian yang lain masih  Taman Kanak-kanak, dan ada beberapa yang sudah cukup dewasa usia SMP/Tsanawiyah.

13306258181189162068
Bpk Sholikin, pengasuh Panti Asuh Mambaul Hisan
Pak Sholikin pernah juga menceritakan bagaimana usaha yang telah dilakukan dan harapan beliau  untuk bisa mencukupi kebutuhan pokok   minimal anak-anak asuhannya. Beliau menyadari, karena keterbatasannya, belum mampu memberikan yang lebih layak kepada anak-anak asuhnya, selain sebatas berbuat untuk bisa menyelamatkan anak-anak dari keterlantaran mereka  karena kondisi ekonomi orang tuanya. Harapan beliau sebenarnya tidak terlalu muluk, yang terpenting untuk kebutuhan makan dan biaya sekolah mereka bisa terpenuhi.  Kebutuhan beras untuk menyediakan makan anak-anak selama sebulan sekitar 300 kg. Alhamdulillah, dari jumlah tersebut sebagian di antaranya sudah ada dermawan yang bersedia membantu  secara rutin tiap bulan, diantaranya seorang pengusaha radio dan  dokter yang  ada di daerah tersebut. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan yang lain,  sayur dan lauk pauk Pak Sholikin mengusahakannya dari usaha sendiri walaupun masih dirasa cukup berat. Seperti dari hasil menyewakan kendaran, juga hasil ternak dan sawah yang dikelola oleh keluarga. Terkadang juga mendapatkan bantuan dari dermawan yang lain, termasuk  para tetangga sekitar dan para pemerhati yang berempati dengan perjuangan Bpk Sholikin. Sedangkan untuk biaya sekolah,  Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan keringanan biaya SPP  dari pihak sekolah, hanya membayar separonya. Selebihnya ada bantuan dari para dermawan, meskipun belum sepenuhnya bisa tercukupi. Isteri beliau juga punya peran yang cukup besar untuk kelangsungan panti. Beliau lah yang selama ini ditugasi menyediakan makanan untuk anak-anak, dengan dibantu  anak asuhnya yang sudah menginjak dewasa.  Setiap hari  beliau harus memasak minimal dua kali, agar makanan yang disajikan untuk anak-anak masih terjaga kelayakannya. Belum lama ini ada bantuan mesin cuci bekas dari salah seroang dermawan. Tugas bu Sholikin sedikit lebih ringan, karena anak-anak yang dewasa sudah bisa membantu mencucikan pakaian adik-adiknya yang belum bisa mencuci pakaiannya sendiri.
13306260001707506260
Rumah kediaman Bp Sholikin sekaligus sbg Panti Asuh
Kurang lebih 2-3 tahun yang lalu ada beberapa orang dermawan yang patungan membelikan sebuah bus ukuran tanggung bekas dan diperbaiki seperlunya. Mengingat seringkali anak-anak diundang untuk sebuah acara santunan anak-anak  yatim. Minibus  yang ada lebih dulu dirasa sudah tidak muat lagi untuk memobilisasi anak-anak yang jumlahnya lebih dari 50 orang. Kini bus tersebut juga disewakan kepada pihak yang membutuhkan. Ada salah satu anak tertua beliau yang bisa mengemudikan. Hasil dari sewa bus dipergunakan untuk  tambahan mencukupi kebutuhan bagi anak-anak panti. Dari penuturan Bapak Sholikin, beliau menyadari apa yang dilakukan belum sepenuhnya mampu menjamin  tercukupinya seluruh kebutuan dasar  anak-anak panti secara layak. Sayur dan lauk-pauk kadang hanya bisa  disediakan menu seadanya, asal ada yang bisa dimakan setiap hari. Krupuk, sayur lodeh, tahu, tempe, kecap menjadi menu utama mereka hampir setiap hari. Jika ada rezeki lebih, telur menjadi menu yang dinanti anak-anak, tapi belum tentu bisa seminggu sekali.  Apapun keadaannya, beliau dan keluarga hanya ingin  mengusahakan agar anak-anak tersebut mendapatkan perhatian yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Tulisan ini hanya sekedar membatu mencarikan solusi apa yang sekiranya bisa sedikit meringankan beban  Bpk Sholikin untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuhannya. Barangkali ada kompasianer yang tersentuh  dan  ingin  bisa berbagi bersama mereka (anak-anak panti), silahkan dikomunikasikan sendiri  dengan pengasuhnya, yaitu Bpk Sholikin di nomor telepon  0342-555745 . (nomor telepon yang bisa dihubungi dan alamat panti tertera di foto dibawah ini). Disarankan tidak memberikan sesuatu kepada siapapun  sebelum meyakinkan sendiri kondisinya ke lokasi. Penulis tidak mengharapkan ada di antara kompasianer mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan seperti pengalaman yang pernah dituliskan oleh ibu Ira Oemar tentang Kisah Siti Bocah Penjual Bakso. Tak lupa sebelumnya atas nama Bpk Sholikin sekeluarga, kami  menyampaikan terima kasih atas segala dukungannya. Insya Allah berikutnya akan kami informasikan daftar nama2 anak-anak .
13378036672132086135
lokasi panti (sumber: google maps)
1330626067197867877
Bus dibeli dari bantuan dermawan dan uang hasil penjualan ternak Bpk Sholikin
133062615069661722
Bus kadang disewakan untuk tambahan biaya menghidupi anak panti.
13298036791524952002
Rizal, yang ditemukan di salah satu kandang ayam, belum ada keluarga yang mencarinya.
13298038131438002890
Anak-anak panti sedang bermain
1329803930395690953
di kamar kecil yang cukup memprihatinkan ini anak-anak panti menginap
1329804152504344019
kondisi salah satu kamar anak2 perempuan
13298042311092259292
Anak2 panti menghuni di bilik2 kecil, dari kiri :Rizal (masih kelas 1) dan Sasongko (masih kelas 3)
13298043121514616012
salah satu kamar tidur anak perempuan
1329804365693527354
namanya anak2-anak, baju, sepatu, buku yang agak berantakan menjadi satu di dalam almari
1329804491679300218
ruangan untuk anak2 berkumpul, makan, belajar dan mengaji
1329804594574777514
bilik kecil tanpa plafon, sekedar bisa menampung anak2 panti
1329804715688538559
kiri: Rizal (tak tahu lagi dimana kedua orang tuannya sekarang), Sasongko (sudah tak punya ayah)
1329805050568691058
menu makan pun tak selalu bisa dipenuhi sesuai jadwal
1329805134986989678
Bantuan pemda untuk penyediaan Kamar Mandi/Toilet
13298054101119585174
kamar mandi laki2 dan tempat anak2 mencuci baju (bantuan dari PU setempat)
13298054811320080438
Kamar mandi anak perempuan belum lama dibangun (bantuan dari pemda setempat)
(Sumber Foto :  dokumen pribadi)

Ayfal Nisfa

/aynaufa

Menuang Sebatas Angan... baru sebatas kereta
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?