Aris Setyo Wibowo
www.kompasiana.com/arissetyowibowo
| Tulisan | : | 27 artikel |
| Komentar | : | 9 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
apa yang kucari dari terjagaku kekayaankah? kepuasankah? mengisi waktu kosongkah? atau ada hal lain yang aku sendiri tak mampu menterjemahkannya? mengapa disaat semua terlelap aku masih saja mengajak mata ini ...
Kau lemparkan senyum yang tak pernah kulihat senyatanya Tertawa renyah dalam bayang perandaian Hingga aku meyakini Kaulah tulang iga yang diambil Tuhan dari rangka tubuhku Untukku kau diciptakan Sebagai makmum ...
Sudah mati rasaku padamu Telah terbunuh kekasih hatiku Kering Hati ini telah tersakiti, jiwa ini telah lumpuh sampyuh Dimanakah dia yang dulu merasaku Membelaiku disaat tangis tak reda Menegakkanku saat lemah ...
Inikah penjara rasa Berterali maya tak terlihat Membingungkan lalu menjadikan kebimbangan sebagai hal biasa Memperluas telaga dan merubah warnanya menjadi tak jelas Remang tak berwarna Sayap-sayap mengembang Mengepakkan dan menerbangkan tubuh ...
disebuah persimpangan dia berhenti.. berkaca dan melihat dengan kaca mata kejujuran.. bnarkah perjalanan ini..atau bernarkah pembenaranannya?? disebuah pemberhentian dia menoleh kebelakang.. bukan untuk mnyesali.. bukan untuk menangis kecewa.. tp dipemberhentian dia ...
aku menyebutnya anak matahari yg trgelepar krna panasnya bara sang ibu aku menyebutnya titipan alam yang tak terpungut oleh keperpihakan dipersujudannya sebelum adzan.. dilaluinya tanpa tangis2 pendoa yang meminta lebih banyak ...
menulis nama.. dihati jati coklat pekat.. lalu pergi ke tanah sempit.. galian merah telah kubelah… langit kelam.. mendung menggayung.. rumah ini telah kubangun.. anggun.. ...
Kau lemparkan senyum yang tak pernah kulihat senyatanya Tertawa renyah dalam bayang perandaian Hingga aku meyakini Kaulah tulang iga yang diambil Tuhan dari rangka tubuhku Untukku kau diciptakan Sebagai makmum ...
menulis dengan tinta hitam kelam cerita demi cerita bertinta darah kejujuran lalu senyum itu menyambut ramah…. sinis..menjijikan dan aku terbuang biarlah….. ...
mak…. anakmu pulang kubawa segepok kertas tapi bukan uang mak.. aku sekarang sudah naek derajat mak.. dari anak sekolahan.. sekarang aku pengangguran… ...