A Sia Na
A Sia Na

sebuah klub studi dan sekaligus klub penulis ~ kolaborasi beberapa blogger feminin Kompasiana (Ma Sang Ji, Noorhani Laksmi, Hawa, Tytiek Widyantari, Bunga Shaina, Mugniar, Jasmine Qa, ...) ~ http://asianaclub.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Maju-mundur A Sia Na, mau ke mana?

8 Oktober 2011   21:01 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:11 588 24 25

Kemarin, mbak Aridha dan mbak Neny secara terbuka menyatakan mundur dari A Sia Na. Pada hari yang sama, dua orang menyatakan diri masuk menjadi personil baru A Sia Na, yaitu mbak Mugniar dan mbak Jasmine Qa. Masuknya personil baru merupakan kabar "biasa". Yang menghebohkan adalah berita mundurnya personil lama. Sejumlah sahabat bertanya-tanya: Ada apa? Mengapa mereka mundur?

Pertanyaan tersebut menyusul pertanyaan terdahulu: A Sia Na mau ke mana?

Pertanyaan ini mungkin muncul lantaran salah-paham, mengira bahwa A Sia Na merupakan tempat "pelarian", "lari dari Kompasiana". Padahal, sejak awal sudah kami nyatakan, kami hendak terjun ke industri bacaan. Bentuknya untuk saat ini adalah menyusun naskah buku untuk diterbitkan.

Masalah terjun ke industri bacaan inilah yang menjadi latar belakang utama mengapa mbak Ridha dan mbak Neny mengundurkan diri. Alasan sebenarnya, tentunya mereka berdualah yang lebih mengerti. Yang kami tahu hanyalah alasan yang mereka kemukakan kepada kami.

Yang jelas, A Sia Na merupakan klub yang keanggotaannya sukarela. Orang yang hari ini menjadi personilnya, bisa saja besok mengundurkan diri. Begitu pula sebaliknya. Orang yang hari ini belum menjadi personil, bisa saja besok menjadi bagian dari klub A Sia Na.

Dari Neny Silvana, pesan terakhir kepada Ma Sang Ji (pengarah umum A Sia Na) yang disampaikan sehari sebelum menyatakan mundur adalah sebagai berikut.

Mbak, sebelumnya saya mengucapkan selamat dan salut untuk keberhasilan A Sia Na. Pergerakannya sangat cepat. Sungguh saya tak dapat mengejarnya dan takut malah menghambat. Mbak Ma begitu enerjik dan fokus. Terlalu sempurna.

Sementara saya,masih disibukkan dengan rutinitas saya sehari-hari sbg ibu rumahtangga dan dlm pemulihan kesehatan saya. Waktu saya hanya habis untuk konsen ke anak2, suami, dan ditempat fitness.

Saya jadi jarang menulis, jarang nengokin Kompasiana, dan semakin membatasi diri di dunia maya. Hanya sesekali saya menyempatkan menengok facebook, itupun hanya mengshare catatan lomba-lomba antologi. Dan naskah yang saya kirimpun, hanya tulisan-tulisan saya yang lama.

Sakitnya saya hampir sebulan ini, membuat saya banyak mengkoreksi diri, bahwa sehat itu mahal. Saya tak mau lagi begadang dan berlama-lama di depan laptop. Saya memang mendaptkan sktr 15 buku antologi dlm 2 bulan, tapi tak ada artinya jika saya terbelenggu deadline, dan byk waktu keluarga saya jd tersita. Suami dan anak-anakpun mulai protes.

Mbak, saya tak mempunyai banyak waktu di dunia maya. Bukan tak terfasilitasi, namun inilah kesepakatan saya bersama suami. Paling lama, saya hanya menyediakan waktu 1-2 jam saja. Saya nggak yakin bisa memenuhi harapan mbak Ma dan takut membuat mbak Ma kecewa...

Salam Hangat

Neny.


Adapun dialog antara Aridha Prassetya dan Ma Sang Ji ketika mbak Aridha mengundurkan diri adalah sebagai berikut.

MSJ: Ada masalah, Mbak?

AP: tidak juga, hanya saja saya ternyata tidak bisa fokus. A Sia Na itu bayi yang punya potensi, tetapi saya tidak mau keberadaan saya justru mengganggu tumbuh kembang dia.

asumsi saya, hingga hari ini saya masih didapuk sebagai pengarah produksi,

dalam perjalanan satu dua minggu ini, saya telah melakukan survey kapasitas saya. rasanya, saya tidak mampu memberikan kontribusi yang optimal di sini sebagai pengarah produksi.

produk-produk A Sia Na, tentu saja "membutuhkan" perhatian ekstra bagi seorang pengarah produksi, sebab ketika produk artikel itu dilempar ke pasar, maka pembaca akan ingin tahu, siapa yang bertanggung jawab akan itu?

Dalam pandangan saya, artikel produk A Sia Na, telah mendapat pengarahan dari pengarah produksi, sedang saya tidak punya waktu banyak untuk itu. Sehingga saya menjadi lumayan berfikir soal ini.

Darah akademisi itu sedikit banyak, masih ada di dalam saya, sehingga saya menjadi kurang sreg, ketika saya tidak mampu mempertanggungjawabkan seluruh macam produk A Sia Na yang keluar.Jika saya punya sisa banyak waktu, saya bisa saja fokus dan totally, tapi persoalannya, saya tidak punya waktu untuk saat ini. beberapa kerjaan sedang saya garap.

So, saya mengundurkan diri saja dari kepengurusan ya Sang Ji. Jangan karena saya tak bisa optimal, lantas menghalangi keberhasilan kawan-kawan lain di A Sia Na. Mungkin bisa ditawarkan kepada yang lain saja.

MSJ: Duh, bingung juga nih gimana saya nanggepinnya.

AP: hai, kenapa ?

jangan bingung dong Sang Ji, masa siluman bingung?

he..he

iya, aku ngga bisa intens di A Sia Na sebagai personal inti...

Aku jangan ditaruh di pengarah produksi ya! berat dan ngga optimal nanti, kalau boleh, jadi penyumbang artikel saja ya Ma? Bagaimana?

MSJ: Maksudnya, "nyumbang" artikel sebagai personil ataukah penulis tamu? Sementara ini, saya tempatkan mbak Ridha sbg penulis tamu di klub A Sia Na.

AP: he..he...begitu lebih pas kayanya...thanks ya! salam sukses.