Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim WIRAUSAHA

A father, author of 'The Geek Got The Girl' dan 'Rindu yang Memanggil Pulang' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' dan '2045' (Kumpulan Cerpen), totally awesome geek, urban nomad, sinner, skepticist and believer, great pretender, truth seeker, kompasianer, fiction-writer, poet, space dreamer. https://www.inspirasi.co/ayahkasih https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Kejar Tayang

14 Juni 2017   21:43 Diperbarui: 14 Juni 2017   21:43 4 5 2
Kejar Tayang
Ilustrasi: foreignpolicy.com

"Inilah yang akan kita lakukan. Kita menguburnya sehingga tubuhnya tidak akan pernah ditemukan. Bagaimana?"

Hilman memutar meja ruang rapat penulis menuju meja dispenser di pojok. Ia membuka bungkus permen karetnya yang ke lima dan mengunyahnya perlahan, menikmati legitnya pemanis buatan sebelum hilang berganti rasa pahit getah.

Gusur melihat rekannya dari kursi bar. Kaki kanannya menempel lantai menahan berat badannya yang penuh lemak, mencoba membungkam derit lelah kursi yang diduduki.

"Mmm.... Baiklah, Itu akan menjelaskan mengapa Anto tak muncul selama seminggu. Bungkus? "

"Boleh. Tapi... bagaimana dengan Poppy?  Dia mantan penipu licik dan sejarahnya selama dua musim  dengan Anto. Menurutmu tidak ada yang mencurigainya? Ini tak wajar. "

"Mana ada waktu lagi mengubah jalan cerita, Sur? Apa lagi kalau nanti rating menunjukkan pemirsa lebih menginginkan skema pemerasan yang dilakukan Banyu menjadi alur utama."

"Oke, oke. Aku mengerti. Kalau kita buat mayatnya ditemukan di toilet umum— "

"Gila! Mana mungkin? Enggak. Jangan dibuat terlalu rumit. Nanti kita sendiri yang pusing!"

Suara pintu diketuk. Boim, asisten sutradara masuk.

"Teman-teman, sudah selesai script-nya? Sudah waktunya take."

"Sedikit lagi. Mengapa Bang Wim selalu minta perubahan detik-detik terakhir, sih? Kan kita jadi pusing.”

Boim melepaskan pensil dari kupingnya dan menggigit-gigit dengan renyah, tanda ia ikut stres menghadapi sang sutradara cerewet.

"Ayo lah. Jangan main-main. Pemeran sudah hampir selesai di-makeup dan bagian kostum juga sudah hampir selesai. Selesaikan naskah kalian dalam lima menit atau Wim akan memanggil bala bantuan. Dan kalian tahu kalau sampai Wim memanggil pasukan K, kalian berdua— "

"—takkan pernah mendapat pekerjaan lagi baik di rumah produksi manapun di negeri ini. Ngerti, kok. Kamu ngapain masih di sini?"

Boim menghilang dari balik pintu.

Gusur mulai menulis di buku catatannya sambil bicara:

“Begini. Poppy masuk, menemukan mayat. Kamera zoom close up ke wajahnya yang tampak kaget. Tahan di situ. Ekspresinya tetap. Terus camera drone mengambil wajahnya dari luar jendela.Zoom out ke luar rumah, terus naik ke atas sehingga kota mengecil, fade out, layar hitam, credit title."

Hilman tersenyum, semakin lama semakin lebar

"Jadi kita buat akhir episode menggantung. Penonton penasaran. Misteri yang belum terungkap tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Sempurna!"

"Memang kita bedua penulis skenario yang hebat. Kita bungkus?"

"Inilah sebabnya mengapa kita dibayar, Sur. Ini alasannya. "

Mereka melangkah keluar ruang rapat menuju set pentas raksasa di lokasi syuting.


Bandung, 14 Juni 2017