Mohon tunggu...
sopi vika
sopi vika Mohon Tunggu... -

hallo saya sopi, masih kuliah di universitas swasta Yogyakarta. saya memiliki hobby menulis dari yang hal tidak penting sampai hal penting. enjoy reading ! :). instagram : sopivika

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Betapa Pentingnya Perhatian Orangtua Kepada Anak

20 Juli 2017   11:11 Diperbarui: 20 Juli 2017   11:17 807
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dari tadi saya  baca artikel -- artikel yang memuat tentang pelaku Bullying dimulai dari pembullyan mahasiswa sampai pembullyan anak SMP di Jakarta. Isinya cukup menggambarkan bagaimana kehidupan kita saat ini yang jauh dari kata sejahtera. Namun Saya tertarik ketika ada artikel yang menyebutkan ' namanya juga masih anak sekolah'. Sekarang di dalam pikiran mu apa sih maksudnya masih anak sekolah ? bukannya mereka dibina, dibimbing dan dididik sedemikian rupa oleh orang -- orang yang disekitarnya ? terus apa gunanya sekolah jika mereka bisa segitunya membully dengan cara menendang, menjambak bahkan menginjak korban.

Memangnya dengan kalimat ' namanya juga masih anak sekolah' bukan berarti mereka bebas melakukan apa saja, justru mereka dididik sedemikian rupa untuk mewujudkan pribadi yang lebih baik. Inti masalahnya disini tidak pernah jauh dari pengawasan guru dan orang tua, kita selayaknya orang yang lebih dewasa atau sudah mengenal mana yang baik dan mana yang benar, wajib memberi nasihat dan perhatian kepada mereka, karena memang individu pada usia 12 taun sedang mengalami pubertas yakni perubahan anak -- anak ke tahap remaja, tak heran kan bahwa pembullyan anak 12 tahun disebarluaskan ke media sosial sehingga menjadi viral ? . Pada tahap ini mereka butuh perhatian lebih karena mereka bingung akan pikiran mereka sendiri

"Masa sih aku harus merengek ke mama minta dibeliin permen aku udah SMP"

"Aku kok pengen beli bedak ya biar kelihatan cantik di depan keluarga dan teman -- teman ku , tapi aku malu biasanya yang pake bedak kan yang udah gede "

Orang tua lah yang seharusnya memberi perhatian kepada mereka dengan kasih sayang dan nasihat -- nasihat yang bersifat membangun karakter anak

"Dek, kamu kan udah mama kasih uang saku. Beli aja permennya di warung asal jangan terlalu banyak ya nanti gigimu rusak "

"Oh adek mau bedak ? sekarang udah banyak bedak buat semumuran kamu dek nanti mama anterin kamu beli bedak nya "

Contoh di atas kan memang hal yang sangat wajar atau bisa dikatakan sepele, tapi untuk umur 12 tahun merupakan tahap peralihan yang paling membutuhkan pembinaan.

Di artikel tersebut juga saya melihat komentar "efek sinetron Indonesia !!!". saya sangat setuju dengan komentar ini, ya memang sinetron ini sedikit sekali mengandung nilai moral apalagi tentang hal mendidik. NOTHING !

Saya juga tidak sepenuh menyalahkan channel TV yang ada sinetronnya, kebanyakan sinetron mulai dari jam 6 sore hingga jam 8 malam. Any body knows jam -- jam ini anak sekolah sudah di rumah untuk istirahat. Mereka mau tidak mau ya melihat sinetron ini, memang pada awalnya mereka tidak suka tapi mungkin karena orang tuanya juga suka sinetron dan mereka bakal marah jika diganti channel nya, akhirnya mereka menonton. (ini sih real reason) . Just simple to make stupid humans

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan seterusnya  mereka menjadi ketagihan menonton sinetron tersebut dan lihatlah apa yang terjadi. Hal ini perlu dibenahi misalnya dengan pihak pertelevisian mengganti jam sinetron misalnya jam 10 sampai jam 12, karena mereka masih di sekolah pada waktu tersebut. orang tua juga hendaknya mematikan televisi sekitaran jam -- jam sinetron dan lebih baik lagi menemani mereka belajar atau mengerjakan PR. Banyak sekali cara untuk membenahinya jika ada niat, jika tidak ? Ready for a worse future aja deh ya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun