HIGHLIGHT

Kampanye Kondom Untuk Halalkan Zina?

25 Juni 2012 08:44:00 Dibaca :
Kampanye Kondom Untuk Halalkan Zina?

Kondom lagi kondom lagi. Sepertinya sejak adanya gagasan kampanye kondom dari Menteri Kesehatan RI ibu Nafsiah Mboi, semua media mengangkat beritanya. Belum lagi saya sempat membaca di website milik FPI www.fpi.or.id, yang menuliskan bahwa Tentu saja kampanye Menkes tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam, tak terkecuali Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab.

Bahkan menurut beliau, pola pikiran Ibu Menkes itu cabul liberal yang Cuma melihat statistik dari pelaku seks beresiko namun tidak melihat moral yang selayaknya patut dijaga. Maksud dari kampanye ini sama saja membebaskan hubungan seks dikarenakan kemudahan mendapatkan kondom.

***

Saya sendiri pernah membeli kondom. Eitss.. tunggu dulu. Kondom itu adalah titipan dari tantenya teman saya. Menurut teman saya, Tantenya ini telah bersuami.

Kejadian itu terjadi pada hari sabtu siang sekitar tahun 2008. Sewaktu kami sedang makan siang di sebuah mall, tiba-tiba ponsel teman saya berbunyi dan itu telepon dari tantenya. Tantenya menitipkan untuk membeli sebuah kondom. Kontan saja teman saya ini malu, dan berkata pada saya “da, kita masuk ke dalam supermarketnya ya beli kondom untuk tanteku”. Awalnya saya agak malu, namun ia pun berkata, “aku malu da”. Saya berkata, “kenapa ‘gak tantemu aja yang beli sendiri?”. “dia tau kalau aku lagi di luar rumah, jadi dia suruh beli sama aku, tapi tolong kau yang ambilkan ya da”, pintanya.

Tak lama kami pun masuk ke dalam supermarketnya dan langsung ke tempat yang menjual kondom yang ditempatkan didekat obat-obatan. Saya langsung mengambil kondom yang dimaksud dan segera ke kasir. Sang kasir yang kebetulan seorang pria tiba-tiba usil menanyakan, “ untuk apa kondom ini, mbak?”. Dengan malu namun tak kalah usil saya pun menjawab, “abang tau kan ini bakal malam minggu? Kalau tau, kenapa mesti nanya lagi? Cepat deh di bungkus tuh kondomnya”. Ia Cuma senyum dan menyerahkan kondom itu kepada saya setelah saya membayarnya. Dengan cepat sang teman yang malu-malu tadi, langsung memasukkan kondom itu ke dalam tasnya.

***

Sekarang pertanyaannya, ada dimana FPI terkait kondom Sebelum adanya kampanye kontroversial ibu Menkes tersebut? Kenapa baru bereaksi sekarang? Bukankah dari dulu kondom itu dijual bebas dari yang harganya murah sampai yang mahal? Dijualnya itu bukan hanya di apotik yang notabenenya hanya di kunjungi pasien yang membutuhkan obat atau bisa dikatakan remaja jarang masuk apotik Cuma hanya untuk membeli kondom. Tapi kondom dijual secara bebas di supermarket yang bisa dengan mudah dimasuki oleh semua umur. Sampai sekarang masih seering saya melihat di supermarket terdapat kondom yang diletakkan bebas (bukan di belakang kasir).

Seperti yang dikatakan oleh drg. Murti Utami, MPH pada www.detik.com bahwa kampanye ini bertujuan untuk mengintensifkan penggunaan kondom antara lain untuk menghindari penularan penyakit seperti gonorrhea atau kencing nanah, sifilis atau raja singa maupun infeksi HIV (Human Imunnodeficiency Virus). Selain itu, kondom juga diharapkan bisa mencegah kehamilan tidak diinginkan.

Jangan menutup mata akan realita sosial yang kerap terjadi. Pekerja Seks Komersial (PSK) ada dimana2. Yang namanya zina sudah ada sejak dulu baik di kalangan remaja atau pun orang dewasa, jauh sebelum Nafsiah Mboi diangkat menjadi menteri Kesehatan RI. Jelas saja, mereka semua pelaku seks beresiko.

Sejatinya Kampanye kondom ini bukanlah kampanye yang semata-mata menghalalkan zina, tetap lebih baik menikah, tapi kampanye ini lebih kepada pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya bagi pelaku seks beresiko yang mana penyakit tersebut merupakan momok terbesar bagi para pelaku tersebut, belum lagi kehamilan yang tidak direncanakan yang ujung-ujungnya bakal dilakukannya aborsi. Coba mari kita pertimbangkan memakai kepala dingin, mau pilih yang mana, aborsi yang membunuh calon bayi yang berhak atas hidupnya atau mencegah kehamilan tak terencana tersebut?

Selamat Sore

Auda Zaschkya

13406135091817278521

Auda Zaschkya

/audazaschkya25071988

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Realita adalah Inspirasiku Menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?