Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim WIRAUSAHA

A father, author of 'The Geek Got The Girl' dan 'Rindu yang Memanggil Pulang' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' dan '2045' (Kumpulan Cerpen), totally awesome geek, urban nomad, sinner, skepticist and believer, great pretender, truth seeker, kompasianer, fiction-writer, poet, space dreamer. https://www.inspirasi.co/ayahkasih https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Dongeng highlight

Ciuman yang Hilang

13 Agustus 2017   01:05 Diperbarui: 13 Agustus 2017   01:17 2237 13 7
Ciuman yang Hilang
Ilustrasi: www.ebay.co.uk

Setiap malam aku memejamkan mata dan memimpikan bidadari-bidadari yang menjaga, mencintai dan menjalin hubungan yang suci dengan manusia yang dapat diimpikan oleh mimpi yang syahdu.

Mereka datang untuk minum teh bersama.

Duduk di kusen jendela, kami bertukar gosip dan berita. Sayap-sayap mengepak mengusir lelah setelah mengantar cuaca ke segala arah.

"Kamu lembur lagi, Deiadra? Wajahmu terlihat pucat pasi."

Begitu seterusnya, hingga mataku berat dan denting sendok beradu cangkir keramik berganti nada lagu pengantar tidur. Kami---aku dan para bidadari---punya kesepakatan. Sebelum daku terlelap dalam-dalam, melayang diliput kabut antara sungai mimpi dan bayang nyata, salah satu bidadari bermata safir akan menciumku dengan bibirnya yang berlumur nektar untuk menenangkanku.

Dan dengan bibir yang sama aku menumpahkan rahasia sihir tersembunyiku, membuka hatiku padamu.

"Kamu seharusnya tidak memimpikan bidadari," katamu kepadaku.

"Mereka tidak akan pernah nyata, tidak akan pernah bisa menyentuhmu, menciummu, menggenggam jemarimu yang lentik lembut."

"Bidadari tak harus nyata," jawabku. "Mereka hanya harus cantik."

Dan kamu menertawai mimpiku. Gelak tawamu terbahak-bahak memecah matra,  dan benar saja: para bidadari mendaka lenyap, menghilang pergi.

Sekarang aku tidak bisa tidur. Mataku nyalang tetap terjaga, jemariku mengetuk aksara membentuk kata, menulis tentang malam ketika aku kehilangan bidadariku, pada ketika kamu mencuri ciuman selamat malamku.

Katakan: apa yang akan membuat bidadari kembali? Mungkinkah jika daku membiarkan sekuntum mawar di ambang jendela yang terbuka---


Maka kini aku menunggu: jendela terbuka lebar, jantung berdegup kencang, dan bibir terpatri debu panas bintang purba.

 

Bandung, 13 Agustus 2017