Muhammad Armand
Muhammad Armand PNS-Akademisi Unhas-Pejalan Fiksi

Kompasianer of The Year 2015 and The People Choice at Kompasianival-Jakarta, Sultan Hasanuddin University, Makassar-South Sulawesi-Mandar-Moslem, Planet Kenthir, Fiksianer, Public Health, Anthropology, Health Psychology

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Puisi | Apa yang Kurang di Kotaku

3 Juli 2017   16:48 Diperbarui: 3 Juli 2017   16:57 198 6 6
Puisi | Apa yang Kurang di Kotaku
Ilustrasi: Flickr.com (Ipoenk Graphic)

Apa yang kurang di kotaku
Sedang seluruh buah, makan, sayur
Telah dikirm mengepung perut-perut
di kota

Terkabari seorang kawan
Tentang raga bertahta di kota,
nan jiwa masih tertinggal
di kampung.

Gerangan apa sesampai itu,
dari kota ke kampung,
adem berselimut di jiwa.
sedang kembali ke kota terasa landai

Apa yang tiada di kotaku
Segalanya terjangkau-jangkau
Tersulap-sulap sedia-siaga
Itu gambar kotaku

Aku dan atau kalian melupa
Kotaku sejak lahir hingga wafat
Tak lekat-lekat di bangun batin
Itu kotaku yang riuh hambar ini

Lalu di kampungku juga riuh
Riuh oleh himpunan-himpunan hati
Selamanya pagut satu-dua-tiga
Sesama lainnya

Kota dan kampung
Seperti saudara kembar
Yang tetapinya
Berlainan hati

Akh.........

------------------------
Makassar, 3 Juli 2017
@m_armand fiksianer
Powered by Kompasiana