Aris Setyo Wibowo
www.kompasiana.com/arissetyowibowo

filosofis,sporty,cancer
Kompasianer sejak:
9 February 2010
Tulisan : 27 artikel
Komentar : 9 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan
Terbaru

Prosa

Eng..

apa yang kucari dari terjagaku kekayaankah? kepuasankah? mengisi waktu kosongkah? atau ada hal lain yang aku sendiri tak mampu menterjemahkannya? mengapa disaat semua terlelap aku masih saja mengajak mata ini ...

OPINI | 10 February 2010 23:59

8   2   dibaca Nihil

Prosa

Majnun

Kau lemparkan senyum yang tak pernah kulihat senyatanya Tertawa renyah dalam bayang perandaian Hingga aku meyakini Kaulah tulang iga yang diambil Tuhan dari rangka tubuhku Untukku kau diciptakan Sebagai makmum ...

OPINI | 10 February 2010 23:00

11   0   dibaca Nihil

Prosa

Rindu Rasa

Sudah mati rasaku padamu Telah terbunuh kekasih hatiku Kering Hati ini telah tersakiti, jiwa ini telah lumpuh sampyuh Dimanakah dia yang dulu merasaku Membelaiku disaat tangis tak reda Menegakkanku saat lemah ...

OPINI | 10 February 2010 22:00

10   0   dibaca Nihil

Prosa

Siluet

Inikah penjara rasa Berterali maya tak terlihat Membingungkan lalu menjadikan kebimbangan sebagai hal biasa Memperluas telaga dan merubah warnanya menjadi tak jelas Remang tak berwarna Sayap-sayap mengembang Mengepakkan dan menerbangkan tubuh ...

OPINI | 10 February 2010 21:00

10   0   dibaca Nihil

Prosa

Pilihan

disebuah persimpangan dia berhenti.. berkaca dan melihat dengan kaca mata kejujuran.. bnarkah perjalanan ini..atau bernarkah pembenaranannya?? disebuah pemberhentian dia menoleh kebelakang.. bukan untuk mnyesali.. bukan untuk menangis kecewa.. tp dipemberhentian dia ...

OPINI | 10 February 2010 20:01

5   0   dibaca Nihil

Prosa

Anak Matahari

aku menyebutnya anak matahari yg trgelepar krna panasnya bara sang ibu aku menyebutnya titipan alam yang tak terpungut oleh keperpihakan dipersujudannya sebelum adzan.. dilaluinya tanpa tangis2 pendoa yang meminta lebih banyak ...

OPINI | 10 February 2010 19:00

1956   0   dibaca 1 Menarik

Prosa

Di Sini

menulis nama.. dihati jati coklat pekat.. lalu pergi ke tanah sempit.. galian merah telah kubelah… langit kelam.. mendung menggayung.. rumah ini telah kubangun.. anggun.. ...

OPINI | 10 February 2010 18:00

4   0   dibaca Nihil

Prosa

Layla

Kau lemparkan senyum yang tak pernah kulihat senyatanya Tertawa renyah dalam bayang perandaian Hingga aku meyakini Kaulah tulang iga yang diambil Tuhan dari rangka tubuhku Untukku kau diciptakan Sebagai makmum ...

OPINI | 10 February 2010 17:00

4   0   dibaca Nihil

Prosa

Perjalanan

menulis dengan tinta hitam kelam cerita demi cerita bertinta darah kejujuran lalu senyum itu menyambut ramah…. sinis..menjijikan dan aku terbuang biarlah….. ...

OPINI | 10 February 2010 16:00

6   0   dibaca Nihil

Prosa

Aku Pulang Mak..

mak…. anakmu pulang kubawa segepok kertas tapi bukan uang mak.. aku sekarang sudah naek derajat mak.. dari anak sekolahan.. sekarang aku pengangguran… ...

OPINI | 10 February 2010 14:59

21   4   dibaca Nihil
1 2 3 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: