HIGHLIGHT

Menyaksikan "Live Show" Ibu Merokok di Hadapan Anaknya

16 September 2012 17:04:17 Dibaca :
Menyaksikan "Live Show" Ibu Merokok di Hadapan Anaknya

Dewasa ini, pangsa pasar untuk rokok di Indonesia sangat menjanjikan, mengingat Indonesia berada di urutan 4 populasi manusianya. Hal itu didukung pula dengan kurangnya sosialisasi tentang bahaya rokok di kalangan para remaja yang sering kali mengkonsumsi rokok. Konon lagi, rokok itu bisa diperoleh dengan membeli eceran dengan harga sekitar Rp 500,00.

Rokok bukanlah benda asing bagi kita dan merokok adalah kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh para kaum adam. Biasanya, bila tak merokok setelah bersantap sesuatu, maka kurang lengkap menu makannya. Kebiasaan tersebut juga diikuti dengan ungkapan, kalau ‘gak merokok, ‘gak jantan.

Bahkan yang sebelumnya tidak merokok, mendengar ucapan demikian malah jadi mencoba-coba rokok dan menjadi perokok. Nah, itu kegiatan yang terbilang rutin bagi kaum adam. Bagaimana untuk kaum hawa? Kegiatan merokok bagi kaum perempuan adalah bukan hal yang baru lagi. Pasti diantara pembaca sekalian sering melihatnya, bukan? begitu juga saya, bahkan saya sering berinteraksi dengan mereka.

***

Saya memiliki seorang teman perempuan yang juga merokok, namun tidak sering. Bila ia ingin merokok dihadapan saya, ia selalu meminta izin, “da, aku merokok ya”. Ya saya mau bilang apa? Dia sudah besar dan mengerti segala konsekuensi tentang merokok, lagipula saya tidak punya hak untuk melarang-larangnya. Biasanya ia merokok ketika ia di dalam mobilnya. Kegiatan merokok itu ia lakukan ketika sedang stres atau punya masalah. Tentunya alasan dia ini juga tidak dapat dibenarkan. saya berpikir, nanti kalau dia punya anak, gimana ya???

Ada juga teman saya yang lain (perempuan). ia merokok dihadapan kami yang perempuan maupun teman-teman yang laki-laki. Ia kelihatan lebih santai ketika mengepulkan asap rokoknya. Bahkan ia pernah berujuar, ibunya juga merokok bahkan terkadang mereka merokok bersama.

Awalnya saya tak percaya kalau ada ibu yang merokok di depan anaknya. Namun, ketika saya melihatnya langsung, terus terang saya merasa jengkel sekaligus kasihan.

Suatu sore, di restoran cepat saji yang menyediakan fasilitas wifi yang sering saya kunjungi sedang diadakan pesta ulang tahun anak-anak. Tentunya banyak orang tua yang mengantar anaknya, bukan? kira-kira satu meter didekat meja yang saya tempati, ada dua orang perempuan yang sedang makan. Setelah makan, mereka pun merokok. Pesta pun usai, kemudian mereka di datangi oleh seorang anak kecil yang memanggil mereka dengan sebutan mama dan tante. Sementara anak itu sedang makan, kedua perempuan itu terus mengepulkan asap rokok di depan sang anak.

Ketika saya menyaksikan hal-hal tersebut di atas, ada rasa keprihatinan tersendiri bagi saya. apalagi ibu merokok di depan anaknya. Wah, saya jadi tambah sedih apalagi beberapa minggu yang lalu saya sempat melihat seorang anak kecil yang sudah kecanduan rokok di televisi.

***

Seperti peringatan pada bungkus rokok, “merokok menyebabkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”, sudah pasti dalam sebatang rokok ini menyimpan berbagai macam zat yang dapat menyebabkan penyakit. Seperti yang dituliskan di www.smallcrab.com terdapat 24 jenis penyakit akibat rokok selain kanker dan jantung.

Penyakit-penyakit tersebut tentunya sudah diketahui oleh para perokok, namun mengapa kegiatan “mengasyikkan” tersebut masih dilakukan?

Untuk di zaman sekarang, menyaksikan kaum hawa merokok adalah bukan suatu hal yang luar biasa lagi. Contohnya bisa dilihat pada tulisan saya diatas. Kaum hawa sendiri pastinya memiliki keinginan untuk menjadi seorang ibu. Kenapa masih merokok? Padahal di setiap bungkus rokok pasti ada tulisan merokok dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan janin.

Bila telah memiliki anak, terkadang ibu-ibu perokok ini pun dengan serta merta merokok di hadapan putra-putri mereka. Dengan sendirinya, mereka membiarkan anak-anak mereka menjadi perokok pasif.Terlebih, seorang anak kecil pasti akan mengikuti perlakuan ibunya sebagai orang terdekat si anak, bukan? Apakah tidak takut wahai ibu dan calon ibu jikalau anak-anak anda nanti akan mengikuti perlakuan anda sebagai perokok? Anak kecil itu bagaikan kertas putih, jika diarahkan ke hal yang baik, pasti ia akan menjadi anak yang baik di kemudian hari. Begitu pula sebaliknya.

Jika ada yang mengatakan, “nanti bisa diajarin yang baik-baik aja ke si anak?”. Apakah ibu-ibu yakin? Coba masing-masing kita mengingat peribahasa “alah bisa karena biasa”. Nah, karena sudah menyaksikan “live show” ibunya sendiri yang merokok, sedikit banyak dalam pikiran si anak akan terbentuk pemikiran “ibuku aja merokok, kenapa aku enggak?”

Jujur saja, menyaksikan hal-hal sepeti itu saya merasa prihatin sendiri. Kebanyakan hal tersebut dilakukan hanya memikirkan kenikmatan sesaat. Padahal seperti yang kita ketahui bersama, kegiatan tersebut tidak ada manfaatnya. Padahal rokok jelas-jelas tidak memiliki manfaat kesehatan.

Begitu banyak penyakit yang disebabkan oleh rokok. Apakah anda mau menjadi salah satu diantara “penikmat” penyakit ini?

Buat para calon ibu atau pun ibu yang sudah menjadikan merokok sebagai kebiasaan, dari hati terdalam sebagai sesama wanita saya memohon, tolong jangan merokok di depan putra/i anda ya.

Selamat Pagi

Auda Zaschkya

13478153082098593536

Auda Zaschkya

/audazaschkya25071988

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Realita adalah Inspirasiku Menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?